
Rania Pulang kerumah dengan membawa rasa duka yang hanya bisa ia simpan didalam hatinya. Ia tidak ingin menunjukan kesediahannya didepan kedua orang tuanya. Biarlah kesedihan itu ia tanggung sendiri.
Rumah itu kelihatan sangat sepi, tidak ada aura bahagia yang terpancar seperti dulu. Wajah ayah dan ibu Rania sangat murung. Mereka sangat mencemaskan nasip putrinya yang sangat malang.
Sudah seminggu Rania pulang kerumah. Banyak hal yang ia coba kerjakan. Bermain layang - layangan dengan anak - anak kampung di lapangan, bermain disungai. sedikit demi sedikit kesedihannya mulai hilang.
Suatu senja, setelah bermain disungai dengan anak - anak kampung, ia dikejutkan oleh banyak kendaraan yang memasuki halaman rumah. Rania pun bertanya - tanya didalam hati, mengapa begitu banyak orang yang datang kerumahnya. mengapa rumahnya begitu ramai. sepertinya akan diadakan sebuah pesta, pesta apakah yang akan diadakan dirumahnya ?.
Rania sengaja mengintip dari ruang belakang. Diruang tamu, kedua orang tuanya sedang berbicara serius dengan seorang pria muda. Disamping pria itu, ada seorang wanita yang wajahnya sangat familiar. Wanita itu berbicara sambil mengangguk-anggukan kepala dan tersenyum. Sedangkan wajah pria muda itu sangat datar dan tegas.
Tiba - tiba Rania dipangggil untuk bergabung bersama di ruang tamu. " Rania, kami telah membuat kesepakatan, Nak Arkhan sudah setuju untuk menikahimu. Dia berjanji untuk menerima segala kekurangan dan kelebihanmu !". Pria muda yang ternyata bernama Arkhan itupun menatapnya sambil menganggukan kepalanya.
__ADS_1
Bruuuuuuuuukkk !
Rania Pingsan seketika. Pernikahannya yang gagal. Rencana pernikahan dengan pria yang tak dikenal. Semua itu membuat Rania sulit menerima. Semua terlalu cepat terjadi.
Rania dibawa kekamar tamu karena sulit membawanya kekamarnya yang ada dilantai atas. Arkhan mengangkat tubuh Rania dengan sangat hati - hati. Sesekali ia melihat wajah Rania.
Beberapa jam kemudian Rania pun mulai siuman. Orang pertama yang dilihatnya adalah Arkhan yang sedang menatapnya. Rania sangat terkejut dan langsung duduk diatas tempat tidur.
" Tanggalnya sudah ditentukan dan undangan pun sudah disebarkan. Patuhi saja, itu demi kebaikanmu juga !" Jawab Arkhan.
" Demi kebaikanku ? Demi kebaikanku apanya ? " Rania bertanya sambil menatap tajam mata Arkhan. Arkhan hanya dia dan berlalu keluar dari dalam kamar. Ia tidak mau membahas lebih lanjut. Ia tidak ingin membuat Rania merasa tersudut. Lebih baik ia diam dan melakukan yang terbaik demi menyelamatkan Rania.
__ADS_1
Arkhan adalah sepupu Rania yang tinggal di Jakarta. Mereka tidak pernah bertemu setelah Rania pindah dari Jakarta. Dua minggu yang lalu kedua orang tua Rania mengunjungi Arkhan dan Ibunya di Jakarta. Mereka berkunjung untuk membicarakan masalah Rania yang batal menikah. Sedangkan menurut mereka, Rania sedang mengandung darah daging Jovan. Mereka tidak ingin Rania mengandung tanpa sosok suami yang mendapinginnya.
Ibunya Arkhan yang baik hati menawarkan alternatif untuk menikahkan Arkhan dengan Rania. Akhirnya kesepakatan pun diambil. Arkhan akan menikahi Rania. Setelah anak yang dikandung Rania Lahir, Mereka berdua boleh memilih jalan masing - masing.
Segala persiapan telah dilaksanakan. Akad Nikah dirumah, dan resepsi yang akan dilaksanakan disebuah hotel di Jakarta. Rania terpaksa mengikuti kemauan kedua orang tuanya. Ia tidak ingin kedua orang tuanya kecewa untuk kedua kalinya.
Beberapa hari sebelum hari akad, Arkhan tidak pernah terlihat didalam rumah itu. Ia masih saja sibuk dengan urusan pekerjaan. Sedangkan Bibi dan kedua orang tuanya terlihat sangat bahagia. Ia bertanya - tanya dalam hati, apakah yang akan terjadi pada hari - hari selanjutnya didalam hidupnya ?
Takdir telah membawanya sampai pada titik ini. Dan ia pun harus tetap melanjutkan hidupnya.
*** Nulisnya lebih enak karena pake Laptop. Krisannya dong...! ***
__ADS_1