
Happy reading**
.
.
.
.
"Ini adalah pil untuk menahan rasa sakit. Minum kan itu padanya" ucap Tasya seraya memberikan pil itu pada wanita tua.
"Baiklah" ucap wanita tua lalu meminum kan pil itu pada kepala desa.
______________________________________________________________》》》》
Tasya memulai untuk mengobati kepala desa, Tasya mengambil satu bunga lotus api dari ruang dimensi nya. Dan langsung mengeluarkan element air dan penyembuh. Tasya mengarahkannya pada tubuh kepala desa, bunga lotus api itu mulai larut didalam element milik Tasya.
Wanita tua itu terkejut saat melihat element milik Tasya, dia memiliki dua element dan bahkan memiliki element penyembuh yang hanya dimiliki oleh beberapa orang saja didunia ini Pikir wanita tua itu membungkam mulutnya.
"Selesai"ucap Tasya seraya duduk di kursi yang ada disana.
"No.. nona kau memiliki element penyembuh?" ucap wanita tua itu.
"Ya tapi jangan pernah bilang pada siapapun atau aku akan memusnahkanmu" ucap Tasya mengelus felix.
"Saya tidak akan memberi tahu kan pada siapapun saya bersumpah" ucap wanita tua itu membungkuk.
"Ya suamimu akan segera bangun setelah ini" ucap Tasya santai.
"Terima kasih nona anda telah menyembuhkan suami saya" ucapnya lagi.
"Iya" ucap Tasya singkat.
Beberapa waktu kemudian kepala desa sadar dan berterimakasih pada Tasya, Tasya hanya berkata dengan singkat.
"Tujuan kami kesini adalah untuk membantu kalian memulihkan desa. Apakah kepala desa mengizinkan atau tidak" ucap Tasya dengan datar.
"Saya sangat senang nona ingin membantu" ucap kepala desa.
"Baiklah ini adalah langkah langkah yang harus kalian lakukan" ucap Tasya seraya memberikan gulungan itu pada kepala. Tasya berpikir ingin membantu dengan tangannya sendiri tetapi ia besok akan pergi ke istana kekaisaran jadi, Tasya memutuskan untuk membantu dengan mengerahkan bawahannya saja.
"Namun kalian dengan para penduduk desa harus bekerja sama. Kalian akan di beri makanan oleh bawahan ku. Mereka yang akan membantu kalian memulihkan desa ini, karena saya suatu keperluan" ucap Tasya.
"Itu tidak masalah nona, kami sudah sangat senang nona mau mengerahkan bawahan nona untuk membantu kami" ucap kepala desa.
"Ya jika begitu aku akan pergi dulu, nanti akan ada bawahanku yang datang. Agar kalian tidak salah mengenali bawahan ku, ku beri tahu ciri cirinya mereka memiliki giok seperti ini dan mereka juga bertopeng. Apa kalian mengerti?" ucap Tasya.
"Kami mengerti nona"ucap wanita tua itu.
"Kalian berdua tahu kan apa yang harus kalian lakukan?"tanya Tasya pada dua pelayannya yang sedari tadi hanya diam.
__ADS_1
"Kami mengerti queen" ucap mereka bersamaan.
"Baiklah aku akan pergi dulu" ucap Tasya menghilang dan berteleport ke kediaman Jenderal Bao.
》》》
Hari ini Tasya dan keluarga Jenderal Bao akan pergi ke istana kekaisaran termasuk kakek nenek, paman bibinya dan para sepupunya.
Sekarang Tasya sedang berada di kereta yang isinya Ayah dan Kakak nya.
"Ayah nanti setelah perjamuan di istana, Tasya ingin bicara sesuatu yang sangat sangat sangaaaattt penting" ucap Tasya dengan tampang serius tapi konyol.
"Kau selalu berlebihan Tasya" ucap Shen dengan kesal karena Tasya.
"Tasya tidak bicara dengan kakak ya"ucap Tasya sinis.
tukk
"Sopan sedikit sama yang lebih tua" ucap Shen seraya menjitak kepala Tasya pelan.
"Haisss sakit tauu.. Tasya mau bicara serius malah di pukul, salah apakah diriku yang cantik dan imut ini" ucap Tasya percaya diri.
"percaya sekali kamu ini ya" ucap Shen.
"Kalian ini bertengkar saja. Ayah mau turun" ucap Jenderal Bao seraya turun dari kereta.
"lahh ayah marah? kenapa turun dari kereta?"tanya Tasya bingung.
