
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
"Bisakah kita membuat mesin untuk melihat masalalu?"Tanya Tasya memijat pelipisnya.
Mendengar hal itu, para Spirit Beast nya dan Amel menjatuhkan rahangnya dengan wajah konyol mereka.
Tak mendengar jawaban apapun dari lawan bicara nya, Tasya mencebikkan bibir nya dengan kesal. Ia menuangkan jus jeruk di gelasnya sendiri dan meminumnya dengan kasar.
Tasya menjadi lebih kesal lagi ketika mendapat respons yang menyebalkan untuknya. Dia menyandarkan punggung nya pada sofa yang ia tempati.
"Apa maksudmu Queen?"Tanya Felix yang telah kembali ke akal sehat nya.
"Pikir saja sendiri!"Ucap Tasya memanglingkan pandangan nya dan menyalakan laptopnya yang berada di sebelahnya.
__ADS_1
Amel menggeleng kan kepala nya melihat sikap Tasya yang seperti anak kecil yang tak di beri permen. Ia mendekat kearah Tasya untuk melihat apa yang di lakukannya.
Mata Amel membola ketika banyak angka di layar laptopnya lebih tepatnya lagi, itu adalah semacam kode. Ia tahu benar apa yang dilakukan oleh Tasya saat ini.
"Benar benar mustahil!"Pekik Amel terduduk di sofa.
Tasya tidak menanggapi nya dan masih fokus dengan laptopnya. Sudah lama ia ingin melakukannya tapi selalu terhalang dengan hal lain sehingga harus tertunda untuk beberapa waktu.
Jari jari nya dengan cepat menari di keyboard. Tangan putih dan halus nya sangat kontras dengan warna keyboard yang berwarna hitam.
Spirit Beast nya tidak ada yang tahu tentang apa yang dilakukan oleh Tasya. Karena ini adalah pertama kalinya mereka melihat Tasya melakukan itu selain menonton film dan mencari informasi di eyang gugel.
Jari nya yang ramping mulai melambat ketika kode kode itu memenuhi layar laptopnya. Dengan slowmotion ia menekan tombol 'enter' dan keluarlah apa yang ia cari.
"Kau.. benar benar.. MENAKJUBKAN!!"Amel kembali memekik di sebelah Tasya.
"Heh! itu sangat mudah. Karena semua teknologi yang ada di ruang dimensi ku ini terhubung dengan kehidupan kita di zaman modern"ucap Tasya bangga.
Benar sekali, Tasya meretas data yang sangat penting di zaman modern. Itu adalah penemuannya yang saat ini sedang di manfaatkan oleh para ilmuan yang mencari popularitas.
Tapi itu tidak akan pernah bisa di buat karena semua kuncinya berada pada dirinya.
__ADS_1
Tasya memindahkan semua data untuk membuat alat itu ke laptopnya dan menghapus semua hasil penemuannya yang berada di tangan para ilmuan dan pemimpin negara.
"Aku bukanlah orang yang akan dengan baik hati menyerahkan penemuanku pada orang tak berguna seperti mereka. Mungkin aku akan bisa kembali kesana (zaman modern) setelah aku melakukan penelitian.."
"Tapi aku memiliki banyak hal yang harus diselesaikan di zaman kuno ini. Mungkin aku akan melakukan penelitian setelah semua masalah selesai. Apa kau ingin kembali ke zaman modern?" Ucap Tasya menatap Amel lekat lekat.
"Ya.. Karena disana adalah hidup kita, walaupun disini adalah kehidupan pertama kita, tapi kita telah bereinkarnasi ke zaman modern dan malah bertransmigrasi ke zaman ini untuk menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan"jawab Amel.
Tasya tersenyum melihat wajah antusias Amel ketika membicarakan zaman modern. Ia mengulurkan tangan nya dan mengacak rambut Amel yang lembut.
Black dan yang lain hanya menatap mereka berdua dengan tatapan bingung. Tapi mereka tahu inti dari apa yang mereka bicarakan. Tentu saja tahu walau sedikit karena mereka bukanlah orang (hewan) bodoh.
*
*
*
Semuanya maaf ya Thor lama up nya.. Hp Thor kentang jadi sering banget error nya.. Mohon dimaklumi okey😊
Thor usahain up tiap hari ngga seperti belakangan ini yang lamaaaa banget up nya. Sebagai ganti nya, Thor hari ini double up..
__ADS_1
SEE YOU GUYSSS🤗