
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
"Jika kau tidak berguna! Maka aku akan memburumu hingga mati!!" Seru Shilin pada makhluk itu.
Makhluk itu mengecil dan berubah menjadi naga kecil yang sangat imut namun terkesan dingin.
Naga Es menyalurkan energi qi nya dan berada di atas perut rata Tasya. Wajah yang tadinya pucat, kini berangsur angsur memulih.
Semua yang ada disana menghela nafas lega.
Tak lama kemudian mata indah milik Tasya terbuka perlahan. Dengan lambat ia memposisikan dirinya untuk duduk.
Tenggorokan nya terasa kering kemudian ia mengadahkan tangannya dan muncullah sebotol air mata surgawi.
"Huhh!" Tasya menghela nafas setelah meneguk air 1 botol penuh.
"Kau seperti tidak minum selama beberapa tahun saja." Ucap Jiao terkekeh kecil.
Tasya cemberut lalu pandangan nya jatuh pada naga kecil berwarna biru kristal di tanah.
"Kau Naga Es?"Tanya Tasya menyentuh ekor nya dan mengangkat nya.
"Akhh!! Hei lepaskan aku! Apa yang kau lakukan?!"Ucap Naga Es itu kesal.
Tasya hanya mengangkat bahunya acuh dan membawa naga kecil itu tepat di depan wajahnya.
Ia membolak balikkan tubuh naga kecil itu seperti orang yang heran dengan bentukan nya.
__ADS_1
"Tidak buruk!"Ucap Tasya melemparkan naga kecil itu ke tanah.
"Akhh ini menyakitkan!"Seru Naga kecil itu.
Ia melupakan jika dirinya memiliki sepasang sayap yang bisa ia gunakan saat Tasya melemparkan nya. Bodoh! Pikir semua orang.
"Kau menindasku!"Ucap Naga Es kecil itu menggoyangkan ekornya dengan marah. Bukannya terlihat marah, ia malah terlihat sangat imut.
"Oh siapa namamu?"Tanya Jiao menunduk untuk melihat Naga Es kecil.
"Orang orang menyebutku Naga suci."Ucap Naga kecil duduk di tanah dan meredakan amarah nya.
"Aihh.. itu bukan nama tapi jenismu,"Tasya terkekeh dan melanjutkan, "Aku akan menamaimu kalau begitu."
Tasya mengetuk pipi nya yang lembut dan matanya menatap keatas tanda nya berpikir, nama apa yang akan ia berikan.
"Oh! Aku tahu! Kau mulai sekarang di panggil dengan nama Xixi! Bukankah itu terlihat kuat sangat jantan?!"Ucap Tasya bangga dengan nama yang ia berikan.
Xixi? Semua orang menjatuhkan rahangnya. Itu terdengar sangat imut di telinga dan di mana nya yang terlihat jantan?
"Bagaimana menurut mu Xixi?"Tanya Tasya tersenyum manis, sangat manis sampai orang yang melihatnya diabetes:v
Naga Es hanya pasrah dan mengangguk kan kepala nya. Bagaimanapun juga, gadis kecil ini adalah orang yang membebaskan nya.
Ia berniat menjadi hewan kontrak gadis kecil itu. Ia tahu identitasnya tidak sederhana. Namun sebelum ia bisa mengatakan keinginan nya Tasya telah menyela.
"Xixi, tunjukkan jalan kaluar nya!"Perintah Tasya.
"Baiklah."Ucap nya mengangguk dan memimpin jalan.
Mereka terus berjalan tanpa ada topik pembicaraan.
Hening.
__ADS_1
Hanya terdengar suara kaki dan tanah yang saling beradu. Samar samar, mereka mendengar suara air yang jatuh dari ketinggian.
Di ujung kegelapan, terlihat cahaya kecil yang semakin membesar ketika mereka mendekati nya.
"Woahhhh.. Ini sangat indah!!"Ucap Jiao kegirangan saat mencapai pintu keluar dari ruang bawah tanah yang sangat gelap.
Semua menatap kagum apa yang ada di depan mereka. Taman yang bertabur bunga warna biru kristal dan air terjun emas yang di kelilingi oleh tumbuhan tumbuhan langka.
Di tengah tengah terdapat batu persegi yang mengapung.
Tasya melirik teman teman nya yang memandangi dengan kagum. Ia berfikir, jika taman ini ia pindahkan ke ruang dimensi tempat berlatih, maka itu akan sangat berguna untuk nya dan teman teman nya.
Ruang dimensi tempat mereka berkumpul dan berlatih, mereka biasa menyebutnya dengan "tempat berlatih". Dan ruang dimensi milik Tasya pribadi, ia tak menamainya.
Walaupun ruang dimensi milik Tasya pribadi jauh lebih luas berkali kali lipat, tetap saja tempat berlatih mereka sangat luas.
"Apa itu?"Tanya Jingmi menunjuk kearah batu persegi yang mengapung.
"Oh dan mengapa air terjun itu berwarna emas?"Tanya Jiao seraya menggenggam beberapa tangkai bunga kristal.
Xixi menggeleng tanda tak tahu. Tasya yang melihat itu hanya menghela nafas kemudian menyentuh air emas dan menghirupnya.
Matanya berbinar ketika kata manis memenuhi hidung nya. Lalu melangkah ke arah baru yang mengapung dan melihat apa yang ada di atasnya.
Matanya jatuh pada sebuah kotak yang di ukir dengan rumit. Sebelum ia bisa menyentuh nya, tangannya berhenti.
Huh! Dia mendengus kesal dan mengeluarkan sedikit kekuatan nya untuk mengambil kotak itu. Jika ia mengambil nya dengan tangannya sendiri, itu akan membuatnya tidak memiliki tangan!
Kotak itu telah di lindungi oleh sesuatu yang kuat.
Tasya berjalan ke teman teman nya setelah berhasil mengambil kotak itu. Saat sampai di depan mereka, Tasya membuka kotaknya dengan element nya yang kuat.
"Buku?"Tanya mereka bingung.
__ADS_1
Di dalam kotak itu terdapat sebuah buku kuno yang terlihat lusuh dan di samping nya terdapat jarum kristal yang hampir transparan.