Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Wisuda


__ADS_3

Hari yang dinanti – nantikan pun akhirnya tiba. Hari dimana Rania dan para sahabatnya akan wisuda. Kedua orang tua Rania sudah tiba sore tadi. Begitu juga dengan mertuanya dan….suaminya. Semua keluarga di biarkan menginap di hotel. Begitu juga dengan kedua orang tua Lala.


Pagi hari pun tiba. Rania dan Lala berdandan dengan sangat cantik. Mereka berdua tidak memanggil juru rias khusus karena pada dasarnya, Rania memang sudah sangat terampil dalam hal berdandan. Ia mendandani Lala terlebuh dahulu. Setelah selesai mendandani Lala, kemudian ia pun mendandani dirinya sendiri.


Gedung itu dipadati dengan mahasiswa yang akan wisuda hari ini. Sesi demi sesi acara pun mulai berlangsung. Terlihat Arkhan yang dengan gagahnya hadir di tempat itu. Pria itu terlihat tidak begitu antusias. Sesekali ia terlihat memainkan ponselnya. Banyak hal yang terlintas didalam kepalanya. Bagaimana perjalanannya bersama Rania ke depannya ?, Keputusan seperti apa yang harus diambilnya nanti ?, bagaimanan reaksi ibu dan kedua mertuanya nanti kalau saja pernikahan ini di akhiri.

__ADS_1


Rania dan Lala begitu antusias menghadiri acara ini. Senyum mengambang terlihat pada wajah keduanya. Begitu juga dengan keluarga mereka yang datang di tempat itu. Semua terlihat sangat bahagia.


Acara wisuda pun berakhir. Mereka tidak terburu – buru pulang karena ingin mengabadikan momen itu dengan foto bersama. Arkhan dan Rania terlihat seperti orang asing satu sama lainnya. Pose bersama keluarga dan sahabat sudah dilakukan. Ketika datang giliran Rania dan Arkhan akan berpose, situasi terlihat begitu canggung dan terasa sangat aneh.


Arkhan yang mulai menyadari kecanggungan itu, mulai berusaha untuk bersikap normal karena banyak tatapan mata yang tertuju pada keduanya dengan tatapan penuh tanda tanya. Ia mulai merangkul Rania dengan begitu hangat. Rania gelagapan. Namun ia pun mulai bersikap normal karena mulai menyadari situasi dan kondisi yang ada.

__ADS_1


Acara foto bersama sudah selesai. Rombongan kedua keluarga besar itu terlihat memasuki sebuah restaurant mewah. Restauran itu itu terlihat sepi karena hanya khusus disiapkan untuk Arkhan dan para tamunya. Makanan sudah tertata rapi diatas meja. Semuanya terlihat begitu bahagia.


Setelah makan bersama, rombongan kedua keluarga besar itu akhirnya pulang. Mereka semua pulang dengan wajah yang riang. Tetapi tidak begitu dengan Rania. Rania terlihat sangat kesal. Sedari tadi, Arkhan selalu saja mengusiknya. Tatapan mata Arkhan, perhatian dan kehangatan yang ia tunjukan saat makan bersama. Ia bersikap seperti seorang suami yang sangat perhatian pada istrinya. Sikap Arkhan yang mulai berubah, membuat Rania mulai merasa ketakutan. Ia takut kalau – kalau nantinya Arkhan tidak mau melepaskanya.


Mereka semua akhirnya pulang ketempat hunian sementara masing- masing. Rania merasa sangat kelelahan. Setibanya di apartemen, Rania lalu segera mandi. Setelah selesai mandi, ia lalu berganti pakaian alakadarnya. Matanya benar – benar mengantuk. Ia pun memutuskan untuk segera tidur.

__ADS_1


Berbeda denga Lala. Ia hanya mencuci muka ala kadarnya dan berganti pakaian. Setelah itu iapun ikut tidur di samping Rania. Kedua sahabat itu lalu tertidur sambil berpelukan.


*******


__ADS_2