
Pagi itu Rania sudah bersiap - siap dengan Tas kovernya. Ia akan berangkat Ke Bandung. Ia akan melanjutkan pendidikannya. Setelah semua persiapan sudah beres, ia lalu mandi dan berganti pakaian. Setelah berganti pakaian, ia menuju ke dapur, membuat segelas kopi untuk sarapannya. Hanya segelas kopi dan sepotong roti seperti biasanya.
Arkhan pun keluar dari kamar sudah dalam keadaan rapi. Rania yang melihat Arkhan hendak berangkat ke kantor, segera menghampirinya.
“ Aku akan berangkat hari ini !” pamit Rania padanya . Arkhan lalu berbalik dan menatap Rania. Tatapan yang datar. Tidak seperti biasanya.
“ baiklah, aku akan mengantarmu ke Bandara !” balas Arkhan. Rania hanya bisa mengangguk dan segera masuk kamar untuk mengambil tas nya. Arkhan menyambut tas itu dan segera memasukan kedalam mobil. Mobil itu lalu dibawa melaju menuju ke bandara.
“ Rahsiakan dulu urusan kita dari semua orang. Termasuk orang tuamu dan orang tuaku !” Kata Arkhan.
“ Kita akan meberitahukan kepada mereka setelah semuanya sudah benar – benar beres !” lanjut Arkhan. Rania hanya mengangguk –anggukan kepalanya sambil menatap keluar jendela mobil.
Mobil telah tiba di bandara. Bandara itu sudah sangat ramai. Arkhan membantu membawa tas Rania ke tempat ia akan cek –in. Rania segera cek – in. Barisan cek-in tidak terlalu panjang. Akhirnya Rania selesai cek – in dan masuk ke dalam ruang tunggu. Arkhan kembali ke dalam mobil. Mobil itu segera dibawa melaju menuju kantornya.
Rania naik ke atas pesawat dalam keadaan yang tenang. Ia merasakan beban yang ada di pundaknya terlepas. Walau hanya untuk sementara. Ia akan berjauhan dengan Arkhan. Dan itu adalah yang terbaik bagi mereka berdua untuk saat ini.
Pesawat akhirnya mendarat. Rania lalu naik taksi menuju ke apartemennya . setelah menyimpan tas nya di apartemen, ia langsung keluar lagi untuk mencari makan. Setelah makan seadanya. Ia menuju ke supermarket terdekat untuk membeli barang kebutuhannya. Rania lalu segera pulang.
__ADS_1
Banyak hal yang harus dikerjakannya. Mulai dari membersihkan apartemen dan perlengkapan – perlengkapan yang ada didalamnya. Menata ulang ruangan itu agar sedikit terlihat berbeda. Selesai beres – beres, Rania lalu mandi , berganti pakaian dan langsung tidur.
Sedangkan Arkhan….
Setiba dikantor, Arkhan tidak kemana – mana. Ia hanya duduk diam didalam ruangannya sambil temenung. Banyak dokumen – dokumen yang tergeletak diatas meja nya tapi tak satu pun yang ia sentuh. Ia duduk didalam ruangan itu sambil merokok. Asap mengepul didalam ruangan itu.
Beberaja jam kemudian, ia lalu pulang kerumahnya. Rumah itu terasa sangat sepi. Arkhan hanya bisa menatap hampa pintu kamar kosong milik Rania.
Rania terbangun jam 8 malam. Tubuhnya terasa sangat segar, tapi perutnya keroncongan. Ia lalu segera keluar untuk mencari makanan. Semangkuk bakso dan segelas es teh menjadi pilihannya. Tempat makan itu tidak terlalu jauh dari apartemennya. Dengan berjalan kaki beberapa menit saja ia sudah bisa menemukan tempat faforitnya itu. Rania makan dengan perlahan. Sambil makan, ia mulai memikirkan langkah – langkah yang akan dilakukan selanjutnya.
Setelah makan, Rania langsung pulang ke apartemennya. Duduk diam didalam kamarnya sambil berselancar di dunia maya. Setelah ia benar benar mengantuk, Rania lalu segera tidur.
Dan Arkhan…..
Arkhan berangkat ke kantor seperti biasanya. Menjalani hidup seperti biasanya. Pagi itu akan diadakan rapat antara pemegang saham. Arkhan tampil di ruang rapat dengan penuh percaya diri. Rapat antara pemegang saham pun di mulai. Tapi ada sesuatu yang berbeda kali ini. Terlihat seorang wanita muda yang cantik , juga turut hadir di tempat itu. Wanita muda itu hadir dengan penuh percaya diri.
Rapat antara pemegang saham pun berakhir. Arkhan segera berlalu pergi meninggalkan tempat itu. Tiba – tiba saja ia di kejutkan oleh sebuah suara yang memanggil namanya. Dan orang yang memanggil namanya itu tiba – tiba sudah berada tepat di hadapannya dan menghadang jalannya. Arkhan lalu mengangkat wajahnya dan menatap orang yang sedang menghadangnya, wanita muda itu. Wanita muda itu tersenyum dengan begitu manisnya sambul menggandeng tangan Arkhan. Arkhan dengan cepat melepaskan tangan itu dan ingin segera berlalu pergi dari ruangan itu. Wanita muda itu segera berlari – lari kecil untuk mengimbangi langkah Arkhan.
__ADS_1
Arkhan segera masuk kedalam ruangannya . Dan wanita muda itu dengan cepat menyusul Arkhan, masuk kedalam ruangannya. Arkhan duduk di kursinya sambil menatap tajam wanita muda yang sudah masuk dan duduk seenaknya tanpa dipersilahkan. “ Arkhan, kamu tegaaaa !” wanita itu sudah mulai nyerocos. Waktu di Australia, aku sering menelpon mu, tapi kenapa kamu tak pernah menjawab ?”
“ Aku sibuk !” Arkhan menjawab dengan begitu singkat.
“ hanya menjawab telpon beberapa menit saja kamu bilang kamu sibuk ?” wanita muda itu bertanya sambil menggeleng – gelengkan kepalanya.
“ Sandra…, tolonglah. Sekarang kepala ku lagi pusing. Tolong jangan ganggu aku. Keluarlah…!” Arkhan segera mengusir wanita muda itu keluar dari ruangannya. Tapi wanita muda itu tidak memperdulikannya. Ia lalu bangun dan memeriksa isi kulkas Arkhan, mengambil minuman dan duduk dengan santainya. Arkhan hanya bisa menatapnya dengan perasaan kesal.
Sekretaris Gosi tiba – tiba muncul didalam ruangan itu.
“ Sandra ?” sekretaris Gosi pun menyapa wanita muda itu.
“ Sejak kapan kamu datang ?” lanjut sekretaris Gosi.
Kedua nya lalu berbicara panjang lebar. Arkhan hanya duduk diam dan mendengarkan tanpa menimpali satu kata pun.
Sandra adalah sahabat baik Arkhan. Mereka sangat dekat sampai – sampai dikira sepasang kekasih. Persahabatan itu terjalin begitu lama. Sampai pada suatu saat, Arkhan mulai menyadari perubahan yang ada pada Sandra. Wanita muda itu sepertinya berharap lebih padanya. Arkhan lalu memilih untuk mulai member jarak pada wanita muda itu. Ia tidak ingin terkesan memberikan harapan palsu pada Sandra.
__ADS_1
******