Queen Of Life

Queen Of Life
PitongpulohEnem


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


.


Kini Tasya dan Liu Yaoshan telah sampai di lembah api. Saat mereka sampai disana, kedua nya tak lagi menaiki si burung elang besar itu. Yah lembah api ini hanya dapat di masuki oleh orang orang yang memiliki kultivasi minimal level 7. Sedangkan hewan spiritual yang bisa memasuki lembah ini adalah minimal nya level tinggi.


Sudah dua hari mereka menunggangi si elang. Dan sekarang mereka malah berjalan santai tanpa beban padahal banyak sekali hewan level tinggi keatas yang berkeliaran.


"Udah sore gini kenapa hawanya masih saja panas?"gumam Tasya dengan wajah bodoh nya. Walaupun ia tak terpengaruh oleh panas nya aura disana, namun tetap saja ia terganggu.


"Istri, kau kepanasan?"tanya Liu Yaoshan yang sedari tadi menggandeng tangan Tasya. Takut hilang kata nya.


"No! aku hanya merasa sedikit kesal saja. Oh ya kapan kita akan sampai?"tanya Tasya melirik ke arah Liu Yaoshan.

__ADS_1


"Mungkin setelah beberapa hari?"


"Beberapa hari apanya! kita ini sudah sampai di bagian tengah lembah api lohhh. Biasanya hal yang lumayan berharga disimpan di sekitar sini. Lihat itu! itu adalah bunga lotus hitam yang lumayan berharga. Disini banyak sekali hal hal yang dianggap berharga oleh orang orang pada umum nya."ucap Tasya kemudian membabat habis semua tanaman obat, racun dan bunga bunga yang menurutnya akan berguna nanti.


Liu Yaoshan hanya menggeleng kan kepalanya pasrah melihat Istri nya yang seperti sedang merampok itu.


"Ayo Shan Shan!"ucap Tasya menarik tangan Liu Yaoshan dan melangkah pergi, namun sebelum satu langkah. Mereka telah di kerumuni oleh 6 ekir hewan spiritual level tinggi tingkat 13.


"Ah aku sudah lama tak berolahraga"ucap Tasya menyeringai.


"Shan Shan, kau diam saja oke.. aku ingin bermain dulu.. tidak baik lohhh mengganggu orang bermain hehehe"lanjut Tasya terkekeh senang.


Liu Yaoshan menghela nafas pasrah dengan perilaku Istri nya ini. Ia mengangguk menyetujui perkataan Tasya dan dengan perlahan ia mundur.


Dengan bersamaan 6 hewan level tinggi itu menerkam Tasya. Namun sebelum itu, Tasya telah berpindah tempat ke belakang kerumunan hewan itu. Tasya terkekeh geli saat mereka menggeram marah karena ia menghindar.


"Aihh kalian ini ya.. kalau ingin mati langsung ngomong aja dong.. tidak perlu basa basi.. to the point aja kali"ucap Tasya membelai pedang nya.


Kemudian Tasya mengangkat pedang nya dan mulai lah baku hantam diantara mereka. Benar benar mengerikan melihat perang saudara ini ups!! maksudnya perang antar hewan dan manusia.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian~


"Haaah tak kusangka untuk menghabisi mereka aku membutuhkan waktu selama ini tanpa energi Qi"ucapnya pelan.


Liu Yaoshan menatap heran pada Istri kecil nya yang terlihat sedikit kecewa itu.


"Mengapa ekspresi wajah mu itu tak enak sekali untuk di pandang? Apa yang membuat mu tak puas hm?"tanya Liu Yaoshan mencubit pipi Tasya gemas.


"Shan Shan!! sakit tahu"ucap Tasya cemberut seraya mengalihkan pandangannya.


"Baiklah maaf ya Istri ku yang manis"ucap Liu Yaoshan tersenyum lebar.


"Emang aku ini permen apa manis"gerutu Tasya meninggalkan Liu Yaoshan yang tersenyum puas melihat wajah menggemaskan Istri nya.


Liu Yaoshan menatap para hewan spiritual yang telah tak bernyawa itu dengan dingin. Ia melambaikan tangan nya kearah hewan hewan itu dan dengan perlahan 6 batu kristal roh mengarah pada telapak tangan nya.


Entah seberapa kuat Liu Yaoshan ini, mungkin jauh lebih kuat dari Tasya.


"Huhh Istri ku yang manis kau harus memuji ku setelah ini karena telah membawakan kristal roh ini. Ah aku tahu kau sekarang berubah menjadi pecinta uang walaupun kau telah memiliki sangat banyak"gumam Liu Yaoshan menghela nafas.

__ADS_1


Ia harus bersabar karena Istri nya yang dulu penurut, lemah lembut, ramah, baik dan ceria itu berubah menjadi dingin, datar, terkadang bar bar, menyebalkan, jahil dan keras kepala. Haaah hanya satu yang tak berubah yaitu perasaan nya (Tasya) pada nya (Liu Yaoshan).


Mungkin hubungan mereka kali ini akan lebih seru dari pada yang dulu. Ia sangat berharap jika hubungan mereka tidak seperti dulu yang berakhir Istri kecil nya ini meninggalkan nya. Tapi siapa yang tahu takdir mereka akan lebih rumit dari yang ia bayangkan. Tidak ada yang akan tahu takdir mereka berdua untuk kedepan nya.


__ADS_2