Pria Yang Tak Diinginkan

Pria Yang Tak Diinginkan
Clara


__ADS_3

Pesawat yang di tumpangi Arkhan akhirnya tiba di bandara. Terlihat sekretaris Gosi sedang menunggu di area parkiran. Arkhan segera masuk kedalam mobil. Mobil itu akhirnya melaju meninggalkan bandara. Kali ini Arkhan tidak langsung pullang kerumahnya. Ia menyuruh sekretaris Gosi membawanya langsung ke kantor.


Seperti biasanya, stumpuk map sedang menunggunya diatas meja. Arkhan langsung menyibukan dirinya untuk melihat – lihat, meneliti berkas berkas yang ada diatas mejanya. Ada beberapa yang ia tanda tangani, dan beberapa lainnya hanya ia koreksi saja untuk dilengkapi dan diperbaiki.


Sejenak ia lupa dengan permasalahan yang sedang dialaminya saat ini. Tiba – tiba ponselnya berdering. Panggilan dari ibunya. Ia segera menerima panggilan itu.


“ Sudah tiba nak !” terdengar suara dari seberang.


“ Bagaimana kabar menantu ku ?” tanya ibunya. Arkhan menghela napas berat. Dadanya kembali terasa sesak.


“ Rania baik – baik saja ibu !” jawab Arkhan singkat.


“ Kapan ia di wisuda ?” tanya ibunya kembali.


“ Awal bulan ini ibu !” jawab Arkhan seadanya. Ia memang tahu dengan pasti kapan jadwal wisuda Rania.

__ADS_1


“ Baiklah kalau begitu, ibu sudah tidak sabar ingin pergi menengoknya !” terdengar kembali suara dari seberang. Arkhan hanya bisa diam mendengarkan.


“ Baiklah kalau begitu, nanti ingatkan ibu kembali ya kalau sudah waktunya !” ibunya berbicara penuh harap.


“ Baiklah ibu !” jawab Arkhan singkat.


Pembicaraan itu pun berakhir. Arkhan menjadi sangat heran, mengapa ibunya sangat menyukai wanita itu. Ia memilih untuk merahasiakan apa yang terjadi antara ia dengan Rania. Ia tidak ingin ibunya merasa kecewa dengan menantu yang sangat ia sayangi. Itulah alasannya, mengapa Arkhan belum bisa membuat keputusan sama sekali. Ia takut, ibunya menjadi sangat kecewa.


Tak terasa, waktu begitu cepat berlalu. Sudah waktunya makan siang. Sekretaris Gosi tiba – tiba masuk bersama kekasihnya. Ia lalu mengajak Arkhan untuk makan bersama. Akhirnya mereka bertiga keluar bersama untuk makan siang.


Suasana rumah makan itu terlihat sangat ramai. Mereka bertiga memilih untuk duduk di pojok ruangan. Beberapa menit kemudian, makanan dan minuman sudah terhidang diatas meja makan. Arkhan makan dengan tenang. ekspresi wajahnya terlihat tidak bersemangat. Sekretaris Gosi dan Neta merasa heran melihatnya.


Wanita muda itu berparas sangat cantik. Kulit putih bersih, bibir merah merona. Bulu mata nya lentik. Rambutnya panjang melewati bahu. Berpakaian sangat sopan namun tetap elegan. Wanita muda itu terlihat begitu serius mengutak – atik ponselnya.


Arkhan tiba – tiba saja menghentikan makannya dan menatap takjub karah wanita muda itu. Sekretaris Gosi dan kekasihnya menjadi sangat heran dengan perubahan Arkhan. Tidak biasanya pria itu menenunjukan ketertarikannya secara langsung. Ia terkesan dingin dan agak tertutup. Namun reaksinya kali ini membuat mereka tercengang.

__ADS_1


Neta akhirnya menoleh kearah wanita muda itu dan memperhatikannya dengan lebih teliti.


“ Clara, ternyata kamu ?” akhirnya Neta berbicara menyebut nama wanita muda yang ada disampingnya itu.


“ Neta ?” wanita muda menyapa Neta sambil tersenyum ramah. Ia dengan segera menyimpan ponselnya ke dalam tas.


“ Lama tidak berjumpa !” lanjut wanita muda yang ternyata bernama Clara. Ia lalu menatap kea rah Arkhan yang sedang mengamatinya sedari tadi. Neta yang merasakan ketertarikan Arkhan terhadap Clara, segera memperkenalkan sahabatnya itu.


“ Kenalkan, ini Clara, sahabatku !” kata Neta sambil menatap kearah Arkhan. Arkhan yang sedari tadi terlihat begitu antusias terhadap kehadiran Clara, segera memperkenalkan dirinya.


“Arkhan !” Pria itu berbicara sambil tersenyum. Senyuman yang datar.


“ kamu tidak memperkenalkan nya kepada ku ?” tanya sekretaris Gosi tiba – tiba. Neta yang memang sedari tadi duduk di dekat kekasihnya itu segera spontan menginjak kaki Sekretaris Gosi dengan sekuat tenaga sambil menatapnya dengan tatapan tajam.


“ Aduh !” Sekretaris Gosi meringis kesakitan. Neta menatap Clara sambil tersenyum manis. Senyuman yang di buatnya semanis mungkin. Namun ketika melihat kembali kearah kekasihnya. Matanya kembali melotot. Arkhan hanya tersenyum – senyum melihat kelakuan sepasang kekasih itu.

__ADS_1


Pesanan Clara pun sudah tertata diatas meja. Wanita muda itu makan dengan sangat tenang. Arkhan memainkan ponselnya sambil mencuri – curi pandang ke arah Clara. Sekretaris Gosi hanya duduk diam sambil menundukan kepalanya. Ia tidak ingin kakinya menjadi sasaran kemarahan Neta.


********


__ADS_2