Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Pulang


__ADS_3

Pagi hari yang cerah. Udara terasa begitu segar. Rania yang terbiasa keluar rumah untuk menikmati udara pagi sedang tertidur pulas. Ia merasa sangat kelelahan. Namun, ia memaksakan diri untuk bangun dan melaksanakan aktifitas di dapur.


Ibunya sudah lebih dahulu berada di dapur dan sedang membuat nasi goreng untuk sarapan pagi. Rania segera menyiapkan empat gelas teh. Setelah itu ia mulai menata semuanya diatas meja makan. Beberapa menit kemudian, semua anggota keluarga sudah berkumpul untuk sarapan pagi.


Setelah selesai sarapan pagi, Arkhan mulai berbicara kepada kedua mertuanya.


“ besok, aku dan Rania akan pulang. Ibu baru sembuh dari sakitnya dan selalu menanyakannya.”


Rania hanya tertunduk mendengarkan penuturan suaminya. Sedangkan kedua orang tuanya hanya bisa menganggukan kepalanya.


“tidak baik berlama – lama di sini nak.!” Ayah Rania berbicara dengan suara pelan. Ibunya hanya bisa tersenyum. Kedua orang tua itu merasa sangat bahagia karena melihat hubungan anak dan menantunya baik – baik saja.

__ADS_1


Setelah selesai sarapan, Rania lalu berjalan kearah halaman rumah. Ia berencana untuk mengintari persawahan , walupun udara sudah mulai menyengat. Arkhan yang melihat Rania sedang berjalan keluar rumah, segera mengikutinya. Keduanya lalu berjalan berdampingan menuju area persawahan.


Selama berjalan, Rania hanya diam dan menikmati suasana sekitar. Arkhan yang melihat Rania seperti itu, hanya bisa ikut terdiam. Sesekali ia mencuri – curi pandang kearah Rania. Cukup lama mereka berjalan. Akhirnya Rania merasa mulai lelah. Ia lalu memilih untuk duduk di pematang sawah. Arkhan pun ikut duduk di samping Rania.


“ Ibu selalu menanyakanmu,” Arkhan mulai membuka percakapan.


“ sebelum aku kemari, aku menjenguk ibu terlebih dahulu.”


“ Maafkan aku Rania.” Akhirnya kata itu terlontar dari bibir Arkhan. Ia lalu merengkuh bahu Rania dan mebawanya ke dalam pelukannya.


Hari sudah mulai siang. Akhirnya sepasang suami istri itu pulang kerumah sambil bergandengan tangan. Terlihat para petani yang mulai berdatangan . Suasana di persawahan itu mulai terlihat ramai.

__ADS_1


Hari demi hari berjalan seperti biasanya. Rania dan Arkhan pun sudah pulang ke rumah kediaman mereka. Ibu mertua Rania juga sudah sehat seperti sedia kala. Rania dan Arkhan menjalani kehidupan yang bahagia sebagai sepasang suami istri.


Rania mulai mulai merasa jenuh tinggal berhari – hari di rumahnya. Ia lalu meminta izin kepada suaminya untuk membuka butik kecil – kecilan. Arkhan yang merasa kasihan melihat istrinya, lalu mencari tempat untuk istri tercintanya membuka butik. Rania hanya terima bersih. Sebuah bangunan yang terletak di pusat kota, diantara beberapa kafe sudah tersedia untuknya.


Rania mulai merasa sangat beruntung karena telah dipertemukan Tuhan dengan pria itu. Baik, cerdas dalam berbisnis dan juga sangat memahamaminya. Wanita itu lalu menghubungi Lala, sahabatnya untuk ikut bergabung dengan usahanya.


Beberapa hari kemudian, Rania dan Arkhan segera menuju ke bandara utuk menjemput Lala. Sahabat Rania yang satu itu masih tetap sama, seperti waktu dulu. Namun, Rania dan Arkhan merasa sangat terkejut karena yang datang bukan hanya Lala. Nova dan Adit juga ikut serta.


“ Kejutaaaaaan…..,!” Nova berbicara sambil tersenyum kearah Rania dan Arkhan. Rania, Lala dan Nova saling berpelukan hangat. Adit dan Arkhan saling berjabatan tangan. Suasana di bandara terasa begitu hangat. Setelah itu mereka berlima lalu segera pulang dan mengatur termpat tinggal untuk ke tiga sahabat Rania itu.


\=\=\=++++++

__ADS_1


__ADS_2