"Lah aku ditinggal?" ucap Tasya dengan tampang o'on nya.
"Ehh beneran ditinggal dong masa" ucap Tasya lalu turun kereta.
Setelah Tasya turun dari kereta ia langsung jadi perhatian karena kecantikannya sangat terlihat walau menggunakan cadar. Tasya yang merasa menjadi pusat perhatian pun langsung sembunyi dibelakangnya kakak nya.
"Kenapa kau bersembunyi di belakang ku?" tanya Shen heran.
"Mereka sangat merepotkan"ucap Tasya seraya melihat kearah para Tuan muda dan para pangeran yang memandangi nya dengan penuh kagum.
Shen melihat kearah yang dilihat oleh adiknya lalu menahan tawanya.
"Pfft.."
"Hey kak kau tertawa ya?" tanya Tasya yang lebih ke pernyataan.
Shen yang melihat ekspresi lucu Tasya dengan susah payah Shen menahan tawanya.
"Ehemm sudahlah Mari kita masuk, lihat ayah telah sampai di aula" ucap Shen lalu berjalan masuk dengan Tasya yang masih bersembunyi dibelakang Shen.
Disisi lain
"Kak dimana calon istri mu itu? ayah nya dan keluarganya sudah disini tapi dia masih belum terlihat" ucap seorang gadis.
__ADS_1
"Mungkin seben.."
Ucapannya terpotong karena seorang Pemuda dengan gagah masuk ke aula.
"Salam kepada Pangeran ketiga dan Putri" ucap Shen ya pemuda itu adalah Shen dengan Tasya yang masih bersembunyi di belakang nya.
"En siapa gadis dibelakang mu itu Tuan muda Bao" tanya pangeran ketiga.
"Ah maaf pangeran, ini adalah adik saya Tasya" ucap Shen.
"Tasya cepat beri salam pada Pangeran ketiga dan Putri" ucap Shen. Semua anggota keluarga Kekaisaran belum ada yang datang kecuali Pangeran ketiga dan Selir agung dari Pangeran ketiga. Ya gadis yang sebelumnya berbicara dengan Pangeran ketiga adalah selir agungnya.
Tasya perlahan keluar dari persembunyiannya dibelakang Shen dan segera memberi salam pada Pangeran ketiga dan Selirnya.
"Ah baiklah silahkan duduk ditempat kalian" ucap Pangeran ketiga yang masih memandangi wajah Tasya yang tertutup cadar itu.
"Baik terimakasih Pangeran" ucap Shen lalu ketempat duduknya diikuti oleh Tasya.
Setelah acara perjamuan selesai, Kaisar mengundang keluarga Jenderal Bao untuk makan malam.
Diruang makan
Saat semua orang telah selesai makan, Kaisar ingin membicarakan soal pengajuan pernikahan.
"Bagaimana mana pendapatmu nona muda Tasya" ucap Kaisar dengan menatap kearah Tasya.
"Mohon maaf yang mulia Kaisar, bukannya saya ingin menolak tetapi saya belum ingin menikah dan umur saya juga masih muda" ucap Tasya datar.
"Apakah nona Tasya sudah memiliki orang yang dicintai? sehingga tidak menerima pengajuan pernikahan ini?" tanya Kaisar.
'kalau aku bilang tidak, pasti akan dipaksa menerima' batin Tasya.
"Anda benar Yang Mulia. Saya telah memiliki seorang yang dicintai" ucap Tasya bohong.
"Siapakah orang itu yang kau cintai hingga menolakku?" ucap Pangeran ketiga menahan amarah.
"Orang itu hanya orang biasa Pangeran" bohong Tasya.
"Bagaimana bisa kau menolak kakak ketiga demi orang biasa yang tidak bisa dibandingkan dengan kakak ketiga ku" ucap putri ke lima dengan marah.
"Maaf Putri tetapi cintaku itu tidak memandang fisik maupun materi. Maafkan saya karena saya lancang Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri"
"Tidak apa nona Tasya, kami tahu apa yang nona rasakan. Jika nona Tasya tidak ingin menikah tidak apa apa, Pangeran ketiga dan kami semua juga akan memaklumi itu. Benarkan Pangeran?" ucap Permaisuri pada Pangeran ketiga.
"Ya tidak apa" ucap Pangeran ketiga singkat dan menahan amarah.
"Terimakasih Yang Mulia" ucap Tasya.
**Eps 28 selesai~
Jangan lupa like komen dan Vote yoo~
__ADS_1
See youuu👋😉**