Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Kembali ke Apartemen


__ADS_3

Rania akhirnya tiba di apartemennya. Setelah tiba di apartemen itu, ia lalu meletakan tas nya dan keluar lagi untuk mencari makan. Ia makan di tempat makan biasa yang sering dikunjungi bersama dengan sahabat – sahabatnya. Sedang menunggu makanandan minuman terhidang, Rania lalu segera menelpon Lala. Sudah beberapa panggilan. Tetapi orang yang di telponnya didak menjawab panggilan itu. Rania memutuskan untuk segera makan saja karena makanan dan minuman yang di pesannya sudah terhidang di atas meja.


Sementara menikmati makan siangnya, tiba – tiba Jovan masuk dan duduk di hadapannya. Jovan pun segera memesan makanan dan minuman.


“ Kapan datang ?” Jovan bertanya sambil menatap Rania dengan tatapan penuh kerinduan. Rania tidak segera merespon pria itu. Ia sibuk mengunyah makanan yang ada. Setelah berpikir sejenak, ia lalu menjawab.


“ Baru saja ” Rania menjawab sambil terus mengunyah makanan.


“ Ada apa ?” Jovan bertanya karena melihat Rania yang meresponnya dengan dengan sangat dingin. Rania hanya mengeleng - gelengkan kepalanya.


Jovan menatapnya heran. Akhirnya hidangan untuk Jovan pun tersedia. Jovan mengunyah makanan itu dengan tidak berselera. Ia mengunyah makanan sambil sesekali melirik kearah Rania. Namun ekspresi dari wanita yang ada di hadapannya itu masih tetap sama seperti saat ia datang tadi.

__ADS_1


Rania sudah selesai makan. Ia memilih untuk menunggu Jovan makan sambil meminum pelan – pelan minuman dingin nya. Tiba – tiba ponselnya berdering. Panggilan dari Lala. Rania segera menjawab panggilan itu.


“ Aku sudah tiba di apartemen “ terdengar suara Lala dari layar ponsel.


“ Aku akan segera pulang, tunggulah “ Rania menjawab sambil memanggil pelayan untuk membungkus makanan untuk di bawa pulang.


“ Aku sudah memesan makanan untuk di bawa pulang, kamu jangan kemana – mana “ lanjut Rania. Ia lalu mematikan ponselnya.


Pesanna sudah terbungkus, Rania lalu segera beranjak dari tempat itu. Jovan segera menyusul Rania dan mengajaknya untk mengantarnya ke apartemen miliknya. Rania hanya menuruti saja kemauan Jovan. Mobil itu segera meluncur menuju ke arah apartemen milik Rania.


Mobil itu pun tiba di depan apartemen. Rania bergegas masuk ke dalam apartemen. Jovan memilih untuk tidak mengikutinya karena ia tidak ingin menggganggu wanita muda itu dengan kehadirannya. Rania segera masuk ke dalam apartemen tampa menoleh sedikitpun ke arah Jovan. Lala menyambut kedatangannya dengen memeluknya dengan sangat hangat.

__ADS_1


“ Ya ampun…., kangen ya sama aku !” Rania berbicara kepada sahabatnya sambil tersenyum dan balas memeluk sahabatnya itu dengan pelukannya.


Sudah habis peluk – pelukan dan kangeen – kangenan, Rania lalu menyerahkan makanan kepada Lala untuk dimakan. Lala menyantap makanan itu seperti orang yang belum makan selama seminggu. Tiba – tiba ia terbatuk, Rania segera berlari ke dapur untuk mengambilkan minuman buat sahabatnya itu.


Lala dengan segera merampas segelas air dari tangan Rania dan meminumnya dengan sangat cepat. Dan akhirnya ia bisa bernapas dengan lega .


Setelah selesai menyantap makanan, kedua sahabat itu duduk diruang tamu sambil bercerita. Mereka berbagi pengalaman satu sama lainnya . Lala berceoteh panjang lebar. Sedangkan Rania, hanya berbicara sedikit saja. Selanjutnya, ia hanya memilih untuk menjadi pendengar yang baik untuk sahabatnya itu.


Setelah cukup lama berbagi cerita, kedua sahabat itu lalu segera masuk ke dalam kamar dan tidur siang. Mereka tertidur dengan sangat lelap.


********

__ADS_1


__ADS_2