Queen Of Life

Queen Of Life
SatusLoro


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


"Buat tempat tinggal sementara sana! Aku ingin mengambil beberapa tumbuhan racun." Ucap Ana.


"Dasar maniak tumbuhan!" Gumam ketiganya pelan.


"Aku mendengar nya!!" Teriak Ana ketika berada cukup jauh dari ketiga orang itu.


Jiao dan Jingmi memutar bola mata nya malas dengan kompak.


Mereka mulai mendirikan gubuk untuk tinggal. Bukan, lebih tepatnya Shilin yang membuat nya.


Dua orang selain Shilin hanya duduk bersantai dengan Xixi. Mereka duduk di pohon yang telah terpotong. Mungkin seseorang telah berada di sana sebelum mereka.


Terlihat dari bekas ranting yang terbakar dan potongan potongan kayu.


Ana pergi menjauh dan menemukan beberapa tumbuhan racun yang sekiranya langka dan penting.


Dia tidak peduli jika di anggap maniak atau apapun itu. Toh yang mereka katakan benar ada nya.

__ADS_1


Brukk


Ana menabrak sesuatu yang datar dan keras. Untung dia seimbang dan tidak terjatuh.


"Aww!! Kalau jalan liat liat dong!! Kau buta ya!!" Ana terus menggerutu dan tidak sadar jika orang di depannya menatap nya.


Ia mendongak dan ingin mengomel tapi ia menelan nya lagi setelah melihat orang di depannya.


"Zhuting?" Ana mengangkat sebelah alisnya.


"Sedang apa kau di sini?" Tanya Ana menatap Zhuting dengan tatapan bertanya.


Bukankah tempat ini sangat berbahaya dan banyak orang ahli maupun pendekar? Sedang apa dia di sini?


Meskipun Ana tidak tahu di mana level Zhuting, tapi tetap saja ia khawatir. Dan dia merasakan gejolak emosi ketika melihat wajah Zhuting yang terkena goresan goresan benda tajam.


Zhuting tersenyum lebar ketika mendengar pertanyaan Ana. Sangat menyeramkan bagi orang lain yang melihat nya.


Senyum itu terlihat mengerikan dengan wajahnya yang babak belur dan ada sekitar 3 goresan benda tajam.


Ana bertanya tanya dalam benaknya. Mengapa orang ini tersenyum lebar ketika terluka? Orang ini benar benar aneh.


"Tidak, aku hanya bertemu beberapa pembenci." Ucap nya tersenyum.


Dia tidak tahu mengapa, tapi ia benar benar merasa senang hari ini. Walaupun ia terluka dan bertemu orang orang itu.

__ADS_1


"Biarkan aku mengobati mu." Ana mengeluarkan kotak P3K dari ruang dimensi nya.


"Kemarilah!" Perintah Ana setelah mengeluarkan kursi kayu.


Zhuting tidak menjawab dan hanya mengikuti apa perintah Ana.


Ana meraih kapas dan membersihkan darah yang masih mengalir di wajah Zhuting. Dia meringis melihat Luka luka yang tidak begitu parah di wajah Zhuting.


"Mengapa kau di sini? Apa kau tidak tahu jika di sini sangat berbahaya? Kau ini bodoh atau tolol? Membuat orang kesal saja! Jika kau ingin mendapat luka, aku bersedia untuk memukulmu beberapa kali!" Ana mengomel tanpa henti dengan tangan yang masih mengobati Zhuting.


Tidak tahu mengapa, Ana merasa sangat khawatir dengan Zhuting. Dia bahkan merasa bersalah karena tidak melindungi Zhuting.


Adegan itu seperti seorang Kakak yang sedang memarahi Adik nya yang telah berbuat kenakalan.


Walaupun mereka hanya bertemu satu kali sebelum nya, tapi Ana tidak terlihat risih seperti bersama dengan orang asing.


Jika itu bukan Zhuting, dia bahkan tidak akan repot repot bertanya dan menyapa. Tapi ini adalah Zhuting! Dia tidak bisa tidak peduli dengan nya.


"Ya ya ya, maafkan aku. Aku tidak akan mengulanginya lagi. Aku hanya berpikir, mengapa kau terlihat khawatir dengan luka yang kudapatkan?" Zhuting menaik turunkan alisnya menggoda.


"Siapa yang peduli denganmu? Aku tidak bisa membiarkan seseorang terluka seperti mu." Ucap Ana cemberut.


Zhuting terkekeh dan menggelengkan kepalanya.


"Ada sesuatu yang harus ku urus, aku akan pergi. Terimakasih telah mengobati luka ku!" Ucap Zhuting tersenyum dan melesat pergi.

__ADS_1


"Dasar orang gila! Tidak tahu terimakasih!" Gerutu Ana dengan mengerucut kan bibir nya.


__ADS_2