Queen Of Life

Queen Of Life
Suwidakwolu


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


.


Matahari mulai menampakkan wujud nya. Dengan kicauan kicauan burung yang saling bersahutan.


Dalam kamar yang cukup luas, terlihat dua orang yang saling berpelukan. Mereka adalah Liu Yaoshan dan Tasya. Liu Yaoshan mulai membuka matanya dengan perlahan. Inilah yang diinginkan oleh nya, saat terbangun yang pertama kali ia lihat adalah istri kecil nya.


Salah satu tangan nya terangkat dan mengelus lembut kepala Tasya. Dalam hati ia berjanji, dia tidak akan pernah membiarkan Istri kecilnya ini meninggalkan diri nya lagi.


Liu Yaoshan tersenyum lembut lalu mengecup kening Tasya cukup lama. Tak lama kemudian, Tasya mulai mengerjapkan mata nya pelan. Saat ia melihat wajah Liu Yaoshan yang tersenyum manis kearah nya, entah mengapa hati nya terasa tenang.


"Pagi"ucap Tasya tersenyum manis.


"Pagi juga sayang"ucap Liu Yaoshan kembali mencium kening Tasya.


"Apa kau mau mandi?"tanya Liu Yaoshan seraya mengelus kepala Tasya.


Tasya hanya menggeleng dan menyelusupkan kepalanya ke dada Liu Yaoshan untuk mencari kehangatan. Liu Yaoshan hanya tersenyum lembut.

__ADS_1


"Kenapa hm?"tanya Liu Yaoshan.


"Hanya ingin"ucap Tasya singkat.


"Hei dasar bodoh! setelah ini kau harus melatih mereka! jangan enak enakan tidur, mereka telah menunggumu sangat lama!! jadilah disiplin!! jangan menjadi orang pemalas hanya karena ada Suami mu. Kau tahu? mereka telah menunggumu selama 2 jam!" suara Sky terdengar di benak Tasya.


"Diam kau Sky! aku tidak peduli"ucap Tasya tanpa sadar.


"Apa? Kau bicara pada siapa hm?"tanya Liu Yaoshan bingung.


'Apa dia berbicara pada Spirit Beast nya? Jika iya, aku tidak akan membiarkan nya melihat apa yang aku lakukan dengan Istri ku saat berdua' batin Liu Yaoshan.


"Hei!! mengapa aku tidak bisa melihat keluar sekarang?"tanya Sky yang ada di ruang dimensi bersama Yuan. Entah kemana yang lainnya, mungkin mereka tidur atau mungkin makan.


"Sky jangan bicara lagi!"ucap Tasya kesal.


"Dua jam? Di tunggu?"ucap Tasya.


"Sayang? kau kenapa?"tanya Liu Yaoshan.


"Tidak ada.. ah!! mereka menungguku!!"ucap Tasya kemudian berlari cepat ke pemandian.


"KAU JUGA BERSIAP LAH!! SEBENTAR LAGI KITA AKAN KELUAR!" teriak Tasya.


"Haaah"Liu Yaoshan mengehela nafas pasrah. Hampir saja telinga nya menjadi korban karena teriakan Istri nya.

__ADS_1


****


Terlihat delapan orang sedang berada di hutan lebih tepatnya lagi berada di tepi danau. Wajah mereka memperlihatkan kekesalan yang membuat sebagian dari mereka cemberut. Dua orang yang biasa nya berwajah datar kini wajah mereka menunjukkan ekspresi jelek.


Dalam hati mereka merutuki diri sendiri, karena mempunyai guru yang selalu terlambat. Apalah daya mereka, jika tidak karena guru nya mereka yakin tak bisa sekuat saat ini.


"Akhhh lihat saja saat kau ada di hadapan ku!! aku akan memukul mu Nanta!!"ucap Amel berteriak kesal.


"Jangan berteriak!! itu membuat telingaku sakit!"ucap Quon yang berada tepat di samping Amel.


"Bodo amat!!"ucap Amel cemberut.


"Apalagi itu bodo amat"tanya Quon. Dia tak terkejut lagi dengan bahasa aneh Amel karena dia sudah terbiasa saat di mansion, Tasya dan Amel sering berbicara yang menurut nya aneh.


"Tau ah"


Beberapa saat kemudian muncullah dua orang yang saling bergandengan tangan. Yah siapa lagi jika bukan Tasya dan Liu Yaoshan.


"Nanta!! kau membuatku menunggu hingga lumutan tahu!"ucap Amel berlari kearah Tasya seperti ingin menerkam mangsa nya.


"Akhh aku lupa!! maafkan aku okey"ucap Tasya seraya berlari menjauh dari kejaran Amel.


"Maaf maaf!! makan saja maaf mu itu!"seru Amel seraya mengejar Tasya.


"Bagaimana caranya untuk memakan maaf?"tanya Tasya merapikan rambutnya dan masih berlari.

__ADS_1


"Jangan membuatku lebih kesal lagi Nantaa!!"ucap Amel.


Sedangkan yang melihat itu hanya menatap cengo kearah ke duanya. Bayangkan saja, orang yang dikenal dingin dan datar menjadi seperti itu dan orang yang mereka anggap selalu bersikap dewasa menjadi kekanan.


__ADS_2