
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
"Hehe maaf, aku lupa"ucap Tasya cengengesan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.
"Queen kau sangat kejam"ucap Felix.
"Teganya dirimu Queen"ucap Yuan mendramatis.
"Sudahlah sana masuk kedalam ruang dimensi, aku mau tidur dulu"ucap Tasya kembali merebahkan dirinya di tempat tidur.
Keesokan harinya~
Tasya dan yang lain telah berada di rumah makan dengan banyak sekali makanan yang telah tersaji di meja makan.
Setelah mereka selesai memakan makanan didepan mereka.
"Kita akan pergi ke lembah biru setelah ini"ucap Tasya tersenyum tipis.
__ADS_1
"Tapi untuk apa kita kesana?"tanya Quon penasaran.
Siapa yang tidak tahu bahwa lembah biru sangat berbahaya, banyak sekali hewan roh level tinggi hingga level legenda. Namun Tasya malah ingin kesana. Walaupun kekuatan mereka sudah sangat kuat tetapi tetap saja akan menghabiskan banyak tenaga.
"Terkadang tempat yang sangat berbahaya menyimpan banyak sesuatu yang istimewa dan juga berharga"ucap Tasya dengan tersenyum miring.
"Hal apakah yang membuat Guru tertarik dengan lembah biru dan didalamnya?" tanya Yihua.
"Ada suatu hal yang akan sangat berharga untuk kita yang tidak diketahui orang" ucap Tasya santai.
"Apa ada hubungan nya dengan pedang ku?"tanya Rey saat teringat bahwa pedang yang diberikan oleh Tasya juga berasal dari lembah biru.
"Mungkin iya mungkin juga tidak"ucap Tasya dengan menaikkan bahunya acuh.
"Kapan kita akan kesana?"tanya Quon lagi.
"Kalian sudah kuberikan pedang yang terbuat dari Kristal hewan Spirit Beast jadi gunakan itu saja untuk berjaga jaga dan juga untuk mengetes seberapa kuat pedang itu"ucap Tasya mengingatkan.
"Baik Guru"ucap mereka lalu pergi bersamaan keluar dari rumah makan.
Muncullah sebuah portal khusus untuk ke lembah biru yang dibuat oleh Tasya setelah mereka tiba di hutan dekat Ibu Kota tempat mereka pertama kali sampai.
"Sekarang masuklah satu persatu"ucap Tasya yang hanya diangguki mereka dan mulai masuk ke portal satu persatu.
Tasya yang terakhir masuk kedalam portal itu dan setelah Tasya masuk portal, portal itu menghilang tanpa jejak.
__ADS_1
Lembah biru~
Warna biru! itulah yang mereka lihat untuk pertama kalinya sampai. Semua berwarna biru seperti es disana juga sangat dingin. Pohon, tanaman, hingga tanah yang mereka injak itu berwarna biru sangat indah namun juga sangat berbahaya.
Tanah yang mereka injak berupa es yang sangat dingin. Disana Tasya dan yang lainnya dengan cepat meminum pil penghangat agar tidak mati kedinginan.
"Kita harus berjalan ketempat dimana danau pelangi berada. Setibanya disana, kalian akan mengetahui untuk apa kita kemari"ucap Tasya.
"Baik Guru!"jawab mereka dengan tegas.
Sembilan orang berjubah hitam dengan topeng diwajahnya itu sangat mencolok di tempat serba biru itu sehingga banyak hewan tingkat tinggi yang mendekati mereka.
Lembah biru sangat luas, lembah biru itu kurang lebih seluas dengan 1 Kerajaan. Dan itu ditempati oleh hewan spirit beast level tinggi hingga level legenda juga tanaman yang langka didunia.
Benar yang dikatakan oleh Tasya bahwa tempat yang berbahaya menyimpan banyak hal yang berharga. Sayang sekali lembah biru ditinggali oleh Spirit Beast yang sangat kuat, tidak ada yang berani memasuki lembah biru.
Walaupun ada, mungkin adalah Master level 8 keatas. Sedangkan yang memiliki level 8 saja sangat jarang di benua dan bisa dihitung menggunakan jari di suatu Kekaisaran.
Dua hari kemudian~
Setibanya mereka di danau pelangi, Tasya malah duduk di bawah salah satu pohon dengan santai nya. Butuh dua hari untuk sampai di danau pelangi.
"Guru kita sudah sampai dan Guru malah duduk disana dengan sangat santai nya?"ucap Amel kesal.
"Jangan terburu buru, sesuatu akan mucul saat matahari tenggelam jadi kita tunggu saja sebentar lagi"ucap Tasya memejamkan matanya.
__ADS_1
Mereka hanya mendengus kesal dengan sifat Tasya yang tidak pernah berubah sama sekali. Merasa kesal karena dibiarkan tidak tahu apa apa tentang untuk apa kesini sebelum matahari, mereka duduk dengan menahan kesal.