
Selama didalam mobil, Arkhan menyetir sambil mengingat – kejadian semalam. Hasratnya mulai timbul kembali. Ia mulai berpikir, bukankah Rania adalah istrinya. Dan ia berhak atas Rania. Ia sudah lupa tentang apa yang dikatakan pada Rania. “ Mencari penggantinya !”
Rania punya pikiran sendiri. Ia merasa bahwa mulai saat ini ia haru lebih hati – hati dan lebih. menjaga jarak dengan Arkhan. Ia berencana untuk dalam beberapa hari ini segera kembali ke bangku pendidikan yang sempat ia tinggalkan. Mengejar ketertinggalannya. Mungkin saja, dengan berada jauh dari Arkhan, bisa membuat pria itu bisa lebih cepat melepaskannya.
Mobil pun sampai di pekarangan. Rania segera turun. Dan Arkhan lebih terburu – buru lagi untuk turun. Sesampai didalam rumah, Arkhan lalu menyeret Rania untuk memasuki kamarnya. Rania berusaha untuk tidak ikut, tapi tenaga Arkhan sangat kuat. Rania merasa sangat ketakutan. Dan kejadian tadi malam pun terulang lagi. Tapi kali ini, Rania memberontak dengan sekuat tenaga. Lengan Arkhan digigitnya, dadanga dicakar. Arkhan semakin megggebu – gebu karena melihat Penolakan Rania. Ia merasa semakin tertantang. Rania sudah hamper menyerah. Arkhan yang berpikir bahwa Rania sudah menyerah, mulai merengggangkan pelukan dan himpitannya pada tubuh Rania. Dan itulah kesempatan untuk Rania berkelit. Tubuh Arkhan di tendang dengan sekuat tenaga. Arkhan terkejut dibuatnya.
Rania berdiri sambil bercakar pinggang. Jantungnya berdebar – debar. Kakinya gemetaran.
“ kamu bilang akan menceraikanku, menyuruhku untuk mencari pengganti mu, lalu apa artinya ini !” cecar Rania.
__ADS_1
“Aku masih punya harga diri, Tubuhku bukan untuk di pindah – pindahkan dari satu pria ke pria lainnya !”
“ Kamu itu masih milikku, dan aku masih berhak atas tubuhmu, bukankan kamu juga pastinya meridukan hal – hal seperti ini. Kamu pernah merasakannya jadi sudah pasti. Aku bersedia mengobati keriduanmu, apa aku salah. !” Arkhan menjawab dengan santai, namun tatapan matanya masih menyiratkan hasrat didalam dirinya. Dan juga tatapan mencemooh.
Rania menyunggingkan senyumannya dan berkata “ Ohhhh, begituuuuu !”
“ Karena aku masih istrimu, kamu ingin aku memuaskan hasratmu sebelum kamu menceraikanku ?
“ Carilah wanita lain sebagai pemuas hasratmu !” Rania berbicara sambil berlalu pergi dari kamar itu.
__ADS_1
Arkhan terduduk dengan lesu. Hasratnya sudah mulai hulang pelan – pelan. Ia mulai mulai menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya. Kepulan asap memenuhi ruang kamar itu. Setelah selesai dengan sebatang rokok, ia lalu pergi mandi. Pergulatan sejenak tadi membuat tubuhnya sedikit berkeringat.
Rania masuk kedalam kamarnya. Ia duduk diatas tempat tidurnya. Merapikanrambutnya yang tadi acak – acakan. Lelah karena pergulatan tadi, Rania memilih rebahan sambil berselancar didunia maya. Akhirnya ia tertidur dengan lelapnya.
Setelah bangun dari tidur, Rania lalu mandi, berganti pakaian dan keluar rumah untuk mencarai makanan. Ia mampir di sebuah rumah makan yang sangat sederhana tapi cukup terjaga kebersihannya. Rania makan dengan sangat lahap. Entah mengapa, ia merasa sangat lapar setelah perjuangannya tadi.
Ia tidak berlala – lama di tempat itu. Setelah makan ia langsung pulang ke rumah.
Mobil itu masih parker di tempatnya. Pertanda pemiliknya belum kemana – mana. Rania bergegas masuk kedalam rumah, hendak menuju kamarnya. Di ruang tamu, Arkhan duduk dengan manisnya. Menatap Rania dengan tatapan yang datar. Rania segera masuk kedalam kamar, mengunci pintu dan berdiam diri didalam kamar.
__ADS_1
*****