
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
"Lalu siapa dia?" tanya Amel penasaran.
"Dia adalah.."
______________________________________________________________》》》》
"Dia adalah...."
"Siapa?" tanya Amel penasaran.
"Kembaranku" ucap Tasya seraya memutar bola matanya malas.
"Gilaaa sih ini" ucap Amel menggelengkan kepala.
"Ya lihat nih tulisannya kubacakan ya 'Sebenarnya orang yang terpilih adalah berjumlah 9 orang tetapi yang orang lain hanya mengetahui 8 orang dan 1 orang lagi adalah saudara kembar dari ketua yang terpilih itu' faham?"ucap Tasya.
"Faham tetapi mengapa satu orang itu di sembunyikan? dari daftar yang terpilih? dan bukankah 'ketua mereka yang terpilih akan mengetahui aura anggota nya' jadi kenapa kau tidak tahu?" tanya Amel.
"Pertama aku tidak tahu kenapa dia di sembunyikan, kedua kenapa aku tidak mengenali nya karena aku blom pernah bertemu dengan dia. Udah ah yok tidur, besok jemput tuh si kembaran gw"Ucapnya lalu pergi keluar dari perpustakaan.
"Kenapa dia kau anggap sebagai kembaran? kan dia kembaran Tasya yang dulu"
"Huh sebenarnya yang seharusnya di dunia modern adalah Tasya yang dulu. Dulu waktu aku kecil aku pernah pingsan dan entah kenapa jiwa ku tertukar dengan Tasya yang dulu. Aku adalah anak kandung dari Jenderal Bao. Intinya jiwa ku dan jiwa Tasya yang dulu itu tertukar. Dan gimana aku bisa tau itu karena aku dapat penglihatan beberapa bulan lalu. Udah jangan tanya lagi atau kau akan ku lempar" ucap Tasya menjelaskan.
"Iya iya"ucap Amel seraya mengerucut kan bibirnya.
Keesokan harinya
Sinar matahari mulai tampak dan itu membuat Tasya dan Amel keluar dari ruang dimensi. Mereka pun menghampiri teman temannya yang telah siap itu.
"Guru kita hari ini akan berlatih apa?" tanya Jiao kepada Tasya.
__ADS_1
"Hari ini kita belum bisa berlatih, kita akan menjemput teman kita" ucap Tasya datar.
"Guru katanya kita hanya akan ber-8?" tanya Quon.
"Aku melupakan satu orang lagi. Sudah bergandenganlah kita akan berteleport" ucap Tasya.
Mereka ber delapan pun berteleport ke kediaman Jenderal Bao.
"Kita berada dimana guru?"tanya Yihua yang melihat sekelilingnya.
"kita di kekaisaran Liu tepatnya di kediaman Jenderal Bao" ucap Tasya seraya berjalan menuju gerbang kediaman.
Tasya memperlihatkan giok yang pertanda dia adalah anggota keluarga Jenderal Bao. Penjaga disana langkah membiarkan Tasya masuk dan diikuti oleh teman temannya.
"Dimana Jenderal Bao?" tanya Tasya dengan dingin kepada salah satu pelayan.
"Ah se.. sekarang Jenderal Bao sedang rapat keluarga di aula" ucapnya gemetar ketakutan.
"Hm"dehem Tasya lalu pergi ke arah aula yang masih diikuti oleh teman temannya.
Sesampainya mereka di depan aula, para penjaga yang melibatkan nonanya kembali pun akan mengumumkan kedatangannya di aula.
Tasya bersama teman temannya segera masuk setelah pintu itu dibukakan oleh penjaga yang lain.
Orang yang ada di aula kediaman jenderal Bao merasa senang saat melihat Tasya memasuki aula dengan anggun dan berwibawa. Sedikit informasi Tasya menggunakan jubah berwarna biru dengan cadar berwarna biru.
"Tasya kau kembali?"ucap Jenderal Bao lalu berdiri dari duduknya dan memeluk Tasya dr erat.
"Ya" ucap Tasya yang membalas pelukan ayahnya itu.
"Tasya?" ucap seorang pemuda tampan yang mirip dengan Tasya. Ya dia adalah Rey.
"Owh ini kau?" tanya Tasya seraya melepaskan pelukan ayahnya.
"Kau mengenalku?"Rey kembali bertanya.
"Siapa yang tak mengenalmu hm? apa kau tak rindu dengan kembaranmu ini? kemarilah?"ucap Tasya lalu Rey pun memeluk Tasya dengan sangat erat dan Tasya juga membalas pelukan nya dengan tak kalah eratnya.
"Tasya apakah apa yang dikatakan ayah itu benar? kau bukan Tasya yang dulu?" tanya Rey.
"Ya ayah benar. Tapi itu hanya setengah kebenarannya saja"ucap Tasya lalu melepaskan pelukan nya.
__ADS_1
"Lalu yang setengah lagi?"tanya Rey penasaran.
"Baiklah biar semua orang yang ada disini mengetahuinya jika tidak itu akan membuat kesalah pahaman.
"Sebelum itu aku mau duduk dulu. Capek tau berdiri dari tadi"ucap Tasya.
Setelah itu Tasya menceritakan semuanya yang ia bicarakan dengan Amel saat di perpustakaan dimensinya kemarin. Kecuali tentang orang yang terpilih.
"Jadi intinya aku dan Tasya yang dulu itu bertukar jiwa. Bisa dibilang aku pemilik asli tubuh ini sebelum Tasya yang dulu" ucap Tasya.
"Begitukah? itu artinya kau anakku yang asli?" tanya Jenderal Bao.
"Iya" ucap Tasya seraya tersenyum manis dibalik cadar nya.
"Oiya dimana Kak Shen?" ucap Tasya.
"Aku disini Adik"ucap Shen yang berada di samping neneknya.
"Huh kenapa kau diam saja? apa kau tak rindu dengan adikmu yang cantik ini humm?"ucap Tasya kesal.
"Yasudah sini peluk" ucap Shen tersenyum yang membuat Rey dan
yang lain kecualo teman Tasya terkejut dengan perubahan ekspresi Shen.
"Ohoo Kakak sepupu kau sudah mulai bisa berekspresi rupanya" ucap sepupu perempuan Tasya yang seumuran dengan Tasya.
"Haha Tasya kemarilah nak"ucap kakek nya.
"Baik kek"ucapnya lalu melanjutkan pelukan nya dan berjalan ke arah kakeknya.
"Kamu ini kenapa tidak pernah menemui kakek dan nenek mu ini?" ucap kakeknya dan memeluk Tasya.
"Fyuhh aku sudah berapa kali dipeluk?" ucapnya pelan.
"Semuanya yang ada disini, aku hanya ingin membawa kak Rey berlatih selama beberapa tahun boleh kan?" tanya Tasya yang membuat seluruh keluarga kaget.
"Kenapa harus beberapa tahun? kenapa tidak berlatih di sini saja? dan dengan siapa saja?" tanya Ayahnya berturut turut.
"Yang pertama Karena biar kuat hehehe.. yang kedua kami butuh suasana yang tenang kalau disini kan banyak prajurit pelayan dan yang lainnya. Dan yang ketiga Adalah bersama dengan mereka teman teman Tasya" jawab Tasya dengan sabar.
"Baiklah tapi jika sudah selesai harus cepat pulang"ucap Ayahnya melihat teman Tasya yang tidak bisa dilihat level kultivasinya sama seperti Tasya dan Rey.
__ADS_1