
《HAPPY READING》
.
.
.
.
Setelah mereka makan, mereka mulai berkultivasi lagi di cincin dimensi. Sedangkan Tasya besok ia akan mencari teratai salju untuk memulihkan kekuatan Blue.
Memang saat ini kekuatan Blue belum pulih sepenuh nya. Oleh sebab itu lah Blue setiap hari menyerap energi untuk memulihkan kekuatan. Namun sampai saat ini kekuatan nya belum pulih juga.
Tasya yang tahu hal itu pun mencari tahu dan menemukan jika teratai salju bisa memulihkan kekuatan Blue.
Tasya menyuruh Blue mencari teratai itu tapi dia malah semakin hari semakin melemah, jika kekuatan nya tidak kembali sepenuh nya. Karena kekuatan nya menghilang sebagian, beberapa ratus tahun lalu hingga saat ini.
"Shan Shan! apa kau tidak punya pekerjaan lain selain mengekori ku?" tanya Tasya cemberut karena sedari tadi saat dia keluar dari rumah makan ia selalu di ikuti oleh Liu Yaoshan.
"Tidak, memang nya kau ingin kemana hm?"tanya Liu Yaoshan lagi.
"Aku akan ke ruang dimensi dan membuat pil tapi kau selalu mengikuti ku"ucap Tasya.
"Kalau begitu ayo"ucap Liu Yaoshan tersenyum lembut.
"Shan Shan! kau ini seorang Kaisar!! apa kau tidak punya pekerjaan?"ucap Tasya kesal.
"Itu mudah saja bagi ku. Tapi aku saat ini masih ingin bersama mu" ucap Liu Yaoshan.
"Haaah baiklah pejam kan mata jelek mu"ucap Tasya sedikit mengejek.
"Mata ku sangat indah.. Karena yang kau sukai dari wajah ku adalah mata ku"ucap Liu Yaoshan mengedipkan sebelah matanya lalu menutup matanya atas perintah Tasya.
__ADS_1
"Terserah"ucap Tasya mengerucut kan bibirnya lalu meraih tangan Liu Yaoshan dan mulai memasuki ruang dimensi nya.
Saat mereka sampai di ruang dimensi, Tasya melepaskan genggaman tangan nya.
"Apa aku sudah bisa membuka mata?"tanya Liu Yaoshan tak sabar.
"Ya.. terserah kau ingin berbuat apa di sini, tapi jangan mengganggu ku membuat pil"ucap Tasya.
"Oh? Ini di ruang dimensi mu? Dan benda benda itu dari dunia mu dulu?"tanya Liu Yaoshan.
"Iya, aku akan membuat pil di sana"ucap Tasya lalu berjalan pergi tanpa mendengar jawaban dari Liu Yaoshan.
****
Liu Yaoshan cemberut karena di cueki oleh Tasya. Dia pun berjalan jalan di ruang dimensi dan tidak mengikuti Tasya lagi karena tidak ingin membuat Tasya kesal.
"Hei siapa kau! mengapa bisa berada disini?!"seru Gold yang saat ini sedang berkumpul bersama yang lain di belakang mansion.
'Mengapa Istri ku selalu di kelilingi pria tampan? Untung nya aku memiliki wajah yang jauhhhhhh lebih tampan dari mereka" batin Liu Yaoshan tersenyum konyol.
"Aku suami nya"ucap Liu Yaoshan bangga.
"Suami siapa?"tanya Black.
"Tuan kalian"jawab Liu Yaoshan sinis.
"Kau? Oh kau ini Liu Yaoshan ya"ucap Sky dengan wajah songong nya.
"Hmm"gumam Liu Yaoshan lalu duduk disalah satu kursi yang kosong.
'Berteman dengan mereka mungkin tidak merugikan' batin Liu Yaoshan.
Mereka mengobrol kembali kecuali Liu Yaoshan yang hanya meminum kopi susu yang ada di meja. Nanti ia akan sering meminta minuman ini dari Istri kecil nya.
__ADS_1
"Kau yakin ingin meminta Queen mencarikan teratai salju itu?"tanya Felix pada Blue.
"Bagaimana lagi, aku tidak bisa pergi karena aku bertambah lemah saat ini"ucap Blue.
Liu Yaoshan yang mendengar hal itu pun menatap Blue dan Felix yang membicarakan Istri nya.
"Yang Mulia tidak akan terluka sedikitpun. Walaupun Yang Mulia itu bodoh tapi masih cukup kuat untuk mencari teratai salju itu"ucap Sky santai.
"Siapa yang kau bilang bodoh?!"seru Tasya mendelik ke arah Sky.
Dia tadi telah membuat pil untuk membantu kultivasi Spirit Beast nya. Dan saat keluar dari mansion malah mendengar ucapan Sky yang menyebalkan. Untung saja dia masih baik untuk menampung pedang jelek itu.
"Siapa lagi jika bukan kau"ucap Sky meminum kopi susu di tangan nya.
"Kau yang bodoh! pedang jelek!!"ucap Tasya kesal.
Liu Yaoshan menggeleng kan kepala nya heran karena kelakuan Tuan dan senjata pendamping di hadapan nya.
"Sudah terlihat dengan jelas jika kau terbodoh disini"ucap Sky.
"Kau bodoh! kau bodoh kau bodohhhh!!"ucap Tasya menghentak hentakkan kaki nya.
"Sudah hentikan"ucap Liu Yaoshan menarik Tasya ke pangkuan nya dan mengelus kepala Tasya dengan lembut.
Mereka pun melanjutkan mengobrol dengan Tasya yang masih cemberut. Tasya menyandarkan kepala pada dada Liu Yaoshan. Dia sangat lelah hari ini. Tanpa sadar dia mulai menutup matanya dan pergi ke alam mimpi.
Liu Yaoshan yang tahu Istri kecilnya tertidur pun menggendong Tasya dengan hati hati ke kamar. Mereka akan tidur di ruang dimensi.
"Hei tunjukkan kamar Istri ku"ucap Liu Yaoshan pada Spirit Beast Tasya.
Mereka hanya mengangguk dan mengantarkan Liu Yaoshan ke kamar Tasya. Setelah sampai, semua Spirit Beast Tasya pergi meninggalkan Liu Yaoshan yang mulai meletakkan Tasya pada tempat tidur. Liu Yaoshan tersenyum melihat wajah polos Tasya saat tidur.
Kemudian ia merebahkan diri nya di samping Tasya dan memeluk Tasya erat. Tak lama ia langsung terlelap menyusul Tasya kealam mimpi. Haaah bahkan mereka belum mandi sama sekali.
__ADS_1