Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Kedatangan Jordy


__ADS_3

Tiga hari kemudian……


Rania bangun di pagi hari seperti biasanya. Namun, hari ini ia berencana untuk tidak mengajak dua keponakannya untuk berjalan pagi. Hari ini ia berencana untuk berangkat ke apartemenya untuk mempersiapkan acara yudisium dan wisuda nya.


Mereka sarapan pagi bersama seperti biasanya. Setelah sarapan pagi, Rania lalu mandi dan berganti pakaian. Hari ini suasana hatinya lumayan bagus. Ia lalu memakai baju kaos berwarna merah , celana jeans berwarnna hitam dan topi hitam kesukaannya. Bedak disapukan tipis- tipis ke wajahnya dan lipstick berwarna merah mudah di saukan tipis –tipis ke bibirnya. Merasa semua persiapannya sudah beres, ia lalu berpamitan untuk berangkat ke kota.


Sonia sedang bersama ibunya di dapur. Meeka sedang memasak untuk makan siang. Anak – anak sedang bermain di halan, di awasi kakeknya. Tiba – tiba ada sebuah taksi yang memasuki pekarangan rumah itu. Kakek dan anak – anak merasa agak heran.

__ADS_1


Kedua anak itu berhenti bermain sejenak sambil melihat kearah taksi yang datang. Ternyata ayah dari kedua anak itu yang turun dari taksi. Kedua anak itu lalu berhamburan ke pelukan ayahnya . mereka terlihat sangat bahagia.


Kakek yang sedang melihat pemandangan itu menjadi sangat terkejut dan bahagia. Ia merasa akan ada kebaikan yang menghampiri rumah ini. Dalam beberapa hari ini, ia merasa sangat sedih dan berputus asa. Ia sangat khawatir memikirkan nasip putri sulunggnya. Dan ketika melihat kedatangan menantunya itu, ia mulai merasakan adanya secercah harapan.


Setelah memeluk ke dua anaknya, Jordy lalu menghampiri ayah mertuanya dan menjabat tangannya. Setelah itu ia segera membawa tas nya dan menyimpannya di kamar yang di tempati oleh istrinya. Ia sangat hafal dengan tempat itu karena ia tahu dengan jelas, setiap kali datang bersama istri dan anak – anaknya, sebuah kamar yang ada di pojok ruangan selalu menjadi kamar mereka. Kamar itu berada di lantai bawah, karena sangat aman untuk kedua anaknya.


Semula, ia berpikir bahwa ia memang sangat mencintai Clara dan bisa melupakan anak istrinya dengan sangat mudah. Ia mengira bahwa perasaannya terhadap Sonia sudah menguap dan hilang begitu saja. Setelah kepergian Sonia, ia mulai merasa sangat kehlilangan. Ia pernah mengunjungi Clara untuk memastikan perasaannya. Tetapi ternyata, bersama dengan Clara pun tidak bisa menutupi rasa kehilangan itu.

__ADS_1


Setelah pulang dari tempat Clara, Jordy lalu berpikir, merenung dan mengenang kembali semua kebaikan yang di berikan oleh Sonia. Semakin ia merenung, semakin ia merasakan kehilangan. Benar kata orang, perasaan cinta seseorang itu sebenarnya tidak penah hilang. Ia hanya mengendap dan bersembunyi di dalam lubuk hati yang keruh. Setelah menyingkap keruhnya hati, perasaan itu akan terpampang nyata dengan sendirinya.


Jordy lalu memutuskan untuk menjemput kembali istri dan kedua anaknya. Pagi itu, ia berangkat dengan menggunakan pesawat. Setelah pesawat mendarat, ia lalu menyewa taksi untuk datang ke tempat istri dan anak – anaknya.


Sonia dan ibunya masih berada di dalam dapur. Semua hidangan telah selesai di kerjakan. Sonia lalu mencuci wadah – wadah kotor yang tadi di pakainya untuk mengolah masakan. Ia tidak menyadari bahwa orang yang telah mengabaikannya telah datang untuk menjemputnya.


*****

__ADS_1


__ADS_2