
Rania memasuki gedung kantor itu dengan perasaan bercampur aduk. Disatu sisi dia sangat merasa malu dengan karyawan lainnya. Disisi lain dia harus tetap profesional menjalankan rugasnya sebagai karyawan magang.
Dia tetap melangkah dengan santai dan percaya diri, seolah - olah tidak pernah terjadi apa - apa. Walaupun tatapan aneh karyawan lainnya sudah membuat bulu kuduknya merinding.
Tiba - tiba Sinta datang mencarinya. "Rania, bos mencarimu. Segeralah ke ruangannya. " Kata Shinta.
Semua karyawan diruangan itu menatapnya dengan tatapan yang aneh. Tetapi Rania tidak mau memperdulikannya. Dalam hati Rania berkata, tenanglah Rania, semua akan berakhir setelah kamu selesai magang.
Rania bergegas menuju ruangan sang bos dengan setengah hati. Dia ingin menghindari pertemuan langsung dengan sang bos. Baginya kehadirannya dikantor itu tidaklah terlalu penting. Toh masih banyak karyawan yang sudah berpengalaman yang ada dikantor itu.
" Duduklah, apa kamu sudah benar - benar sehat ? kenapa tidak beristerahat beberapa hari lagi ?" Sang bos mulai membuka percakapan. Rania hanya bisa terdiam.
Tiba - tiba Shinta datang membawa segelas teh. " duduk diam disitu dan minumlah teh itu". Perintah Sang bos kepada Rania.
__ADS_1
Rania melihat nya sejenak dan mulai menikmati teh yang ada dihadapanya. Setelah segelas teh itu habis diminumnya, Rania pun bergegas kembali keruangannya.
" Sudah mau kembali keruanganmu ? Bukankah kamu belum melakukan pekerjaan mu ?" kata sang bos.
Rania membalik badan dan hendak bertanya tentang pekerjaan apa yang harus ia kerjakan.
Tiba - tiba sang bos merangkulnya dengan erat dan melumat bibirnya dengan begitu rakusnya. Kedua tangan Rania menolak tubuh pria itu tetapi tenaga pria itu lebih kuat beberapa kali lipat dibandingkan dengan tenaganya. Lutut Rania gemetar. Dia hampir terduduk dilantai ruangan itu. Untung saja rangkulan sang bos begitu kuat. Tubuh Rania menggigil dibuatnya.
" Pekerjaan mu yang paling utama adalah menciumku setiap pagi sebagai ucapan selamat pagi, dan menciumku sebelum waktu pulang setiap harinya. Kamu disini bukan cuma sebagai karyawan magang saja, selebihnya adalah sebagai calon istriku. Kamu sudah harus terbiasa dengan ku, dengan pelukan ku, sentuhan ku." kata sang bos.
" Ambilah Map dimejaku itu. Ada beberapa pekerjaan yang harus kamu kerjakan. Semuanya ada didalam map itu. Setelah kamu selesaikan, bawa kemari untukku secepatnya." Akhirnya sang bos mulai memerintah.
Rania segera mengambil map itu dan membawa keruanganya. Kehadirannya disambut dengan tatapan - tatapan aneh karyawan lainnya.
__ADS_1
Rania hanya bisa diam dan mengerjakan pekerjaan yang diperintahkan. Dengan hati - hati dia mengerjakan pekerjaan itu. Jari - jarinya mulai bermain diatas keyboard komputer.
Jam makan siang pun tiba. Rania segera ketempat makanan disediakan. Tidak lupa memesan es cream sebagai menu penutup.
Makan siang pun sudah dihabiskan Rania. Sekarang giliran makan es cream sebagai menu penutup. Tiba - tiba....
Sebuah tangan bergerak dengan cepatnya menyambar es cream tersebut. "Kamu belum benar - benar pulih. Es cream ini buat aku saja. Nanti kalau sembuh baru boleh makan sebanyak - banyaknya." Kata sang bos yang tiba - tiba sudah duduk didekatnya.
" Aku ingin es cream itu. Jangan campuri urusan makan - minum ku. " Rania berkata dengan tegasnya. Sedari pagi dia sudah menahan kesabaranya. Dan akhirnya watak pembangkanya mulai keluar.
Pria itu menatapnya dengan tatapan tajam penuh amarah. Rania sangat takut dan terburu - buru meninggalkan tempat itu.
*****
__ADS_1
🐾🐾🐾