Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Lala Nginap


__ADS_3

Kali ini Rania bangun kesiangan. Matanya masih mengantuk tapi ia terpaksa bangun. Ada beberapa mata kuliah yang harus ia ikuti hari ini. Dengan bermalas – malasan ia pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka. Setelah mencuci muka ala kadarnya, Rania lalu membuat segelas kopi untuk sarapannya. Kali ini tidak ada sepotong roti pun yangmenemaninya. Stok roti yang ia punya rupanya sudah habis. Rania segera menghabiskan kopinya dan mandi. Hari ini suasana hati Rania agak kurang bagus. Ia sengaja menggunaka kemeja berwarna merah agar terlihat lebih bersemangat. Rambutnya di ikat ala kadarnya. Ia segera melajukan sepeda motornya kearah kampus.


Didalam kelas, Rania lebih banyak menunduk. Memperhatikan modulnya dengan tatapan yang kosong. Ia kembali teringat akan kejadian semalam. Mata kuliah demi mata kuliah akhirnya ia lewati tanpa ada satupun yang meresap ke dalam otaknya.


Saatnya pulang. Terlihat Rania bersama para sahabatnya keluar dari gerbang kampus dengan mengendarai sepeda motor. Hari sudah sangat siang. Nova diboncengi Adit, Lala dengan sepeda motornya. Mereka bersama – sama mencari tempat untuk makan siang bersama. Setelah makan siang, Rania tidak kemana – mana. Ia segera pulang menuju apartemennya. Lalu tidur siang dengan lelapnya.


Sore harinya, Rania ke supermarket. Belanja kebutuhannya setiap hari. Roti dan Es krim dan pembalut menjadi prioritasnya. Dunia ini ternyata sangat sempit. Ditempat itu, ia bertemu Erika dengan perutnya yang sudah terlihat mulai membesar. Wajah Erika terlihat semakin cantik. Mereka berpapasan, namun Erika sama sekali tidak menggubrisnya. Ia sibuk memilih – milih barang dan di taruh di dalam keranjang belanjaan. Rania merasa sedikit aneh melihat keadaan Erika. Rania pun membatin, baru beberapa bulan ia menikah dengan Jovan, mengapa kandungannya sudah sebesar itu ?.


Rania segera pulang ke apartemennya. Sambil menyusun barang – barang yang tadi dibelinya, ia kembali teringat akan Erika dengan kandungannya yang mulai membesar. Ia lalu duduk dan mulai berpikir dan menghitung hitung. Baru dua bulan lebih Erika dan Jovan menikah.Lalu sejak kapan Jovan membohonginya ?. Sejak kapan ia dan Erika saling berhubungan ?. Kepala Rania semakin pusing memikirkannya. Dadanya kembali sesak memikirkan kebohongan Jovan.


Tiba tiba pintu apartemen diketuk.


“ Rania…, buka pintunya dong !” terdengar suara Lala memanggil. Rania segera membukakan pintu untuk sahabatnya itu. Terlihat Lala datang dengan gugupnya. Lala dengan begitu terburu – burunya masuk kedalam apartemen. Rania jadi sedikit heran dibuatnya.

__ADS_1


“ Rania…, bolehkah aku nginap disini malam ini ?” pinta Lala.


“ Seterusnya juga boleh ? “ jawab Rania sambil tersenyum.


Tiba – tiba ponsel Rania berdering. Panggilan dari Nova. Rania segera menjawab panggilan itu.


“ Ada apa dengan Lala No ?” Tanya Rania.


“ Stttt, terdengar suara dari seberang. Dia lagi menghindari Dody”.


“ Dody sedang ngejar Lala o’on. Jadi Lala nya lagi menghindari Dody. Kayaknya si Cupu lagi jatuh cinta, tapi takut harus ngapain. Akhirnya dia main kabur – kaburan !” cerocos Nova. Rania tertawa cekikikan mendengarkan ocehan Nova. Ia sejenak lupa akan kesediahannya.


Hari sudah malam. Lala terlihat duduk dengan perasaan gelisah. Rania hanya bisa menatapnya sambil tersenyum.

__ADS_1


“ Makan di luar yuk ?” kata Rania.


Lala hanya diam dan berpikir sejenak. Kemudian ia pun mengangguk pertanda menyetujui ajakan Rania.


Mereka makan malam di tempat biasa. Pemilik rumah makan itu pun sudah sangat akrab dengan ke dua wanita muda itu. Rania dan Lala makan dengan tenang. Malam minggu. Suasana di rumah makan itu terlihat semakin ramai.


Setelah makan, membawa lala berputa – putar keliling kota. Akhirnya mereka singgah di sebuah tempat untuk membeli jajanan tradisional. Rania lalu membawa Lala ke sebuah taman di tengah kota. Suasana malam yang sangat ramai. Banyak muda – mudi yang duduk berpasang – pasangan di taman itu. Mereka berdua duduk ditaman hingga larut malam.


“ Kapan pindah ke tempat ku ?” Rania tiba – tiba bertanya pada Lala.


“ Besok, besok bantu aku pindahkan barang – barang ku ?” jawab Lala tanpa ragu ragu. Rania tersenyum lebar dibuatnya. Rania tertawa sambil mengangguk – anggukan kepalanya.


Tanpa disadari, ada sepasang mata yang mengawasi mereka secara diam – diam. Hanya mengawasi dari jauh. Dialah Jovan. Kali ini dia tidak dalam keadaan mabuk. Terlihat kepulan asap mengelilinginya. Tidak puas mengawasi dari jauh, ia lalu segera menghampiri Rania. Baru saja ia melangkahkan kakinya menuju ke tempat Rania dan Lala duduk, kedua wanita muda itu tiba – tiba saja sudah bangun dari tempat duduknya. Jovan segera menghentikan langkah kakinya. Rania dan Lala ternyata suda pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


***


__ADS_2