Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Kedatangan Arkhan2


__ADS_3

Arkhan tetap duduk diatas ranjang sambil menatap Rania. Ia tahu betul kalau Rania sangat kesal terhadapnya. Segala sesuatunya berubah dengan begitu cepat. Ia harus tetap bersikap tenang.


Rania tiba – tiba saja bangkit dan hendak keluar dari kamar itu. Arkhan segera bangkit dan menahannya didepan pintu kamar.


“ Kemana ?” Arkhan bertanyan singkat sambil menghalangi Rania untuk keluar.


“ Bukan urusanmu !” Rania menjawab dengan ketus. Ia terap bersikeras untuk keluar. Dan, Arkhan pun tetap menahannya. Hasrat didalam diri Arkhan mulai bangkit. Namun, ia dengan sekuat tenaga menahannya. Dalam hatinya berkata”sabar Arkhan, ini bukan rumah kalian. Dan kamu baru saja tiba”.


Rania merasa sangat gugup dan ketakutan. Ia tidak ingin kejadian malam itu terulang lagi.


“Kkk kauuuuu, mau apaaa ? “ Rania bertanya dengan suara yang nyaris berbisik. Suara itu seperti bulu perindu yang seolah – olah mengajak Arkhan untuk kembali mengulang malam panjang itu. Otak Arkhan menjadi kotor dan buntu. Satu kecupan hangat akhirnya mendarat dibibir Rania. Sangat kuat hingga Rania sulit untuk melepaskannya.

__ADS_1


“ Mau itu..” Jawaban itu terlontar setelah satu kecupan selesai. Rania menyapu bibirnya dengan jemari tangannya. Arkhan lalu membebaskan tubuh Rania untuk keluar dari kamar itu.


Namun, Rania masih tetap berdiri terpaku di depan pintu kamar. Meredakan suara ribut didalam rongga dadanya. Menetralisir detak jantungnya. Entah mengapa. Rania merasa menginginkan lebih dari itu. Hasratnya sebagai wanita, bangkit dengan sendirinya.


Wajah Sandra muncul dipelupuk mata. Hasrat itu tiba – tiba padam dengan sendirinya.Tubuh Rania menjadi lemah. ia segera melangkah gontai keluar dari kamar itu.


Arkhan segera ke kamar mandi. Ia sudah berusaha sekuat tenaga untuk membunuh hasratnya. Akan tetapi, hasratnya belum juga padam. Sudah beberapa hari ini ia belum melakukannya lagi. Dan itu membuatnya semakin menggila. Ia segera mengguyur badannya dengan air dingin. Butuh waktu yang sangat ama, dan ia pun lalu keluar dari kamar mandi.


Sebelumnya, ia sangat khawatir dengan Rania. Ia sempat berpikir bahwa mungkin saja Rania akan berpisah dari suaminya. Ia memasak menu bermacam – macam untuk menyambut kedatangan menantunya.


Rania menjadi sangat heran melihat banyak sekali masakan yang harus ia hidangkan di meja makan. Ia lalu menatap ibunya dengan tatapan penuh tanda tanya. Sang ibu hanya tersenyum – senyum melihat anaknya.

__ADS_1


“pergilah…”


“panggilah suamimu “ .wanita separuh baya itu lalu memerintahkan Rania untuk memanggil suaminya. Sedangkan dia, segera keluar dari dapur itu untuk memanggil suaminya. Sepasang suami istri itu lalu berjalan berdampingan menuju kea rah meja makan.


Rania berjalan menuju kamarnya dengan perasaan was – was. Pelan pelan ia membuka pintu kamar dan masuk. Terlihat Arkhan sedang berbaring di atas ranjang. Arkhan yang menyadari kehadiran Rania lalu segera bangun dari ranjang.


“ dipanggil ibu “ Rania berkata acuh tak acuh. Ia lalu segera keluar dari kamar itu. Arkhan hanya diam – diam mengikuti Rania. Rania yang merasa heran karena tidak ada suara dibelakangnya dengan cepat berbalik. Ia menjadi sangat terkejut mendapati Arkhan yang ternyata sudah ada di belakangnya sedarai tadi. Ia hampir saja menabrak pria itu.


Arkhan yang menyadari keterkejutan Rania dengan spontan beraksi lagi. Ia lalu memegang kepala Rania dan mencium bibir Rania. Pelan saja. Namun efek ciuman begitu dahsyat. Rania jadi kelabakan dan segera berlari keluar dari kamar itu seperti orang kesetanan. Arkhan tertawa terbahak – bahak melihat tingkah Rania.


Rania tiba lebih dulu. Setelah itu Arkhan. Mereka berdua datang dengan ekspresi yang berbeda. Rania dengan wajah merah padamnya, Arkhan dengan senyuman penuh bahagia. Mereka semua makan dengan pelan dan tenang.

__ADS_1


*****


__ADS_2