Queen Of Life

Queen Of Life
Wolongpuloh


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


.


Setelah nya, Liu Changhai kembali ke dunia bawah untuk mengadu pada Tasya.


****


"Kalian telah berlatih sampai mana?"Tanya Tasya setelah mengirim Liu Changhai ke dunia atas.


"Kami telah menguasai teknik bernafas dalam air menggunakan gelembung maupun tanpa gelembung. Emmm itu yang tanpa gelembung kami di latih oleh Black"ucap Jingmi menjawab.


Beberapa hari ini Black dan teman teman Tasya memang telah akrab. Hewan Spirit yang satu nya lagi tidak ingin berlama lama di dunia luar jadi masuk ke dalam ruang dimensi. Dan meninggalkan Black sendiri bersama Rey dan yang lain.


Namun jika mereka bersama dengan Liu Changhai, pasti akan seperti kucing dan tikus. Sampai Amel dibuat sakit kepala karena ulah Suami dan teman teman nya.


"Bagus.. besok kita akan kembali ke tempat seleksi. Pastikan kultivasi kalian telah di sembunyikan. Dan ak--"


"Kakak Ipar!! Aku membawa kabar yang sangat penting!! Tadi Kakak membantai habis para pelayan dan pengawal yang di duga bekerja sama dengan para Tetua. Kakak juga mengadakan pertemuan di aula dengan semua pejabat hadir disana"seru Liu Changhai yang tiba tiba muncul.

__ADS_1


Tasya yang mendengar hal itu hanya memasang wajah datar seraya melihat kearah Liu Changhai.


Liu Changhai bukan hanya memotong perkataan nya tapi juga memberi kabar yang telah Tasya ketahui melalui Liu Yaoshan, karena ikatan batin mereka tidak terputus. Tapi setelah kejadian di aula, Tasya memutuskan batin mereka.


"Hmmm mengapa kau datang lagi?"Tanya Tasya dingin.


"Kakak Ipar aku membawa kabar untuk mu"ucap Liu Changhai cemberut.


"Tidak perlu, pergilah" Tasya berjalan mendekati Rey yang sedari tadi diam.


"Bantu Kakak mu menyelesaikan masalah Kekaisaran dan kau boleh kesini lagi bersama Kakak mu"lanjut Tasya.


"Tapi--"


"Tidak ada kata tapi.. aku tahu keadaan disana sedang buruk akhir akhir ini apalagi munculnya rakyat yang memberontak. Dan juga organisasi 'itu' mengincar keluarga Kekaisaran. Jadi pergilah.." ucap Tasya memotong perkataan Liu Changhai.


Ya Liu Yaoshan dan Liu Changhai telah terikat sumpah dan janji mereka untuk tidak membantu Tasya dan yang lain.


"Baiklah"ucap Liu Changhai pasrah.


****


Kini Tasya dan 8 lain nya telah berada di rumah makan. Dan duduk santai seraya menikmati makanan yang telah tersaji di hadapan mereka.


Rey menatap Adik nya yang sedang makan dengan lahap. Ia sendiri telah menghabiskan makanan nya. Sedangkan Tasya telah memakan 4 mangkok nasi dan lauk nya.

__ADS_1


Tasya mendongak dan mendapati Rey yang sedang menatap nya.


"Ada apa?"Tanya Tasya menghentikan makan nya sejenak lalu melanjutkan nya lagi.


"Tidak ada, tapi aku hanya sedikit merasa gelisah beberapa hari ini. Kukira aku gelisah karena kau pergi dan belum kembali.."


"..Tapi saat kau telah berada disini aku tetap merasa gelisah. Entah apa yang membuat aku seperti ini" ucap Rey pelan yang hanya bisa di dengar oleh Tasya.


Tasya menghentikan aktivitas makan nya. Ia memandang Rey dengan tatapan bingung.


"Mari kita bicara di tempat lain"ucap Tasya pada akhir nya.


Keduanya berdiri yang membuat 7 orang lainnya menatap mereka.


Tujuh orang teman keduanya tahu, pasti ada suatu hal yang membuat dua orang ini menjadi seperti ini. Ekspresi Tasya yang tadi nya datar telah menggelap. Dan Rey yang tetap tanpa ekspresi membuat mereka bingung.


Mereka semua berada di ruang VIP agar tidak terganggu dan mereka bisa tenang disana.


Tasya melangkah kan kaki nya menuju kamar penginapan milik nya diikuti Rey. Sesaat setelah mereka sampai di kamar penginapan Tasya, Tasya membuat array agar orang luar tidak bisa mendengar suara dari dalam.


Keduanya duduk di kursi yang di tengah nya terdapat meja bundar. Rey menuangkan air untuk ia minum.


Air itu adalah air Surgawi yang diambil Tasya dari ruang dimensi nya.


"Air ini selalu terasa segar"ucap Rey meletakkan cangkir nya di meja.

__ADS_1


"Hmm lupakan tentang air. Mari kita bicara tentang apa yang kau katakan saat aku makan tadi"ucap Tasya serius.


"Baiklah"Rey mengangguk dan menopang dagu.


__ADS_2