
Pesawat yang ditumpangi Rania mendarat dengan selamat. Rania segera turun dan mencari taksi. Sebelum kerumahnya, Rania mampir di sebuah Toko Obat untuk membeli Pil KB. Didalam Taksi, Rania segera meminum sebutir Pil. Rania merasa sudah terlambat, tapi ia bersikeras untuk tetap meminum. Setelah itu ia lalu berangkat menuju ke rumahnya.
Taksi tiba di rumah. Rumah itu terlihat sangat sepi. Untung saja pintu rumah itu tidak terkunci. Pertanda penghuni rumah memang sedang bepergian, tetapi hanya di sekitar rumah saja. Rania lalu segera menuju kedalam kamarnya. Setelah menyimpan Tas nya, ia lalu segera mandi sepuasnya. Banyak sekali jejak yang ditinggalkan Arkhan pada tubuhnya. Rania kembali merasa frustasi mengingat kejadian semalam. Ingin sekali rasanya ia menangis sejadi – jadinya, akan tetapi ia tidak ingin kondisinya saat ini di ketahui kedua orang tuanya. Ia tidak ingin kedua orang tuanya merasa sedih karenanya. Ia akan mencari waktu yang tepat untuk menceritakan permasalahan yang di hadapinya saat ini.
Setelah selesai mandi, ia segera keluar dari kamar. Tercium aroma yang sedap dari dalam dapur. Rania segera menuju ke dapur untuk mencari ibunya. Ia tahu betul aroma masakan khas buatan ibunya.
Wanita separuh baya itu sedang sibuk berada di dapur. Ia tidak tahu kalau dirumah itu sudah ada seseorang yang sedang melihatnya sambil tersenyum. Rania lalu memeluk wanita separuh baya itu dengan hangat. Ibunya merasa sangat terkejut akan kehadiran Rania.
“Kapan pulang, nak ?” ibunya bertanya dengan perasaan haru.
__ADS_1
“Baru saja , Ibu “
“Mungkin aku akan lama bersama dengan ibu” Rania menjawab dengan dengan perasaan tawar.
Ibunya hanya bisa menatap penuh tanda tanya. Ingin sekali ia mencari tahu tentang kehadiran Rania yang sangat mendadak. Namun, ia segera mengurungkan niatnya. Sepertinya belum saatnya ia menanyakan perihal itu.
Wanita separuh baya itu menatap anaknya dengan tatappan penuh kaih sayang. Ia sangat tahu dengan jelas. Passti afa yang disembunyikan Rania darinya. Ia sangat memahami karakter anaknya yang lebih suka menyembunyikan masalahnya , karena tidak ingin kedua orang tuanya merasa ikut bersedih dan menjadi khawatir.
Rania duduk tepat disamping ibunya, bersandar dipelukan ibunya. Lama sekali ia bermanja – manja dengan ibunya. Ia merasa sangat bersyukur. Karena di usianya yang sudah mullai dewasa, Tuhan masih memberikan kesehatan bagi ke dua orangtuanya.
__ADS_1
Setelah cukup bermanja – manja dengan ibunya, Rania lalu pamit untuk isterahat. Memang saai ini, matanya sudah sangat mengantuk dan kondisi badannya kurang fit. Ia merasa tubuhnya sangat kelelahan dan butuh isterahat melepaskan penatnya setelah aktifitas yang melelahkan semalam. Rania lalu segera beranjak ke dalam kamarnya.
Setibanya di dalam kamar, ia segera merebahkan badannya di atas tempat tidur. Sejenak ia memikirkan kejadian semalam. Namun, cepat – cepat ia singkarkan ingatan itu. Akhirnya ia tertidur dengan sangat lelapnya.
Rania terbangun ketika hari sudah sangat sore. Ia lalu ke dapur untuk mencari makan karena merasa sudah sangat lapar. Setelah selesai makan, ia kembali lagi kedalam kamarnya. Ia lalu duduk sejenak didalam kamarnya . Setelah itu, ia menuju ke dalam kamar mandi dan mandi sepuasnya.
Setelah puas mandi dan berendam berlama – lama, Rania lalu bergegas keluat dan menggantim pakaiannya. Ia merasakan kondisi tubuhnya perlahan – lahan mulai pulih. Setelah berganti pakaian, Rania memilih untu tidak kemana- mana. Ia hanya ingin berdiam diri di dalam kamarnya.
*********
__ADS_1