
Sudah seminggu Rania tidak hadir ditempat itu. Ada rasa bahagia dihati Jovan karena telah berhasil membuat Rania pergi dengan sendirinya dari perusahaannya, namun ada juga terselip rasa berdosa yang sangat besar.
Diantara kedua rasa itu, rasa yang kedua itu lebih mendominasi didalam hati dan pikirannya. Sudah berapa hari ini matanya mencari - cari Rania di ruangan kerjanya. Yang terlihat hanyalah Vanya dan rekan - rekannya.
Disaat makan siang, pandangan matanya hanya selalu tertuju kesudut ruangan yang biasanya ditempati oleh Rania. Ada tatapan sedih terlihat disudut matanya.
Dalam hatinya bertanya - tanya, sesakit itu kah perasaan Rania sehingga sampai detik ini tak ada kabar darinya.
*****
Sejak kejadian itu, para karyawan perusahaan itu seakan - akan menjauh darinya. Jangankan berusaha duduk didekatnya saat makan siang, bahkan menatapnya secara langsung pun mereka takut untuk lakukan.
Kejadian yang mnimpa Rania seolah - olah menunjukan sikap arogan dari sang bos. Dan beberapa kancing baju itu, membayangkannya saja sudah membuat para karyawan berfikir negatif.
__ADS_1
Hanya Vanya seorang yang tetap dengan kebiasaannya. Mencari sang bos dan berusaha duduk didepan sang bos untuk mencari peehatiannya. Memang itulah tujuan untama dari Vanya untuk magang dikantor itu.
Melihat para karyawannya bersikap seperti itu, dia pun memaklumi.
*****
" Sekertaris Joy, sudah saatnya kamu menghubungi Rania untuk kembali bekerja. Mengenai ktidak hadirannya selama satu minggu, saya sudah memakluminya. Anggap saja itu bonus yang saya berikan kepadanya. " akhirnya Jovan memerintahkan sekertarisnya.
"Baik Tuan Jovan, saya akan menghubunginya dan memanggilnya untuk kembali bekerja sesuai perintah anda". begitulah jawaban dari sekertaris Joy.
" Sampaikan ucapan terimakasiku yang tak terhingga untuk bos mu yang kejam itu. Bilang padanya bahwa saya sudah tidak berminat lagi untuk magang ditempatnya. Dan bilang juga padanya bahwa saya sudah menemukan tempat magang yang baru." begitulah jawaban Rania yang membuat sekertaris Joy merasa sangat lega.
Sekertaris Joy segera menyampaikan pesan Rania kepada sang bos. Namun apa yang dipikirkan ternyata sangat meleset. Dia berpikir bahwa masalah perusahaan dengan gadis itu telah selesai dengan sendirinya.
__ADS_1
"Pergi dan caritau dimana tempat magangnya yang baru. Kalau sudah ketemu, segera beritahu aku. Gadis ini benar - benar kurang ajar. Berani - beraninya dia meninggalkan perusahaan ini tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Lihat saja nantu, dia pikir saya akan melelaskanya dengan mudah. " Begitulah kata-kata yang keluar dari mulut sang bos.
Loh. Bukankan dia yang ingin segera mengusir gadis itu. Kenapa harus memanggilnya kembali ? " Sekertaris Joy pun mulai membatin.
Sekertaris Joy sudah tahu perihal perjodohan itu. Walaupun dia tau setelah kejadian tragis yang terjadi diruangan itu. Sang bos sudah menceritakan secara mendetail mengenai pengusiran secara tragis terhadap gadis itu. Seandainya dia tahu dari awal, dia pasti sudah mencegah sang bos bersikap demikian. Toh masih ada banyak cara untuk menggagalkan rencana perjodohan itu.
Pagi itu Sekertaris Joy sudah memasang mata - mata didepan apartemen milik Rania untuk mengintai dimana tempat magang Rania yang baru. Dan laporan tentang tempat magang Rania pun sudah diketahui.
Tiba - tiba sebuah mobil memasuki area parkir tempat magang Rania. Jovan memasuki tempat itu dengan wajah penuh amarah. Dia langsung mencari ruangan tempat kerja Rania. Seorang resepsionis mengantarnya keruang tempat Rania duduk.
" Begitukah caramu melarikan diri ? ikut saya pulang ? urusan kita belum selesai. " Jovan tiba - tiba berdiri disamping Rania dan mengucapkan kalimat itu dengan penuh amarah.
*****
__ADS_1
Bab - bab mendebarkan segera dimulai. Jangan lupa jempol n komentarnya ya. !
🐾🐾🐾