Queen Of Life

Queen Of Life
Seketsongo


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


.


Tasya yang sadar dengan sekeliling nya pun menarik aura nya kembali.


'Tunggu saja setelah semua selesai seleksi selesai maka aku akan menghukum mu!'batin Tasya kembali tenang.


****


Mereka berjalan dengan santai ke luar hutan dan berkumpul di tempat para tetua dan yang lain nya menunggu. Tampak nya mereka yang terlalu rajin:'v. Belum ada yang keluar sebelum mereka ber sembilan.

__ADS_1


Setelah sampai, mereka langsung memberikan kristal inti Spirit Beast yang mereka dapat ke panitia untuk dihitung. Kemudian mereka pergi dan menemukan tempat untuk duduk. Tasya mengeluarkan dua sofa panjang untuk mereka duduki.


Mereka menunggu hingga pengumuman lolos seleksi kedua. Dapat di pastikan bahwa mereka ber sembilan lolos. Dan yang lolos seleksi kedua ini berjumlah 800 orang saja.


Setelah nya, mereka kembali ke penginapan. Mereka masuk ke kamar masing masing untuk berkultivasi. Dan Tasya ke ruang dimensi nya untuk menghukum Sky. Dia sangat kesal dengan Sky yang menyebalkan itu.


"Sky! keluar lah"ucap Tasya kesal. Sky pun menghadap Tasya dengan bentuk roh nya.


"Apa? kau akan menghukum Yang Mulia ini? hei jangan seperti itu, aku dulu sangat di hormati oleh Ratu Kehidupan terdahulu dan kau malah ingin menghukum ku? sungguh kau ini melanggar peraturan karena tidak menghormati Yang Mulia ini tahu"ucap Sky yang masih dengan gaya angkuh nya.


"Peduli apa aku dengan peraturan itu hah? dan lagi jika aku tidak menghormati mu maka sudah dari awal aku sudah melempar mu ke dasar jurang! sekarang kau berendam lah di kolam lava itu"ucap Tasya menunjuk kearah kolam.


"Diam!! cepat lakukan hingga aku menyuruh mu kembali" potong Tasya dengan tegas.


"Baiklah" balas Sky pasrah. Jika dia tidak menuruti, ia takut akan di tambah lagi hukuman nya.


"Hmm cepat"ucap Tasya lalu pergi ke tempat Spirit Beast nya yang menahan tawa nya karena Sky yang angkuh itu dihukum juga akhirnya.

__ADS_1


Sky mulai memasuki kolam lava itu perlahan. Saat kakinya menyentuh lava, dia langsung dengan cepat menenggelamkan dirinya disana. Tubuhnya terasa sangat sakit dan dia tidak bisa berbuat apa apa lagi dan pasrah saja.


"Queen mengapa kau meminta nya ke kolam lava itu? pasti ada alasannya kan?"tanya Blue santai.


"Ya, aku ingin dia tidak memiliki kelemahan. Dan panas adalah kelemahan nya, aku mencoba menghilang kan kelemahan nya dengan cara itu.


Ibu pernah bercerita pada ku jika Nenek meninggal saat melawan monster yang sangat kuat dengan element api hitam dan lava. Roh pedang yang ada di genggaman nya sama sekali tidak bisa berbuat apa apa karena element mereka yang bertentangan"ucap Tasya memandang Sky yang berusaha menahan kesadaran nya agar tidak pingsan.


"Begitu ya.. lalu kapan dia akan keluar dari kolam lava itu?"tanya Felix.


"Sesuka ku"ucap Tasya acuh yang membuat Spirit Beast milik nya menghela nafas panjang.


"Kau ini bisakah kau melihat jika dia sangat takut sebelum menenggelamkan dirinya di kolam lava itu?"tanya Black.


"Aku tahu itu.. biarkan saja dia dulu"ucap Tasya Meminum minuman nya.


Sedangkan Sky merasa di permainkan oleh Tasya karena ia melihat Tasya yang sedang bercengkrama dan duduk santai. Dia berfikir jika Tasya tidak menginginkan nya. Oleh karena itu dia akan disingkirkan dengan alasan hukuman.

__ADS_1


Dia sangat kesal namun tidak bisa berbuat apa apa. Bahkan bergerak saja ia susah dan ia merasa tubuhnya sudah mati rasa. Lama kelamaan kesadaran nya mulai terenggut.


Tasya yang melihat itu pun meminta Black membawa Sky ke salah satu kamar. Setelah sampai di salah satu kamar, Tasya memberikan pil dan menyuruh Black meminumkannya pada Sky. Dalam sekejap Sky kembali pulih dan Sky mungkin sudah kebal dengan lava dan sejenisnya karena bantuan dari pil milik Tasya.


__ADS_2