Queen Of Life

Queen Of Life
PitongoulohWolu


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


.


Karena mereka di dunia ini hanya menemukan beberapa saja yang memiliki level 8. Namun orang tadi sangat kuat hingga mereka tak bisa mengetahui level nya.


Keesokan harinya, Tasya keluar dari ruang dimensi nya.


Ekspresi nya sudah kembali seperti biasa. Dan sekarang ia berjalan santai ke tempat bunga teratai salju dengan Blue yang berada di pundak Tasya. Blue mengecil hingga ukuran nya sama seperti burung biasa pada umumnya.


"Blue kau yakin arah nya kesini? Aku rasa ada yang tidak mengenakkan akan terjadi"ucap Tasya.


"Aku bisa merasakan aura teratai salju itu Queen. Kau mungkin tahu bahwa hal tak mengenakkan itu berasal dari depan sana." Blue memandang sebuah batu besar yang di tumbuhi oleh tanaman tanaman rambat.


"Hm? Dimana teratai salju itu? aku tak bisa melihat nya di sekitar sini"Tasya mengedarkan pandangan nya ke sekeliling.


"Di sana"ucap Blue menunjuk ke arah belakang batu besar.


Tasya tak menjawab, ia langsung berjalan kearah batu besar itu. Namun saat ia tepat berada di depan batu besar itu ia berhenti.


Dia mendongak.


Melihat betapa besarnya batu yang ada di hadapan nya.


Dia heran, mengapa batu di hadapan nya bisa sebesar ini? Dia seperti kerikil jika di bandingkan dengan batu di hadapan nya.


Tangan nya terulur untuk menyentuh batu itu.


Saat tangan nya menempel di batu itu, tanah bergetar hingga Tasya refleks menarik tangan nya dan mundur beberapa langkah.


Batu itu bergerak.


Tak lama setelah itu, batu yang tadi nya bergetar hingga tumbuhan rambat yang menempel pada batu itu perlahan lahan semua tumbuhan itu menghilang. Dan hanya menyisakan lumut hijau yang licin.


"Batu macam apa ini?" Ucap Tasya saat melihat batu itu bergetar hebat membuat lembah api juga ikut bergetar karena nya.


"Itu bukan batu Queen! Jangan ceroboh!!" Seru Blue mengepakkan sayap nya.


"Batu itu.. monster?" Tanya Tasya terkejut melihat batu besar itu berubah menjadi memiliki kaki besar, tangan besar dan memilki kepala berbentuk kotak.


"Pffthh--" Tasya menahan tawanya melihat monster berkepala kotak itu.


Ia jadi teringat dengan kepala kotak berwarna hijau di tv ketika di zaman modern.


"Queen mengapa kau tertawa? Bukankah monster ini menyeramkan? Lihat lah mata nya yang berwarna merah dan lumut yang menempel padanya menjadi berwarna hitam..."


"..Ditangan nya juga menggenggam sebuah kapak besar. Jika kapak itu mengenai tubuh mu maka akan di pastikan, kau akan hancur!"Ucap Blue.

__ADS_1


Tasya hanya acuh tak acuh.


Monster jelmaan batu itu menggeram.


"Hei! Jangan mengeluarkan suara seperti itu!! suara mu sangat jelek tahu"seru Tasya mengusap telinga nya kesal.


Monster itu bertambah marah saat mendengar perkataan Tasya.


"Apakah ini adalah monster penjaga teratai salju?" Tanya Tasya pada Blue.


"Kau benar Queen"


Monster itu mengayunkan kapak nya. Saat kapak itu akan menyentuh tubuh Tasya, ia langsung dengan cepat menghindar.


Tasya mundur dan meloncat ke salah satu dahan pohon.


Monster itu mengayunkan tangan nya dan mencabut pohon yang di pijak oleh Tasya. Tapi tepat sedetik sebelum pohon itu tercabut, Tasya telah meloncat kebawah.


Pohon itu dilempar ke sembarang arah oleh monster itu saat menyadari Tasya berada di bawah dan berdiri dengan sombong.


Grrrrhhh


Monster itu mengamuk dan menyerang Tasya dengan kekuatan nya yang besar. Namun Tasya hanya dengan santai nya menghindar. Setelah Tasya benar benar bosan dengan monster kepala kotak itu.


Dia jadi ingin mencoba seberapa kuat pedang jelek nya.


"Sky" seru Tasya.


Sky muncul dan berada di tangan kanan Tasya dengan wujud pedang.


"Hngg.." Sky sangat kesal dengan ucapan Tuan nya ini yang seolah olah ia tak berguna.


"Hei monster jelek! bisakah kau berhenti dulu? Apa kau tidak lelah huh?"Ucap Tasya menangkis kapak besar menggunakan Sky.


Grrrhhhhhh


Monster itu menggeram marah.


