Queen Of Life

Queen Of Life
SangangpulohEnem


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


"Siapa suruh mengabaikan ku!"Ucap Shilin dengan mengangkat bahu nya dan berjalan dengan santai menuju pohon yang terdapat Xixi di atasnya.


Tasya, Jiao dan Jingmi dengan susah payah keluar dari tumpukan salju yang menimpanya.


"Shilin!!" Teriak ketiganya berlari ke arah Shilin untuk membalas.


》》


Setelah adanya perang bola salju, mereka mulai berjalan dengan santai menuju tempat yang di tuju.


Tidak ada yang menarik di pegunungan salju ini. Walaupun ada banyak tumbuhan obat dan racun yang langka, tapi di hadapan 4 orang itu tidak ada harganya sama sekali.


Tumbuhan tumbuhan itu bahkan tidak layak untuk mereka. Pikir Xixi dengan jantung yang berdebar.


Beberapa meter dari mereka, sekelompok orang yang menggunakan mantel tebal dengan rata rata usia 50 hingga 70 membuat sebuah gubuk di bawah pohon besar.


Hari sudah sore menjelang malam. Namun tidak ada persiapan dari Tasya dan teman teman nya untuk beristirahat.


Mereka mendekati sekelompok orang itu. Mereka penasaran mengapa orang orang tua ini menginginkan Bunga kristal tujuh kelopak.

__ADS_1


"Kurasa mereka tidak begitu kuat."Ucap Jingmi memainkan ekor Xixi yang berada di pelukan nya.


"Hmm."Tasya hanya berdehem dan melihat peta.


"Mulai sekarang panggil aku Ana! Tidak ada Tata ataupun Tasya." Lanjutnya setelah beberapa detik.


Ke tiga orang di sebelahnya saling memandang. Dengan bersamaan mereka berkata, "Baiklah.. Ana."


[Mulai sekarang Tasya di panggil Ana aja ya biar ga ribet]


Ana memasukkan peta nya kembali dan melangkah kan kaki nya mengikuti ketiga temannya.


Ketiganya saat ini telah berada di depan Ana karena berjalan lebih lambat dan mendorong mereka untuk berjalan di depan.


Bukan takut atau apa, dia hanya sedang malas bicara dan melihat sekeliling nya. Alasan dirinya ke sini bukan hanya untuk mencari bunga kristal tujuh kelopak.


Dan dia merasakan 1/3 kekuatan nya berada di sekitar pegunungan salju ini.


"Maaf, bisakah saya bertanya?" Suara Jiao membangunkan Ana yang sedang melamun.


"Ya?" Kakek tua dengan jenggot putih berbalik dan menatap keempat nya.


Ia mengerutkan keningnya dan berfikir.


Anak anak muda yang berada di depan nya ini untuk apa mereka di sini? Pada saat ini, pegunungan salju di penuhi dengan banyak para ahli.


Jika anak anak muda ini berkeliaran di pegunungan salju ini maka akan celaka oleh para ahli yang merasa tersaingi.

__ADS_1


Bahkan sejak dirinya berada disini, sudah beberapa kali ia di serang oleh sekelompok orang ahli.


Akibatnya, dua orang dari mereka telah mati mengenaskan.


Tapi melihat keempat anak muda ini, mereka bahkan tidak memiliki luka sedikit pun.


"Bisakah kami bertanya, bunga kristal tujuh kelopak berbentuk seperti apa?"Tanya Jingmi.


Mereka mengutuk Ketua Sekte Awan karena tidak memberikan gambar bunga kristal tujuh kelopak itu.


"Ah apa?"Tanya Kakek tua itu linglung.


"Bunga kristal tujuh kelopak berbentuk seperti apa?"Tanya Jingmi sekali lagi.


"Ohh! Anak muda! Kalian ini mencari bunga itu?"Tanya kakek itu.


Di mata semua orang, mereka ini adalah anak kecil yang suka bermain.


"Ya!" Jawab ketiganya kompak.


Ana memutar bola mata nya malas.


Jika seperti ini, mereka seperti anak kembar beda orang tua, pikir Ana.


Mereka berbicara tanpa henti dan kakek tua itu menunjukkan sebuah gambar yang menggambarkan bunga kristal tujuh kelopak.


Ana yang berada di belakang merasa terabaikan. Ia menghela nafas dan berjalan ke potongan kayu untuk duduk di sana.

__ADS_1


Orang yang lainnya terfokus pada apa yang mereka lakukan tanpa melihat Ana. Sungguh gadis kecil yang diabaikan!


__ADS_2