
Keesokan harinya, Arkhan segera kembali ke Jakarta. Ia berangkat dengan pesawat pagi. Setelah tiba di Jarta, ia langsung menuju ke kantornya. Di atas mejanya sudah menumpuk berkas – berkas yang harus ia tandatangani. Ia meneliti berkas – berkas itu satu persatu, ada beberapa berkas yang ia koreksi dan beberapa berkas yang lain ia tanda tangani. Kondisi hatinya berada dalam suasana yang baik saat itu. Detelah semua berkas ia tanda tangani, ia lalu duduk dengan tenang, merebahkan bahunya pada sandaran kursi.
Tiba – tiba sekretaris Gosi masuk ke dalam ruangan itu.
“ Sejak kapan kamu pulang ?” tanya sekretaris Gosi.
“ Baru saja !” jawab Arkhan dengan santai.
“ Sialan, aku salah sangka dengan Rania…., hampir saja…!” Arkhan mulai bercerita.
“ Jovan sialan itu, kulihat dia muncul dari apartemen Rania. Kupikir dia dan Rania reunian di apartemen itu.
“ Terus ?” sekretaris Gosi kembali bertanya.
“ Aku sudah marah – marah pada Rania, mencemoohnya, ternyataaaaa…!” Arkhan bercerita sambil tertawa. Ia menertawai kebodohannya sendiri yang sudah salah sangka terhadap Rania. Sekertaris Gosi merasa heran dibuatnya.
__ADS_1
“ Di apartemen Rania itu ada teman wanitanya. Teman wanita itu sudah tinggal dengan Rania. Dan aku baru mengetahuinya setelah marah – marah !” Arkhan kembali tertawa. Dan sekretaris Gosi pun ikut tertawa di buatnya.
Sedang asyik bercerita, tiba – tiba Sandra muncul didalam ruangan itu. Wanita muda itu mengenakan Baju kemeja, Rok pendek diatas lutut dan sepatu hak tinggi. Rambutnya yang hanya sebahu di biarkan tergerai.Tanpa permisi, ia lalu duduk disamping sekretaris Gosi. Roknya yang sudah pendek diatas lutut,semakin naik ke tengah pahanya. Dua orang yang asyik tertawa itu secara tiba – tiba menghentikan tawanya.
“ Sandra, apa rok itu tidak terlalu pendek ?” tanya Arkhan kepadanya.
“ Biarin !” jawab Sandra dengan singkat.
“ Arkhan…, Kemana saja kamu ? beberapa hari ini aku tidak melihatmu.
“ Penting dan sangat amat penting !” jawab Sandra dengan santai.
“ Aku pergi mengunjungi istriku !” Jawab Arkhan singkat. Sekretaris Gosi terkejut dengan jawaban yang dilontarkan oleh Arkhan. Sedangkan Sandra, ia bertingkah seolah – olah tidak mendengarkan apa – apa.
“ Jangan bertingkah seolah – olah kamu sangat mencintai istrimu !” Sandra berbicara sambil tersenyum sinis. Sandra tahu betul ceritra tentang pernikahan Arkhan yang sangat mendadak.
__ADS_1
“ Jaga ucapanmu !” suara Arkhan sudah mulai terdengar meninggi. Sandra dan sekretaris Gosi menjadi sangat terkejut dibuatnya. Wajah Sandra memerah. Sekretrais Gosi hanya bisa tersenyum – senyum melihatnya. Sandra segera berlalu pergi dari ruangan itu. Arkhan menatap wanita itu dengan tatapan yang tajam.
“ Pernikahan Jovan dan Erika terancam bubar !” Arkhan kembali berbicara dengan sekretaris Gosi.
“ Mengapa ?” tanya sekretaris Gosi.
“ Menurut kabar yang ku dengar, anak itu bukan darah daging Jovan. Sekarang mereka sudah berpisah !” Arkhan menerangkan.
“ Apakah Rania sudah mengetahui masalah ini !” tanya sekertaris Gosi.
“ Entahlah !” Jawab Arkhan singkat. Raut wajahnya terlihat penuh kebimbangan.
Setelah berbicara panjang lebar, akhirnya Arkhan dan sekretaris Gosi keluar dari dalam ruangan itu. Mereka berdua segera mlajukan mobil untuk pergi mencari makan. Arkhan menikmati makanan dengan tenang. Sekretaris Gosi menikmati makanan sambil mengamati tingkah laku Arkhan. Setelah makan siang, Arkhan lalu menuju ke rumahnya. Sedangkan sekretaris Gosi kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan.
Setibanya di rumahnya, Arkhan lalu mandi dan berganti pakaian. Setelah itu ia tidak kemana – mana. Duduk diam didalam kamarnya sambil merenung dan berpikir. Memikirkan perihal hubungannya denga Rania akhir – akhir ini. Memikirkan akan hadirnya Jovan didalam kehidupan Rania. Tiba – tiba saja Arkhan mulai merasa bimbang dengan keputusannya untk bercerai dengan Rania. Arkhan mulai merasa ketakutan. Ia mulai merasa takut akan kehilangan Rania. Mulai mengingat – ingat kenangannya bersama Rania. Penolakan – penolakan Rania. Dan juga pembawaan Rania yang sangat tenang. Wanita muda itu sebenarnya tidak pernah berulah didalam rumah itu. Pakaian yang ia kenakan pun tidak seperti wanita lain pada umumnya. Wanita itu selalu berpakaian sederhana, berdandan alakadarnya di hadapannya. Setelah cukup lama mndekam didalam kamar itu, akhirnya Arkhan tertidur dengan lelapnya.
__ADS_1
*******