Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Arkhan mengajak Nginap


__ADS_3

Arkhan segera melajukan mobinya ke hotel tempat Sandra akan menginap. Suasana didalam mobil begitu jangal. Jalan menuju kea rah hotel itu melewati apartemen milik Rania dan Arkhan. Dari jauh, apartemen milik Rania sudah mulai kelihatan.


“ Bagaimana kalau dia turun lebih dulu !” Sandra berbicara sambil melirik kea rah Rania.


“ Diam…, bukan urusanmu !” Arkhan membentak Sandra. Kesabarannya sudah mulai hilang sekarang.


“ Hentikan mobilnya !” Rania pun meminta Arkhan untuk menghentikan mobilnya. Mobil itu tidak berhenti, tetapi berjalan semakin cepat. Raut wajah Arkhan terlihat penuh dengan amarah. Rania mulai ketakutan. Sandra hanya tersenyum melihat sikap Arkhan. Mobil itu akhirnya melewati apartemen milik Arkhan dan melaju terus. Tibalah mereka di depan hotel tempat Sandra akan menginap. Sandra masih tetap duduk diam didalam mobil.


“Turun !” Arkhan memerintahkan Sandra untuk turun dengan suaranyayang sangat keras.


“Mampirlah setelah mengantarkan wanita itu !” Kata Sandra sambil membuka pintu mobil dan melirik dan tersenyum kearah Arkhan . Senyuman yang penuh makna.

__ADS_1


Rania hanya bisa diam. Arkhan segera melajukan mobilnya. Suasana didalam mobil itu terasa begitu mencekam. Mobil itu akhirnya berhenti tepat di depan apartemen Arkhan. Rania mulai salah tingkah karena didalam otaknya sudah menari – nari berbagai skenario yang buruk.


Arkhan diam membisu. Ia hanya menundukan kepalanya dan meletakan di atas stir mobil. Cukup lama. Ia mulai memikirkan cara untuk membujuk Rania untuk tinggal di apartemen miliknya malam ini.


“ Tinggallah denganku mala mini !” Arkhan akhirnya memberanikan diri untuk mengajak Rania. Jantung Rania berdetak dengan kencangnya. Raut wajahnya merah merona. Ia lalu menggelengkan kepalanya.


“ Aku suamimu Rania…, apa kamu sudah lupa akan statusmu !” Arkhan berkata dengan perasaan sangat kesal. Lebih kesal lagi saat ia melihat kearah kaca spion, mobil Jovan sedang parkir dengan begitu manisnya tidak jauh dari tempat itu.


“ Tidak akan pernah ada perceraian !” Arkhan berkata dengan suara tegas dan lantang. Rania semakin menjadi ketakutan.


“ Aku tidak pernah mencintaimu Arkhan !” kata Rania.

__ADS_1


“ Aku mulai mencintaimu !” Sahut Arkhan dengan spontan.


“ Lalu bagaimana dengan wanita itu ?” balas Rania dengan berapi – api. Arkhan menatarp Rania dengan tatapan yang tajam. Seolah – olah ia ingin menelan bulat – bulat wanita yang ada di sampingnya itu.


Tiba – tiba ia meraih wajah Rania dengan kedua tangannya, lalu dengan segera mencium bibir wanita itu. Cuman yang sangat dalam. Rania hampir kehabisan napas dibuatnya. Ia berusaha memberontak dan menjauhkan wajahnya dari wajah Arkhan. Akan tetapi, Arkhan begitu lihai. Satu tangannya berpindah kea rah kepala Rania untuk menahannya, dan yang satunya lagi melingkar di pinggang Rania. Tiba – tiba saja Rania pun mulai hanyut bersama hasratnya yang muncul begitu saja. Jantungnya berdebar debar, kaki tangannya menjadi sangat lemas. Arkhan akhirnya menghentikan ciuman itu. Hatinya tiba – tiba begitu merasa bahagia. Dalam hatinya merasa sangat puas karena dapat menunjukan pemandangan seperti itu kepada Jovan. Dan ia merasa kalu Jovan sudah kalah telak. Ia lalu tersenyum dengan senyuman penuh makna.


Rania merasa sangat terkejut dengan reaksinya sendiri. Ia mesara sangat aneh dengan reaksi tubuhnya yang menerima begitu saja ciuman dari Arkhan, suaminya. Wajahnya menjadi semakin memerah karena merasa sangat malu.


Mobil Jovan masih siaga di tempat itu. Jovan menunggu dengan perasaan yang sangat gelisah. Ia khawatir kalau – kalau Rania akan masuk ke dalam apartemen pria itu. Dan ketika ia melihat kejadian eneh didalam mobil itu, Ia semakin geram. Hampir saja ia mengendarai mobilnya untuk menabrak mobil arkhan. Untung saja ia masih dapat mengontrol emosinya dengan baik. Hanya ciuman, bisiknya dalam hati. Dan ia masih tetap menunggu dengan sabar .


*****

__ADS_1


Mohon Saran judul Bab nya, yang cocok akan saya ganti !


__ADS_2