
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
Cahaya itu mulai menghilang dan terlihat Tasya yang hanya diam dengan tatapan datar nya.
"Akhir nya selesai juga"gumam Tasya.
****
Disisi lain~
Seorang Pemuda dengan aura yang mencekam di sekeliling nya sedang terengah engah. Sangat terlihat jika hati nya tidak dalam keadaan yang baik.
Di hadapan nya berdirilah sesosok berpakaian serba hitam dan wajah keduanya terlihat sama.
"Apa yang harus kulakukan?"gumam nya.
Sudah sedari tadi ia melawan pemuda yang mirip dengan nya itu, namun diri nya juga ikut terluka. Otak nya dipenuhi dengan pertanyaan pertanyaan yang berusaha ia jawab sendiri.
Yah Pemuda itu adalah Rey, saudara kembar dari Tasya yang dengan mudah nya menghilangkan tiruan nya.
__ADS_1
Meskipun ia kesal dengan ilusi terakhir ini, namun dia juga tidak bisa ceroboh dan rencana yang telah tersusun dengan rapi akan berantakan.
Rey berfikir, mungkin saja jika ia membunuh tiruan nya maka ia juga akan ikut terbunuh atau mungkin ia akan gagal dalam ilusi terakhir ini. Tiruan nya yang sangat mirip dengan nya itu mulai menyerang nya lagi, seakan tak memiliki rasa lelah.
Dengan cepat Rey menghindari serangan serangan yang di arahkan pada nya. Dia tidak bisa menyerang balik atau diri nya akan terluka lagi. Tiruan nya melontarkan kata demi kata yang membuat wajah Rey memerah menahan amarah.
Namun Rey tidak lupa jika yang di hadapan nya ini hanyalah tiruan yang dibuat khusus. Pasti memiliki titik kelemahannya sendiri. Selama ini ia hanya menyerang dari depan mengakibatkan ia terluka cukup dalam.
'Apakah kelemahan nya terletak pada kepalanya? Aku tidak merasa sakit saat menyerang belakang kepala nya' batin Rey seraya menangkis semua serangan yang di arahkan pada nya.
Kemudian ia mengepalkan tangannya dan mengarahkan tinju nya tepat di pelipis tiruannya. Namun saat tangannya mengenai pelipis tiruannya, dia merasakan sakit nya juga.
Entah apa yang dipikirkan oleh nya, mengapa ia melakukan hal sekonyol itu! lihat lah wajah nya yang ber ekspresi jelek itu, sangat konyol!!. Tiruan nya yang terkena tinju dari Rey terlempar ke samping meninggalkan Rey yang menggaruk kepalanya heran.
Lalu tangan nya beralih menyentuh pelipis nya yang terasa sakit akibat kekonyolan nya. Haah sungguh memalukan untuk nya yang seorang wakil dari sembilan orang terpilih.
Kini tiruannya bangun dan berdiri dari posisi jatuh nya.
"Tidak"jawab Rey singkat.
Rey kembali ke posisi yang siap menyerang kapan saja, dia merasa bodoh saat ini. Masalah ini saja sudah membuat nya sakit kepala apalagi nanti saat mengahadapi pasukan Raja Kegelapan?
'AKHHH APA YANG HARUS KU LAKUKAN!!!' batin nya berteriak frustasi namun masih mempertahankan wajah datar nya.
"Jangan terus berfikir karena kau tidak akan dapat lolos dalam ilusi ini. Hadapi saja aku"ucap orang di depannya dengan nada mengejek.
"Diam lah dasar plagiat" ucapnya dingin.
__ADS_1
Rey merasa lucu saat mengatakan plagiat dengan lantang nya.
"Plagiat?"tanya tiruannya meremehkan.
'Aku sangat kesal dengan ekspresi meremehkan nya itu!!' batin Rey mendengus kesal.
Tiruan nya mengangkat pedang nya lagi dan mulai menyerang Rey dengan membabi buta. Tiruan nya ini pasti ingin cepat menyelesaikan seleksi terakhir ini. Huh ini sangat menjengkelkan untuk Rey.
Sama seperti sebelumnya, Rey hanya menangkis dan sesekali melempar pedang tiruannya yang mengincar dada nya.
'Aihhh kukira titik kelemahannya berada dalam kepala nya' batin Rey.
'Tapi saat aku memukul kepala bagian belakang nya, aku tidak merasa sakit sedikit pun. Belakang kepala, kepala bagian belakang? Tadi aku meninju kepalanya tapi tetap tidak berhasil. Ummm kepala bagian belakang? Ah apa itu artinya aku harus menyerang tepat pada bagian belakang kepala nya?'batin Rey lagi.
"Berhentii!!"ucap Rey saat pedang dari arah samping akan menebas kepalanya.
"Tunggu dulu!! aku ingin bicara serius"ucap Rey mulai menggunakan wajah serius nya.
Tiruannya menghentikan serangan nya lalu menatap Rey dengan pandangan bertanya tanya.
"Tunggu sebentar"ucap Rey dengan tangan kedepan tandanya stop.
"Apa yang kau lak..."
Tanpa mendengar kan jawaban dari tiruan nya, Rey berteleport kebelakang tiruannya dan memukul kepala bagian belakang tiruannya dengan kekuatan yang penuh.
"Akhhh" jerit tiruannya dan perlahan menghilang.
__ADS_1
"Hehh mengapa tidak dari tadi saja ku hancurkan kepala bagian belakangnya itu"gumam Rey terduduk di bawah pohon.
Huhh jangan sampai kembaran nya tahu jika dia membutuhkan waktu cukup lama untuk menyelesaikan seleksi terakhir ini. Sungguh sangat memalukan.