
Seperti biasanya, hari itu semua berkumpul di apartemen milik Rania untuk mengerjakan skripsi bersama – sama. Namun, ada yang janggal hari ini karena Nova dan Adit tidak saling berbicara satu sama lainnya.Adit sesekali mencuri – curi pandang kea rah Nova, akan tetapi, orang yang dipandangi tidak merespon sedikitpun. Rania, Lala dan Dody menjadi sangat heran. Mereka bertanya – tanya dalam hati masing – masing, mungkinkah ada masalah antara Nova dan Adit ?
Hari itu Jovan tidak duduk menemani. Ia hanya menyuruh sekretaris Joy untuk mengantar camilan dan beberapa kotak es krim kesukaan Rania. Terlalu serius mengerjakan skripsi, tidak terasa, jam makan siang sudah lewat. Akhirya mereka memutuskan untuk berhenti sejenak dan keluar bersama untuk makan siang.
Keanehan terjadi lagi. Nova yang biasanya berboncengan dengan Adit, ternyata hari ini tidak lagi. Nova ternyata membawa motor sendiri. Tadi, saat mereka datang tidak bersamaan, hal itu tidak terlalu menjadi persoalan karena semua orang berpikir bahwa mungkin saja Nova masih ada urusan karena Adit datang terlebih dahulu. Dan mungkin saja, Nova datang dengan naik Taksi. Ekspresi Nova sangat datar, sedangkan Adit terlihat sangat murung.
Disaat makan pun mereka berdua duduk saling berjauhan.
“ Ada masalah apa Dit ?” Rania akhirnya membuka percakapan. Sedari tadi, suasana sepertinya sangat mencekam. Adit lalu menghela napas sejenak dan menghempaskan. Ia menatap Nova sejenak dan mulai berbicara.
“ Setelah wisuda nanti, aku berencana untuk melamar Nova….!”
“ Tetapi Nova sepertinya belum berencana untuk menikah dengan ku !” Adit mulai menjelaskan. Wajahnya terlihat murung. Wajah Nova terlihat biasa – biasa saja, tanpa ekspresi. Rania manggut – manggut.
“ Kami berdua tinggal berjauhan Ran, makanya aku ingin cepat meresmikan hubungan kami !” Adit melanjutkan. Rania yang semula berpikir bahwa Adit terlalu terburu – buru mengambil keputusan, akhirnya mnyetujui rencana Adit. MenurutRania, adit ada benarnya juga. Tinggal berjauhan membuat sebuah hubungan cenderung gagal di tengah jalan.
__ADS_1
Rania menatap Nova dengan tatapan penuh tanda tanya. Namun orang yang di tatap, berpura pura tidak mengetahui arti dari tatapan itu. Malah tambah cuek mengunyah makanan dengan santainya.
“ Kenapa Nov ?” Rania akhirnya bertanya. Ia menghentikan aktifitas makan sejenak.
“ Aku belum siap Ran !” jawab Nova singkat.
“ Mau makan apa anak – anak kami nantinya ?, kami belum memiliki pekerjaan tetap Ran !” lanjut Nova. Adit menatap Nova dengan tatapan datar. Ia kembali menghela napas panjang dan menghempaskannya. Mereka akhirnya memilih untuk tidak melanjutkan topik pembicaraan yang belum bisa dicari jalan keluarnya.
Selesai makan siang, mereka lalu kembali ke apartemen untuk melanjutkan aktifitas yang sempat tertunda. Namun, suasana tetap terasa janggal seperti tadi. Adit dan Nova tetap tidak saling bicara satu sama lainnya. Posisi duduk pun masih tetap saling berjauhan.
“ Sebentar lagi kita wisuda, sayang sekali kalau kalian berdua tidak akur Nov !” Rania kembali berbicara.
“ Bayangkan, nanti kalau kalian tidak saling bertemu lagi, apakah kaian tidak saling merindukan nantinya ?” Rania bertanya blak – blakan.
“ Hubungan jarak jauh itu penuh resiko Nov !” Lanjut Rania.
__ADS_1
“ Ya elaaaaa, kan Cuma beda kecamatan Ran, Srius amat mikirnya !” Nova yang tadinya cuek, akhirnya menimpali.
“ Tinggal naik Bus…, sampai deh !” lanjut Nova.
“Dia nya saja yang kebelet nikah !” Nova berbicara sambil mencibir ke arah Adit. Adit jadi kelabakan. Wajahnya merah padam karena menahan rasa malu. Ia lalu menatap tajam kea rah Nova.
“ Baiklah kalau begitu, aku tidak akan membahas lagi perihal pernikahan !” kata Adit kesal.
“ Harusnya kamu bersyukur Nov, kalau pria sudah mulai membahas perihal pernikahan, itu pertanda bahwa mereka serius menjalin hubungan dengan kita !” Rania menimpali.
Lala yang sedari tadi hanya diam dan mendengarkan, tiba – tiba menatap kea rah Dody. Ia mulai berpikir dalam hati bahwa selama berjalan bersama Dody, mereka berdua tidak pernah membahas perihal pernikahan.Orang yang ditatap hanya nyengir .
“ Kita nikah yuk !” Dody mulai beraksi menggoda Lala. Lala mulai panik. Wajahnya merah padam karena menahan malu.
“ Cewek lu masih dibawah umur Dy, jangan langsung diajak nikah !” Nova mulai menggoda Lala. Lala memelototkan matanya kearah Nova. Yang lainnya tertawa terbahak – bahak sambil melihat kea rah Lala. Lala jadi sangat kesal.
__ADS_1
Akhirnya suasana di apartemen itu kembali cair. Nova tiba – tiba saja bangun dari tempatnya dan duduk di samping Adit. Beberapa saat kemudian, mereka berdua terlihat kembali berbicara satu sama lainnya.
********