
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
Sangat menyebalkan jika mereka sama sama keras kepala. Baru kali ini ia menemukan hal semacam ini.
****
Hari ini adalah keberangkatan mereka menjalankan "hukuman" bisa dikatakan misi pertama mereka. Tasya telah membagi kelompok untuk itu. Ia menggunakan kertas yang dikocok seperti arisan untuk menentukan kelompok secara adil.
Mereka berjumlah sembilan. Untuk itu kelompok Tasya akan berjumlah 4 dan 5 adalah sisanya. Kelompok 1 yang berisi Tasya, Jiao, Jingmi dan Shilin.
Kelompok 2 berisi 5 orang yaitu, Amel, Yihua, Quon, Shaosheng dan Rey. Rey sempat protes karena ingin satu kelompok dengan saudara perempuan nya. Tapi Tasya segera membujuknya.
Kemarin adalah hari pertama mereka masuk ke kelas pelatihan. Namun hari kedua mereka akan menjalankan "hukuman" untuk beberapa minggu bahkan bulan.
Di luar gerbang sembilan orang bertopeng dengan Tetua pertama, Ketua Sekte dan teman sekelas mereka mengantar sampai keluar gerbang.
Hubungan mereka dengan teman satu kelas sangat baik walaupun hanya mengenal sehari yang lalu. Semua teman sekelas bertindak seperti saudara dan saling memberi perhatian. Mereka dalam kelas Bintang yang artinya kelas terrendah di Sekte Awan.
Dimana kelas yang paling lemah dan tidak berprestasi. Mereka berada di kelas itu karena mereka bersembilan lah yang menginginkan nya. Tidak ingin menjadi sorotan dan menghindari sekelompok bajin*an.
Kembali ke saat ini.
"Berhati hatilah kalian! Kami akan membuat perayaan kelas setelah kalian kembali nanti. Kami menunggu kalian!" Ucap ketua kelas tersenyum ramah.
__ADS_1
Mereka bersembilan hanya mengangguk.
"Jangan khawatir, kami akan segera kembali. Tolong buat perayaan yang meriah saat kami kembali nanti hehehe"ucap Quon.
"Ya! Kami akan membuat pesta yang sangat sangat meriah"jawab salah satunya bersemangat.
"Kheemm" Ketua Sekte berdehem.
"Kalian berangkat lah sekarang sebelum terlalu siang"ucap Ketua Sekte tersenyum ringan.
Ia tahu mereka bersembilan kuat. Namun dia tidak tahu seberapa kuat nya mereka. Di dunia bawah ini, dialah yang terkuat.. setahunya. Tapi di hadapan sembilan gadis dan pemuda ini, ia tak bisa melihat tingkat kultivasi mereka.
Pernah ia mencoba untuk menekan mereka dengan seluruh aura nya, tapi apa? Mereka bahkan tidak terlihat buruk dan malah sangat santai dan acuh.
"Baiklah"jawab mereka kompak. Saat ini jubah hitam mereka telah berganti menjadi jubah Sekte Awan berwarna biru muda yang bagian bawahnya di sulam benang berwarna silver dan dengan lencana silver di dada kanan nya.
Setelah berpamitan dengan semua orang di sana, mereka berjalan dan menaiki kuda. Mereka berpisah di sebuah danau hijau dan pergi dengan kelompok masing masing.
****
"Aku berencana untuk berteleport, tapi kita bahkan tidak pernah kesana sebelumnya. Memang benar kita bisa berteleport hanya dengan mengucapkan nama tempatnya. Tapi kita juga tidak bisa berteleport di depan Tetua dan Ketua Sekte."Jelas Tasya menghela nafas.
Mereka mengangguk menyetujui perkataan Tasya. Jiao terus bertanya dan mengoceh sepanjang jalan. Tasya dan yang lain hanya sesekali menjawab pertanyaan nya.
Sampai di depan goa yang sangat gelap dan menyeramkan, mereka berhenti untuk melakukan teleport di dalam goa agar tidak ada seorang pun yang melihat mereka tiba tiba menghilang.
"Kurasa goa ini tidak aman. Mungkin ada hewan roh di dalamnya." Ucap Shilin menatap ke dalam goa yang di penuhi oleh kegelapan.
"Emm kukira kau benar." Tasya membenarkan perkataan Shilin.
Keempat nya mengarahkan kuda mereka ke dalam goa.
__ADS_1
Salah satu kaki kuda mereka menginjak sebuah tombol yang tersamarkan oleh lumut di dekat dinding goa.
"Akhh!" Teriak Jiao ketika tanah didepan mereka terbuka. Sepertinya ada ruang bawah tanah disana.
"Sstt.." Tasya menempelkan jari telunjuk nya di bibirnya.
"Aku penasaran dengan apa yang ada di bawah sana, bisakah kita melihatnya sebentar?" Ujar Shilin dengan sangat pelan.
Tasya berfikir sejenak sebelum mengangguk. Dia juga penasaran dengan hal itu, bagaimana bisa ada ruang bawah tanah di goa terbengkalai? Itu sangat mencurigakan.
Mereka saja hampir tidak mengenali apakah itu adalah goa pada awalnya karena tertutupi oleh semak belukar dan batu besar.
Mereka turun dari kuda dan menali tali kekang kuda dengan batu atau apapun itu agar kuda mereka tidak kabur.
Dengan perlahan keempat nya melangkahkan kaki di anak tangga yang terbuat dari batu. Itu adalah anak tangga yang menuju ruang bawah tanah.
Menuruni anak tangga yang terakhir, tanah yang tadinya terbuka lebar menutup kembali dan mengejutkan keempatnya.
"Hei! jika itu tertutup, bagaimana kita bisa keluar nantinya?" Bisik Jingmi.
"Akh aku bahkan tidak bisa melihat seperti orang buta di dalam sini." Ucap Jiao meraba sekeliling nya karena terlalu gelap.
Tasya menggeleng kemudian memunculkan cahaya terang di ujung jari keempat nya.
"Woww ini sangat hebat!!" Ucap Jiao berbinar ketika ujung jari nya mengeluarkan cahaya. Jingmi dan Shilin hanya mengagumi tanpa berkata kata.
"Berhenti mengagumi dan lihatlah ke depan." Ucap Tasya menatap kedepan.
"Astaga!" Kaget ketiganya.
Bagaimana tidak terkejut? Di depan mereka terdapat pilar besar yang menjulang tinggi, dan itu ada banyak, menyerupai.. penjara!!
__ADS_1