Queen Of Life

Queen Of Life
Telulikur


__ADS_3

Happy reading***


.


.


.


.


"Hohoho aku sudah lama ingin berjalan jalan tanpa beban dan sekarang aku bisa. Aku harus bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan baik hohoho.." ucap Tasya girang.


_________________________________________________________________》》》》


Saat ini Tasya telah berada di pasar dengan menggunakan cadar dan gaun modern berwarna biru muda. Tasya manjadi pusat perhatian dari semua orang yang menatap kagum padanya.


"Hmm beli apa ya? Ah makanan itu mungkin enak" ucap Tasya seraya berlari menuju toko makanan.


"Woahh ini manis, mau yang lain juga"gumam Tasya berbinar dan berlarian kesana kemari untuk membeli makanan dan berbagai jajanan dipasar.


"Ah aku sangat kenyang" Ucap Tasya setelah banyak membeli berbagai jenis jajanan.


Dilain sisi


Seorang lelaki berpakaian serba hitam dan menggunakan jubah berwarna ungu sedang melihat kearah seorang gadis kecil bergaun biru muda dengan menggunakan cadarnya ya gadis itu adalah Tasya.


"Lihatlah dia seperti anak kucing yang mendapatkan mainan" ucap seorang lelaki disampingnya.


"Hmm" dehem seorang berjubah ungu itu seraya tersenyum tipis yang tidak disadari oleh lelaki disampingnya.


"Hei sikap dinginmu itu mengapa tidak hilang hilang? padahal kau sudah menemukan milikmu. Dan aku masih belum menemukan milikku, itu juga sungguh tidak adil huhuhu" ucap lelaki disampingnya yang memakai jubah hitam.


"Diam" ucap lelaki berjubah ungu dengan dingin.


"Baiklah" ucap lelaki berjubah hitam dengan kesal.


Kembali ke Tasya..


Saat Tasya sedang memilih aksesoris di salah satu toko perhiasan, ia merasa ada yang mengawasi nya.

__ADS_1


"Aku rasa dari tadi ada yang mengawasi ku tapi tidak ada pergerakan, ah bodoamat lah yang penting tidak membahayakan aku"monolog nya seraya memilih perhiasan apa yang cocok untuknya.


"Paman aku ingin yang ini" ucap Tasya seraya memberikan perhiasan itu pada penjual.


"Pilihan yang bagus nona, ini adalah salah satu barang terbaik di toko kami" ucap si penjual dengan senyum manisnya.


"Hh begitukah? Tapi aku juga menginginkan tusuk konde di sebelah pojok itu paman" ucap Tasya seraya menunjuk kearah tusuk konde yang cukup usang.


"Ah nona ini adalah tusuk konde yang ditemukan di pegunungan suci. Seseorang menjualnya dengan harga murah kerena tampilan nya yang sudah cukup usang" ucap si penjual.


"Baiklah paman saya beli tusuk konde yang itu dan yang saya pilih tadi. Berapa yang harus saya bayar untuk itu" ucap Tasya


"5 koin perak nona, saya akan membungkus nya terlebih dahulu" ucap si penjual lalu membungkus barang yang dibeli oleh Tasya.


"Baiklah ini untukmu" ucap Tasya seraya memberikan 10 koin perak.


"Tapi koin anda kebanyakan untuk membayar"ucapnya seraya memberikan bungkusan perhiasan Tasya.


"Tak apa itu untuk mu, aku pergi dulu" ucap Tasya seraya berbalik.


"Terimakasih Nona atas kebaikan anda" seru si penjual saat melihat Tasya pergi.


Saat Tasya akan pergi ke rumah pelelangan, Tasya melihat orang orang berkerumun di tengah jalan.


"Bibi ada apa ini? Mengapa semua orang berkerumun di tengah jalan?" tanya Tasya kepada salah seorang disana.


"Seseorang di pukuli karena Ayahnya telah berhutang pada rumah pelelangan tetapi Ayahnya membayar hutang dengan memberikan Putrinya kepada pihak rumah pelelangan tetapi gadis itu menolak dan dipukuli oleh para penjaga didepan semua orang" ucapnya.


"Hmm terimakasih Bibi" ucap Tasya lalu berjalan masuk ke kerumunan.


Sesampainya Tasya di tengah kerumunan, ia melihat seorang gadis dipukuli menggunakan balok kayu hingga gadis itu meraung dan meminta maaf.


"Hei lepaskan gadis itu" seru Tasya seraya memberikan tatapan dingin.


"Tak usah ikut campur dengan urusan kami nona" ucap salah satu penjaga.


"Bagaimana bisa, saya ingin memasuki rumah pelelangan dan terhalang oleh kalian, apa ini perlakuan kalian terhadap pelanggan?" ucap Tasya


"Maaf nona tetapi gadis ini tidak mau menurut" ucap penjaga.

__ADS_1


"Biarkan dia ikut dengan saya, dan berapa jumlah hutangnya? Saya akan membayar untuk nya" tanya Tasya dengan tatapan dingin.


"Hutangnya 20 koin perak nona" ucap penjaga itu dengan sopan karena ia melihat Tasya menggunakan pakaian dengan bahan yang mahal dan terlihat berbeda.


"Baiklah ini uang nya jadi jangan ganggu dia lagi" ucap Tasya seraya memberikan sekantong uang.


"Terimakasih kami tidak akan mengganggu nya lagi" ucap penjaga itu lalu masuk ke dalam rumah pelelangan.


"Apa yang kalian lihat?, silahkan kembali ke aktivitas kalian semula" seru Tasya lalu membawa gadis yang ia tolong memasuki rumah pelelangan dan memesan ruangan untuk nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**Eps 23 selesai~~


ketemu lagi sama thor ini~


jika ada saran maupun kritik yok komen~


jika suka silahkan likeπŸ‘~


Jangan lupa Vote juga yo~~


See youuuπŸ‘‹πŸ˜‰**

__ADS_1


__ADS_2