Queen Of Life

Queen Of Life
Telulimo


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


.


Selang beberapa lama kabut tebal ditempat Rey mulai menghilang dan terlihatlah sesosok pemuda dengan darah merembes keluar dari mulutnya dan nafas yang tak beraturan.


Tasya yang melihat Kakak nya itu baik baik saja diam diam Tasya tersenyum tipis.


'Ah aku terlalu berlebihan mengkhawatirkannya' Batin Tasya.


Ditempat Rey juga terlihat boneka kayu itu telah tak berbentuk lagi. Rey berjalan menuju tempat Tasya.


"Guru aku telah selesai" ucap Rey lalu duduk di sebelah Tasya.


"Ya" ucap Tasya datar.


Sedangkan yang lainnya juga sudah mulai kelelahan dan mulai merencanakan trik untuk mengalahkan boneka itu. Kelemahan boneka kayu itu memang dibuat berbeda oleh Tasya karena ia ingin mereka menggunakan otak dan juga untuk mengetes kecerdasan milik mereka.


Satu per satu dari mereka telah selesai bertarung dan pergi ke tempat Tasya. Tasya hanya menghela nafas kasar dan memberikan pil penyembuh tapi hanya dengan kemurnian 10% untuk mereka.


"Setelah ini kalian akan berburu hingga pukul tiga sore dan harus pulang membawa hewan jika tidak, kalian akan dihukum" ucap Tasya santai.


"Baik guru"ucap mereka semua bersamaan.


Mereka pun berdiri dari duduknya, terlihat bahwa mereka masih kelelahan namun mereka tetap masih semangat. Tapi jika Tasya memberikan pil dengan kemurnian 100% maka mereka akan kembali pulih dengan cepat dan sayangnya Tasya sengaja memberi mereka dengan kemurnian 10% itu.


Beberapa lama kemudian mereka berangkat untuk berburu dan Tasya masuk kedalam ruang dimensinya untuk berlatih bersama keenam spirit beast mlikinya.

__ADS_1


"Hei queen mengapa kau menyuruh mereka berburu? padahal kita memiliki banyak makanan" tanya Black menghampiri Tasya.


"Untuk menguatkan otot dan fisik mereka" ucap Tasya santai seraya menuju tempat latihannya.


Sedangkan Amel dan yang lainnya berburu dengan membawa panah di tangan mereka.


Sangat sulit untuk mendapat seekor kelinci di hutan ini, mereka para hewan yang tanpa memiliki kultivasi tidak akan lama hidupnya di hutan ini karena mereka akan diburu oleh para hewan spiritual. Karenanya hewan yang seperti kelinci, rusa dan hewan tanpa kultivasi lainnya hanya terbatas disini.


Beberapa jam kemudian~


Mereka semua satu persatu kembali ke mansion dengan luka ringan dibeberapa bagian tubuh mereka.


Tasya merasa mereka telah kembali pun langsung keluar dari ruang dimensi dan menghampiri mereka.


"Guru aku membawa hewan roh level 2" ucap Quon tersenyum manis.


Memang mereka yang mendapat hewan buruan rata rata mendapat hewan roh dan ada 1 hingga 2 dari mereka yang membawa kelinci gemuk.


Mereka yang mendengar itu pun langsung meletakkan hewan buruan mereka kedalam wadah di samping Tasya.


"Istirahat 10 menit lalu naik turun bukit belakang mansion" ucap Tasya datar.


"Ba.. baik" ucap mereka kompak.


Wadah yang berisi hewan buruan itu, Tasya memasukkan nya kedalam ruang dimensi agar tetap segar dan tidak membusuk.


10 menit kemudian mereka mulai menaiki bukit yang kurang lebih 15 km kepuncaknya.


Sedangkan Tasya, ia mengerjakan pekerjaannya sebagai ratu dan leader. Ia banyak menerima laporan laporan keuangan yang mulai naik dengan pesat sehingga di Istana Awan gudang harta harus bertambah. Di Istana Black Dragon juga sama seperti di Istana Awan.


"Jika begini terus maka aku akan sulit untuk menghabiskan uangku hehehe" gumamnya seraya terkekeh pelan.


"Queen jangan seperti itu, kau juga harus merayakannya dan memberi kita makanan enak yang banyak" ucap Yuan yang melihat Tasya bergumam itu.

__ADS_1


"Ya ya ya pergilah ke luar dan beli makanan sesuka kalian" ucap Tasya seraya melempar sekantung koin emas untuk mereka.


"Ah kau yang terbaik Queen" ucap mereka kompak lalu memeluk Tasya.


"Lepas aku.. aku tidak bisa bernafas bodoh" ucap Tasya kesal.


"Hehehe maaf Queen, kita pergi dulu dahhhh" ucap Felix lalu melambaikan tangan nya dan pergi keluar menuju ibu kota diikuti oleh yang lainnya.


"Huhh mengapa dokumen dokumen ini sangat banyak?" tanya Tasya seraya memijat pelipisnya saat melihat tumpukan dokumen yang menggunung.


》》》


Hari sudah mulai petang dan suara jangkrik menggema di sekitar mansion yang ditempati oleh Tasya. Tasya masih berkutat dengan pekerjaannya hingga dia menyuruh salah satu robot maidnya untuk memasakkan mereka semua.


Mereka semua masih belum kembali dari tadi. Tasya hanya acuh tak acuh karena ia yakin jika mereka akan baik baik saja.


Beberapa waktu kemudian~


"Guruuuu kami kembali" teriak mereka bersamaan seraya masuk kedalam mansion dengan nafas tak beraturan dan keringat yang sesekali menetes.


Mereka terduduk di lantai akibat kelelahan dan Tasya yang mendengar teriakan mereka pun terkejut. Ia sebelumnya sangat serius dengan pekerjaannya tetapi malah dikagetkan oleh teriakan mereka.


"Jangan berteriak, kalian mengagetkan aku" ucap Tasya kesal dan tiba tiba muncul di depan mereka.


"Maaf guru" ucap Jiao.


"Hmm kalian pergi mandi sana, setelahnya kita akan makan malam dan aku lupa memberi kalian makan siang" ucap Tasya tersenyum konyol.


"Guru kau sungguh kejam" ucap Jingmi menampilkan wajah yang errr.. menjijikan!


"Hentikan itu dan bergegaslah jika tidak, kalian tidak usah makan sekalian" ucap Tasya dengan tampang datarnya.


Mereka yang mendengar ucapan Tasya pun segera pergi kekamar mereka masing masing dengan wajah lelah dan takut.

__ADS_1


__ADS_2