Queen Of Life

Queen Of Life
Seket


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


.


.


Mereka hanya mendengus kesal dengan sifat Tasya yang tidak pernah berubah sama sekali. Merasa kesal karena dibiarkan tidak tahu apa apa tentang untuk apa kesini sebelum matahari, mereka duduk dengan menahan kesal.


Kurang lebih sudah 4 jam mereka menunggu matahari tenggelam. Sekarang telah banyak dari mereka yang telah tertidur di atas pohon maupun bawah pohon.


Tasya mulai membuka matanya saat tahu jika matahari akan mulai tenggelam sebentar lagi.


"Sudah saatnya"gumam Tasya seraya berdiri dari posisi nyaman nya.


"Hei kalian bangun lah!!"seru Tasya.


Mereka semua satu persatu mulai terbangun mendengar suara Tasya yang membahana itu.


"Fyuhh berdirilah kalian, sebentar lagi kalian akan tahu apa yang ku maksud kan"ucap Tasya memandang kearah danau.


"Baik"ucap mereka serentak. Ya mereka sangat penasaran dengan apa yang terjadi nantinya.


Beberapa saat kemudian, Matahari tenggelam dengan sempurna dan sedikit demi sedikit mulai muncul keanehan di danau pelangi itu. Mereka semua merasa ada hal yang sangat aneh.


"Guru ada apa ini?"tanya Quon.


"Lihat saja dulu "ucap Tasya santai.

__ADS_1


Danau pelangi yang awalnya tenang dan berwarna biru biasa, kini mulai berubah menjadi warna pelangi sedikit demi sedikit. Sangat indah!! setelah beberapa saat danau pelangi itu telah sempurna berwarna pelangi.


"Sangat indah"gumam mereka terkagum.


"Apakah kita kemari hanya untuk ini?"tanya Rey memicing.


"Bukan! tunggulah sebentar lagi"ucap Tasya tanpa menoleh.


Danau pelangi yang telah tenang setelah perubahan warna itu pun mulai muncul pusaran air di tengah danau.


"Apa itu?" tanya Amel.


"Ayo masuk"ucap Tasya kemudian masuk ke pusaran air tersebut.


"Guru!!"seru mereka saat Tasya terjun kearah pusaran.


"Aku akan menyusul nya"ucap Amel lalu terjun kedalam pusaran.


Sedangkan mereka yang masih ada di tepi danau pun ikut terjun. Ya mungkin saja hal inilah yang mereka tunggu sejak tadi.


"Haiihh lama sekali mereka"gumam Tasya memutar bola matanya malas.


Amel yang tadi menyusul Tasya sekarang jatuh dengan tidak elite nya di sebelah Tasya.


"Aww mengapa aku mendarat dengan cara seperti ini?"ucap Amel menggerutu.


"Kau ini mana yang la.."


Ucapan Tasya terpotong oleh suara benda jatuh dari arah belakang nya.


"Awww sakit"ringis mereka kecuali Shilin yang berdiri tegak.


"Eh? dimana ini? kukira kita akan mati saat masuk ke pusaran air tadi"tanya Amel bingung dan melihat sekelilingnya.

__ADS_1


"Kita tidak akan mati dengan semudah itu. Kehidupan kita masih panjang"ucap Tasya seraya berjalan menyusuri goa.


"Guru sedang apa kita disini? apa disini banyak sekali harta karun?"tanya Jiao.


"Bukan itu tetapi disini adalah tempat dimana kartu AS kita tersimpan" ucap Tasya tersenyum misterius.


"Jika begitu aku ingin melihatnya"ucap Quon.


Menyusuri goa dengan sesekali mengajukan pertanyaan pada Tasya, mereka tidak menyangka jika didalam pusaran air yang terlihat menakutkan itu terdapat Goa yang indah.


"Kita sudah sampai"ucap Tasya berhenti mendadak diujung goa itu.


"Guru tidak ada apa apa disini"ucap mereka melihat sekelilingnya.


Tasya hanya mengacuh kan pertanyaan mereka dan menoleh kesamping kanan nya yang terdapat dinding goa, dia menghadap ke dinding itu lalu mengeluarkan berlian merah yang dipenuhi ukiran dengan ukuran sebesar kepalan tangan.


Mata Tasya terpaku pada lubang kristal di dinding itu yang seukuran dengan berlian ditangan nya. Dia memasukkan berlian itu pada kristal besar yang berlubang itu.


Saat itu juga dinding goa tersebut terbuka. Tasya mengajak semua temannya untuk masuk kesana.


"Woahhh"kagum mereka pada tempat itu.


"Disini mengapa banyak sekali harta? Guru bilang kita kemari untuk kartu AS tapi ini"ucap Sheng penasaran dengan binar di matanya.


Bagaimana tidak? di tempat itu banyak koin, emas batangan dan perhiasan yang menggunung. Jika orang lain tahu pasti sudah ludes dicuri.


"Memang disini adalah harta karun yang ditinggalkan oleh ibuku dari dunia atas yang telah meninggal dibunuh oleh raja kegelapan, tetapi ada hal yang lebih berharga dari ini"ucap Tasya lalu berjalan ke arah suatu benda yang mengambang diudara.


Kemudian Tasya meletakkan giok berwarna biru dari sakunya keatas benda mengambang itu dan seketika bersinar dengan sangat terang. Sesaat kemudian muncullah 1000 orang berjubah biru dengan aura yang sangat kuat.


Orang orang itu pun berlutut pada Tasya yang tersenyum lebar.


"Guru siapa mereka?"tanya Quon.

__ADS_1


"Mereka adalah.."


__ADS_2