Queen Of Life

Queen Of Life
PitongpulohTelu


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


.


Tasya hanya mengangkat bahu


nya acuh kemudian melenggang pergi bersama Liu Yaoshan yang sedari tadi diam.


"Apa kita akan berlatih di danau?"tanya Quon pada teman teman nya.


"Iyaaa"jawab Jiao yang masih merasa kesal dengan Tasya.


"Lia, apa kau ingin minum?"tanya Liu Changhai dengan tangan nya yang memeluk Amel dari belakang.


"Tidak Changhai, ayo kita berangkat sekarang"ucap Amel lalu melepaskan pelukan dari Liu Changhai dan berdiri bersiap untuk pergi.


"Baiklah"


****

__ADS_1


Kini Tasya dan Liu Yaoshan akan menuju ke lembah api dengan menaiki burung elang yang sangat besar. Burung elang itu adalah salah satu teman Tasya.


"Shan Shan, kau tahu tentang teratai salju?"tanya Tasya menarik narik tangan Liu Yaoshan seperti anak kecil.


Liu Yaoshan tersenyum lembut seraya mengelus kepala Tasya.


"Yang aku tahu, teratai salju akan di jaga oleh monster yang sangat kuat mengingat jika teratai salju adalah hal yang langka di dunia bawah ini. Teratai salju juga hanya tumbuh 200 tahun sekali"jelas Liu Yaoshan.


"Hmmm baiklah nanti kau saja yang melawan monster nya ya, dan aku akan mengambil nya heheh"ucap Tasya tersenyum lebar.


"Kau mengorbankan aku demi teratai murahan itu? Kau sangat kejam sayang"ucap Liu Yaoshan dramatis.


"Heiii aku tahu kau ini masih sangat kuat bahkan kekuatan mu bertambah. Mana mungkin monster rendahan itu bisa mengalah kan mu? Lagi pula teratai yang kau bilang murahan itu adalah barang yang ku butuhkan saat ini"ucap Tasya lalu mencubit lengan Liu Yaoshan keras.


"Awww.. iya iyaaa, aku akan menuruti semua permintaan mu Yang Mulia"ucap Liu Yaoshan mengecup punggung tangan Tasya.


"Elang raksasa apa kau lelah? Kita sudah terbang hampir seharian penuh lohhh. Aku saja yang tidak melakukan hal apapun merasa lapar" ucap Tasya mengelus perut rata nya.


Si elang hanya memutar bola mata malas. Ia adalah hewan spiritual walaupun masih level menengah tapi dia bisa terbang selama tiga hari tiga malam tanpa berhenti.


"Baiklah kita istirahat dulu"ucap Liu Yaoshan yang tak tega dengan Istri kecilnya.


Elang itu pun bersiap untuk mendarat.


"Ini untuk mu"ucap Tasya memberikan pil penambah energi pada elang itu setelah mereka turun.

__ADS_1


"Baiklah aku akan mencari makan dulu, kau tunggu disini saja"ucap Tasya menepuk kepala elang lumayan keras.


Elang itu merintih saat Tasya menepuk kepalanya. Hei kepala adalah bagian yang sangat terlarang bagi dirinya (Elang). Ia memandang Tasya dengan tatapan memelas.


Tasya tidak menghiraukan si elang yang memelas dan malah melenggang pergi bersama Liu Yaoshan.


Keduanya memilih untuk berburu saja dari pada memakan makanan instan terus menerus. Ingat makanan instan tidak akan baik jika dikonsumsi setiap saat. Haah padahal Tasya selalu memakan cemilan yang berpengawet dari zaman modern.


Mereka berdua bagi tugas, Tasya mencari bumbu dan Liu Yaoshan mencari hewan buruan. Beberapa saat kemudian Tasya duduk di tepi sungai untuk menyalakan api.


"Ana, aku kembali!!"seru Liu Yaoshan.


Tasya memutar bola matanya malas. Nama nya selalu berubah ubah. Yah walaupun Ana adalah panggilan nya dulu ketika dia masih berada di dunia atas. Dia dikenal dengan nama Yang Mulia Ratu Ana.


"Hmm baiklah kemarilah"ucap Tasya.


****


Setelah ke dua nya selesai makan, mereka berniat beristirahat di sana. Liu Yaoshan mulai membangun gubuk yang nyaman menggunakan kekuatan nya.


"Ana kau tahu.."


"Tidak"ucap Tasya menggeleng.


"Aku belum selesai bicara sayang!"ucap Liu Yaoshan kesal.

__ADS_1


"Hehe iya bicara lah"ucap Tasya menggaruk tengkuk nya.


Mereka kini telah berada di tempat tidur yang Tasya dapat dari ruang dimensi. Kedua nya berbaring dan saling memeluk satu sama lain. Sungguh hal yang langka untuknya yang biasanya tak memiliki ekspresi itu.


__ADS_2