
Ruangan itu lumayan luas. Ada beberapa karyawan yang terlihat melakukan pekerjaannya. Kedua wanita itu pun duduk ditempat yang telah disediakan. Mereka berdua duduk dengan tenangnya karena belum tau apa yang akan dikerjakan nantinya.
Beberapa orang didalam ruangan itu mendatangi mereka dan mengucapkan selamat bergabung dan berkenalan ala kadarnya. Tiga orang pria dan dua orang wanita. Ada satu tempat duduk didepan yang kelihatan kosong. Salah satu dari karyawan tetap itu menjelaskan bahwa didepan itu kepala ruangan. Dia tidak masuk karena ada urusan penting yang harus dilakukan.
Waktu menunjukan jam 12.00, saatnya makan siang untuk seluruh karyawan. Reva, salah satu karyawan wanita mengajak mereka kekantin perusahaan untuk makan siang.
Reva : "Rania, Vanya , sudah waktunya makan siang. Ayo ikut denganku kekantin perusahaan."
Dua mahasiawi magang itu pun mengikuti Reva dan teman - temannya.
__ADS_1
Kantin itu begitu luas. Terlihat disudut ruangan banyak wanita yang berdesakan untuk duduk. Vanya bertanya pada Reva, " apa yang membuat tempat itu begitu istimewa ?". Reva pun menjawab " dimanapun presidir duduk, disitulah tempat yang istimewa" ! Dan Vanya pun mengikuti langkah Reva menuju tempat istimewa itu. Langkah mereka begitu terburu - buru seperti ada yang akan mengejarnya.
Tidak begitu dengan Rania. Wanita itu melangkah berlawanan arah dengan mereka. Sebuah sudut yang sepi. Dia pun duduk disitu melihat menu yang ada. Makanan yang ada didaftar menu itu banyak yang gratis. Ada beberapa menu tambahan yang harus dibayar. Rania memesan seporsi nasi dengan sup ikan. dan makanan penutup yaitu semangkuk es cream.
Sementara itu ditempat yang istimewa, presidir yang hanya melihat satu mahasiswi magang pun mencari - cari mahasiswi yang lainnya. Dia mengedarkan pandangannya dan melihat Rania yang dengan santainya menikmati makan siang. Dengan spontan dia berteriak " Raniaaaaaaaa, Kemari dan duduk disini. Kamu karyawan baru, kenapa tidak duduk dan bergabung bersama kami. ?
Rania yang dipanggil tetap dia tanpa ekspresi. Dia lebih memilih melanjutkan makan siangnya. Bukankan dia kesini hanya untuk itu.
Rania segera menyelesaikan makan siangnya dan bergegas kembali keruangannya.
__ADS_1
" Raniaaaaa. !" sang Bos pun meneriaki namanya untuk kali kedua. Kali ini sang Bos pun sudah bertambah kesal. " Kamu ini manusia atau batu. menganggap orang lain tidak ada dihadapanmu. Setidaknya kalau mau masuk ruangan kamu harus pamit pada yang lain. Kamu lihat yang lainnya dan harus belajar dari mereka. Duduk dan tunggulah sampai aku maninggalkan tempat ini, barulah kamu boleh masuk keruanganmu. "
Rania terdiam. Dia pun menunduk dan mencari tempat kosong untuk duduk. Sang Bos pun kembali keruangannya sambil menatap Rania dengan tatapan benci.
****
Sore hari disebuah Pusat perbelanjaan terkenal, Rania masuk ditempat penjualan sepatu. Dia memilih model sepatu yang unik dan tdk terlalu nencolok. Sedang mencoba - coba sepatu itu tiba - tiba seorang pria masuk.
" Rania, apa kamu menyukai sepatu itu ? beginikan seleramu. Ternyata seleramu begitu rendah". Pria yang tidak lain adalah Bos di perusahaan tempat ia magang berbicara kepadanya dengan begitu lantang. Rania tidak menoleh kearah itu. Tanpa menolehpun dia sudah tahu kalau itu adalah suara sang Bos. Rania pun bangun dan membawa sepatu tadi ketempat kasir, membayar lalu malongos pergi tanpa menoleh dan berkata apa - apa. Dalam hati dia berkata. Dikantor baru Bos. Diluar kantor berarti bukan apa-apa.
__ADS_1
Sang Bos hanya menatap punggung wanita itu sambil geleng - geleng kepala. Wanita yang sangat aneh pikirnya.
Begitulah kalau pria dingin dan wanita dingin bertemu. Semuanya terkesan tawar. Tetapi apakah keadaan akan seperti ini terus. ?