
Acara resepsi pernikahan malam itupun segera dimuali. Kedua mempelai segera memasuki ruangan dan duduk di tempatnya. Para tamu memuji – muji kedua mempelai. Mereke lalu berbisik bisik. Pasangan yang serasi kata mereka. Pria nya sangat tampan, dan wanita yang begitu cantik.
Arkhan sendiri dibuat terkagum – kagum dengan kecantikan Rania malam itu. Ia selalu curi – curi pandang kearah Rania. Rania tahu jelas, tapi ia pura – pura tidak tahu. Semua orang berbahagia malam itu. Tetapi tidak dengan Rania. Bagi Rania, acara malam itu biasa – biasa saja. Hanya sebagai pelengkap untuk mempublikasikan pernikahannya dengan Arkhan.
Acara pun dilanjutjkan dengan foto bersama kedua mempelai. Pada setiap sesi foto, Arkhan selalu bersikap hangat. Layaknya mempelai yang sedang berbahagia, Ia selalu menampilkan pose – pose yang menarik. Penuh senyuman, mata yang berbibnar bahagia. Rania hanya bisa mengikuti jejak Arkhan, menampilkan yang terbaik didepan orang banyak.
Resepsi telah usai. Dan malam pun semakin larut. Mereka berdua sedang berada di kamar hotel itu. Arkhan diatas tempat tidur. Sedangkan Rania , tidur diatas kursi sofa. Mereka tidak saling bicara satu sama lainnya.
Pagi pun datang. Rania segera mandi dan berganti pakaian. Sedangkan Arkhan, masih tertidur pulas. Rania meninggalkannya sendirian dikamar dan pergi mencari makanan. Ia makan dengan santainya. Sengaja ia berlama – lama di tempat makan. Ia berharap, setelah selesai makan, Arkhan juga sudah selesai mandi dan berganti pakaian.
Setengah jam kemudian, ponsel Rania bordering. Panggilan dari Arkhan. Ia segera menjawab panggilan itu. “ Dimana ?” Tanya Arkhan.
__ADS_1
Rania belum sempat menjawab, karena Arkhan langsung mengatakan “ Kembalilah kekamar !”
Rania segera kembali kekamar. Tiba dikamar, Arkhan sudah selesai mandi dan berganti pakaian.
“ Kembali kerumah !” Kata Arkhan. Dan Rania pun hanya bisa mengikutinya pulang kerumah. Tanpa berkata apa – apa.
Rumah itu begitu besar dengan pekarangan yang sangat luas. Rumah Dua lantai itu memiliki lima buah kamar. Lantai atas terdapat dua kamar, dan lantai bawah terdapat tiga kamar. Dapur yang begitu cantik. Ruang tamu yang begitu elegan.
Arkhan segera membuka pintu sebuah kamar. “Ini kamarmu !”
“ Carilah pria baik – baik yang akan menikahimu nantinya, bila sudah ketemu, maka katakan kepadaku, agar aku melepaskanmu !” Kata Arkhan
__ADS_1
“ Sebelum perceraian, jangan tidur dengan pria manapun, jangan sampai ter ekspos kalau kamu sedang berkencan !” lanjut Arkhan
Rania hanya bisa mengangguk – anggukan kepalanya tanda setuju. Setidaknya, untuk saat ini, ia masih dalam kondisi yang aman.
Rania segera memasuki kamar itu. sedangkan Arkhan, memasuki dikamar lainnya. Mereka tinggal seatap, tapi tidak sekamar. Rania sangat bersyukur atas keadaan itu. Rania berpikir, setidaknya ia akan tetap aman dan menjaga ituh kehormatannya untuk pasangan hidupnya yang terakhir.
Dan Arkhan yang ada dikamar sebelahnya, segera berangkat kekantornya. Ia tidak ingin berlama – lama dirumah itu. Ia takut terbawa emosi dan menyakiti wanita itu lebih jauh lagi. Karena, disatu sisi, ia masih mencintai wanita itu, disisi lain, dia sangat membenci masalalu wanita itu.
Pagi sekali Rania sudah terbangun, dengan taksi ia pergi berbelanja ke pasar tradisional. Beli Cumi – cumi, ikan segar, sayuran dan bahan makanan lainnya. Setelah merasa sudah cukup berbelanja, ia lalu segera pulang.
Dirumah sudah tidak ada siapa – siapa. Arkhan sudah berangkat kekantornya. Rania segera menata barang belanjaannya. Setelah itu dia bergegas untuk mandi. Rania mandi kilat kali ini. Ia ingin sekali segera mengolah bahan yang tadi sudah dibelinya.
__ADS_1
Tumis kangkung, goreng cumi dan sambal terasi. Nasi juga sudah matang. Ia segera menikmati hasil masakannya dengan sangat lahap. Sedang makan, tiba – tiba Arkhan muncul. Sekedar berbasa – basi, Rania mengajak Arkhan untuk makan. Arkhan yang mencium aroma makanan begitu harum, tergiur untuk mencicipi maskanan Rania. Mereka makan berdua, tanpa bicara .Diam membisu. Sesekali Arkhan mencuri – curi pandang wajah wanita yang ada didepannya itu. Wajah itu masih terlihat begitu alami dan polos.Tapi sayang, dibalik wajah yang polos itu, tersimpan tabiat yang sangat jahat. Pikirnya dalam hati.Baginya, Wanita yang sudah menggugurkan darah dagingnya adalah wanita yang sangat tidak berpri kemanuasiaan.
Setelah makan, Arkhan segera memasuki kamarnya, terlihat sebuah map ditangannya.Rania berpikir, mungkin saja Arkhan kembali hanya untuk mengambil Dokumen yang ada didalam map itu. Sedangkan Rania, melanjutkan pekerjaannya didapur. Membereskan meja makan, mencuci piring dan membersihkan dapur. Ia merasakan hidupnya begitu damai. Tanpa ada gangguan apapun.