Tasya tersenyum sinis melihat kemarahan monster berkepala kotak itu. Tak mau berlama lama lagi, Tasya menekan pedang nya dan kapak besar itu terlempar jauh.


"Heh! Seharus nya kau tak menghalangi ku."Ucap Tasya menyeringai.


Tasya melompat keatas pundak monster itu. Monster yang merasa terancam pun mengguncang tubuh nya agar Tasya jatuh. Namun seolah olah kaki Tasya memiliki perekat yang menempel di pundak monster itu.


Dia menggelengkan kepala nya pasrah melihat kegilaan monster itu. Kemudian ia mengangkat Sky dan menancapkan nya pada punggung monster itu.


Groooarrhhhh


Jerit monster itu saat mendapat tusukan pedang pada punggung nya.


Tasya melompat dan mendarat di salah satu dahan pohon yang berada di dekat nya.


Perlahan monster kepala kotak itu membeku.

__ADS_1


Krkkk


Suara retakan terdengar di tubuh monster yang membeku itu. Retakan retakan itu mulai memanjang dan tak lama kemudian hancur berkeping keping.


Monster yang baik, kau harus tiada karena melawan nya, pikir seseorang dari kegelapan.


Setelah nya, Tasya berjalan dengan anggun kearah teratai salju yang memiliki warna biru dengan dikelilingi oleh rintikan salju. Tangan nya terulur untuk mengambil teratai salju itu.


"Jika aku menanam nya dan teratai ini menjadi banyak nanti, aku akan bertambah kaya!" Ucap nya berbinar.


"Queen jangan lupa teratai salju itu untuk ku bukan untuk di tanam ataupun di jual" sahut Blue.


"Apa sih! lagi pula teratai ini ada dua, betapa beruntung nya aku.. hehe.. milik mu satu dan milik ku satu" ucap Tasya dengan riang.


Dia meletakkan teratai salju itu di ruang dimensi. Salah satu nya ia letakkan di sungai air surgawi dan satu nya lagi telah di bawa oleh Blue.


"Saat nya pulang"seru nya dengan riang.


Sebelum ia kembali, ia mulai membabat habis tanaman tanaman langka yang berada di lembah api dan menyisakan tanaman yang masih kecil.


Semua hewan roh tidak berani untuk menghentikan nya setelah melihat monster terkuat di lembah itu dikalahkan dengan sangat mudah oleh nya.


"Sudah lah lain kali aku akan ke sini untuk mengambil beberapa lagi, sudah saat nya aku kembali. Lagi pula aku sudah memiliki banyak tanaman langka di ruang dimensi"ucap nya.


Dia memejamkan mata nya dan berteleport ke tempat berlatih teman teman nya.


****


"Hei Changhai bisakah kau diam? Kau disini hanya menggangu konsentrasi kami saja. Akan lebih baik jika bersama Black saja dari pada kau"ucap Jiao kesal.


Pasal nya, sedari tadi Liu Changhai selalu berbicara banyak. Sampai sampai Amel juga sangat kesal dengan nya. Sedangkan Black hanya menggeleng kan kepala nya.


Sejak Tasya pergi, mereka selalu ribut dengan Liu Changhai yang memiliki sifat jahil dan konyol ini. Sangat berbeda dengan Liu Yaoshan yang memiliki sifat dingin dan acuh tak acuh.


"Eheemm" dehem Tasya yang sudah berada disana.


"Ana! lihat lah mereka semua membully ku. Istriku juga ikut membully ku. Kau harus memberi aku keadilan"ucap Liu Changhai merengek pada Tasya.


"Untuk saat ini jangan memanggil ku Ana"ucap nya mengingatkan.


"Jangan percaya pada nya, dia selalu mengganggu konsentrasi kami saat sedang berlatih. Bisakah kau mengirimnya kembali? Lebih baik dia kembali dari pada disini yang hanya menjadi pengganggu" ucap Amel.


"Kacang!! kau membuat mereka kesal padamu jadi, apa kau menggangu mereka?" Tanya Tasya tersenyum paksa pada Liu Changhai.


"Tidak tidak, aku hanya bercerita saja tadi"ucap nya memelas.


"Dia berbohong"ucap Yihua yang diangguki oleh mereka semua.


"Aiihh aku akan mengirimmu kembali kacang! temani lah Kakak mu disana. Pasti sebentar lagi disana akan ada banyak genangan darah?"Ucap Tasya.


"Hah? Apa?" Tanya Liu Changhai bingung.


Tasya menyentuh plakat untuk ke dunia atas dan mengalir kan energi nya hingga Liu Changhai terkirim ke dunia atas. Dan saat ia di dunia atas, Liu Changhai melihat banyak sekali kepala tanpa tubuh.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" Monolognya.


Saat ini ia telah berada di Istana milik Kakak nya atau Liu Yaoshan.


__ADS_2