Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Bab. 3. Sebuah Permintaan


__ADS_3

Pagi itu dirumah kediaman keluarga Alesandro. Keluarga besar itu sedang sarapan bersama. Mereka makan dengan lahapnya tanpa berbicara satu sama lainnya. Begitulah tradisi dirumah itu.


Setelah selesai sarapan dan hendak berangkat kekantor, ayah Jovan memanggilnya untuk membicarakan masalah yang menurutnya sangat penting.


" nak, naiklah keruang kerja ayah. ada masalah penting yang hendak ayah bicarakan". kata ayah Jovan.


" iya ayah, aku akan kesana lima menit lagi." begitulah jawaban Jovan seadanya. Dia pun bertanya - tanya dalam hatinya, apakah gerangan masalah yang ingin dibicarakan ayahnya.


Ayah dan anak itu pun berjalan beriringan naik kesebuah ruangan dilantai dua. Mereka berdua pun duduk didalam ruangan itu, duduk berhadapan dan hanya terpisah oleh meja kerja ayanya.


" Nak, ada seorang gadis yang sudah ayah atur untuk magang diperusahaanmu. Namanya Rania". begitulah ayahnya mulai membuka percakapan. Jovan hanya diam memandang wajah ayahnya.

__ADS_1


" Dia anak rekan kerja ayah. Gadis itulah yang tempo hari ayah jodohkan dengan mu. Ayah pernah menyuruhmu untuk menemui gadis itu tapi hal itu tidak pernah engkau lakukan.


Setelah ayah tahu bahwa Rania akan magang di salah satu perusahaan, ayah pun mendekati pihak kampus untuk membuat gadis itu bisa magang diperusahaan mu. Dia gadis yang baik. Tolong kau perlakukan dia dengan baik". ayahnya menegaskan kalimat itu sambil menatap Jovan dengan tatapan memohon.


Jovan mengepalkan tanganny dibawah meja kerja ayahnya. Dia mengangguk untuk membuat hati ayahnya senang. Tetapi dalam hatinya berkata, " Rania, engkau akan merasakan apa yang aku lakukan padamu, hingga engkau dengan sendirinya berlari pergi dari hidupku".


Dan pria itupun keluar dari ruangan itu tanpa berpamitan dengan ayahnya. Dia hanya tersenyum kepada ayahnya sambil berlalu pergi.


Dia paling benci dengan namanya perjodohan. Sudah banyak gadis yang iya tolak. Alasannya adalah dia masih ingin bebas. Jangankan bertemu dengan gadis - gadis itu. Melihat Foto - foto yang diberikan kepadanya saja dia tidak pernah melakukannya.


Dan sudah berulang - ulang kali pula ayahnya menjodohkanya dengan beberapa orang gadis rekan kerja ayahny, tapi Jovan tak pernah mau menemui gadis itu.

__ADS_1


Anaknya itu adalah pria yang sangat tampan. Hidung mancung, mata coklat dan berambut pirang. Dia sangat yakin bawa setiap gadis yang melihat anaknya akan tergila gila pada anak itu. Hanya saja anak itu begitu dingin dan arogan. Sudah beberapa lembar foto gadia - gadis yang dia berikan kepada anaknya. Tapi akhirnya foto - foto itu berakhir didalam tong sampah.


Jovan menyuruh sekertarisnya mengendarai mobil dgn kecepatan tinggi. "Ada masalah penting yang harus Dia selesaikan hari ini juga". itulah kata yang terucap pada sekertarisnya.


Lalulintas begitu macet pagi ini. Didepan lampu merah akhirnya mobil itu berhenti.


Beberapa meter dibelakangnya terlihat sebuah motor yang dikendarai oleh seorang gadis. Rambutnya panjang tergerai, kemeja biru, rok hitam dan tas ransel kulit


Gadis itu pun sedang terburu - buru kekantor. Dia mengendarai motornya dengan kecepatan tingggi karena takut terlambat. Dia tidak ingin dimarahi karena kehadiranya yang tidak tepat waktu...


******

__ADS_1


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Mohon komentarnya. Mungkin bisa dijadikan untuk inspirasi menulis pada bab - bab selanjutnya ! 🐾🐾🐾


__ADS_2