Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Bab. 6. Hal Yang tak Terduga


__ADS_3

 


Vanya dan para sahabat Rania didalam ruangan sekertariat menunggu kabar dari Rania dengan harap - harap cemas. Ruangan itu sunyi - senyap karena semua orang duduk dengan pikirannya masing - masing.


 


Rania pun datang kembali keruangan sang bos dengan segelas kopi ditangannya. Dia menatap wajah sang bos dengan penuh amarah. Sesuatu yang tidak terduga pun terjadi. Rania mengangkat gelas kopi itu tinggi - tinggi dan menuanggkan isi kopi itu diatas meja sang bos. Setelah itu, gelas yang kosong itupun dilemparkan ke tembok.


Praaangggg !!!!


Sang bos sangat terkejut dengan apa yang terjadi didepan matanya. Dengan amarah yang sangat besar sang bos menghampiri Rania. Kerah baju gadis itu ditarik dengan kedua tangannya keatas. Karena tarikan yang begitu kuat, tiga kancing baju Rania jatuh berserakan diatas lantai ruangan itu. Untung saja gadis itu mengenakan dalaman singlet dibalik kemejanya.


Sang bos mendorong tubuh Rania ketembok sambik berucap, "Kau, apa yang kau lakukan ?"


"Katakan apa salah saya. Kalau anda tidak setuju saya magang ditempat anda, bukankah kamu bisa bicara baik - baik ? ketika kamu menyuruh saya membuatkan segelas kopi, saya menuruti saja perintah anda. Ketika kamu membuang kopi - kopi itu, saya diam saja dan membuatkan yang baru. Karena saya sadar bahwa saya harus profesional dalam bekerja. Tapi perlakuanmu kali ini sudah sangat melewati batas." Rania meneriakan kalimat - kalimat itu dihadapan sang bos. Dia pun mendorong tubuh sang bos dengan sekuat tenaga.

__ADS_1


Setelah lolos dari cengkeraman sang bos, Rania bergegas keluar dari ruangan itu dan membanting pintu dengan kerasnya.


Braakkk...!


Rania berlarian menuju keruangannya. Para sahabatnya menatapnya dengan tatapan penuh dengan tanda tanya. Lebih heran lagi ketika mereka harus melihat kemeja Rania tanpa tiga buah kancing. Secara serempak mulut mereka terbuka dengan lebarnya.


Rania dengan gerakan yang sangat cepat mengambil tas hitamnya, dan dengan segera keluar dari ruangan itu seolah - olah ada yang mengejarnya.


Sang bos merasa sangat takjub dengan kejadian yang baru terjadi hanya bisa terdiam dan duduk disamping Sekertarisnya. Dia menarik napas dalam - dalam dan menghempaskan napasnya dengan sekuat tenaga.


Dan dia pun menyadari bahwa semua yang diucapkan gadis itu saat marah, memang ada benarnya.


Sejenak dia berpikir, seharusnya dia membiarkan saja gadis itu menumpahkan gelas ke mejanya dan membanting gelas ke tembok. Kenapa dia harus terbawa emosi.


Tiba - tiba matanya menangkap tiga buah kancing yang ada dilantai ruangan itu. Dan dia pun menyadari bahwa dia telah melakukan kesalahan yang sangat fatal. Dia befikir bahwa terlepasnya tiga buah kancing baju menandakan bahwa dia telah melakukan tindakan pelecahan pada gadis itu. Tiga buah kancing terlepas berarti.....?

__ADS_1


Pria itu telah memikirkan hal - hal buruk yang telah terjadi pada gadis itu. Dia bertanya - tanya dalam hati "bagaimanakan cara gadis itu menutupi dadanya saat keluar dari ruangan itu ? Bagaimanakah tanggapan para karyawan saat melihat baju yang terbuka di bagian dada gadis itu ?"


Memikirkan hal itu, tubuh pria itu pun semakin melemah. Karna dia tahu, sejak saat itu dia aka menghadapi tatapan aneh dan penuh tanda tanya dari para karyawannya.


Karena kemarahannya, dia tidak menyadari bahwa gadis itu memakai singlet dibalik kemeja itu. Saat dia marah, dia hanya menatapi wajah gadis itu. Perasaan bersalah pada gadis itu pun sudah mulai menghantuinya.


*****


Baru belajar nulis. Jadi editnya berkali - kali.


Maaf ya pembaca yang budiman.


Usul dan saran diterima dikolom komentar.


🐾🐾🐾

__ADS_1


__ADS_2