
Happy reading**
.
.
.
.
.
Tasya yang merasa diperhatikan pun menoleh kearah pohon itu dan tidak ada siapapun.
"Mungkin hanya perasaan ku saja" ucap Tasya lalu pergi ke alam mimpinya.
______________________________________________________________》》》》
Keesokan harinya**
Saat ini Tasya sedang didepan meja untuk merias wajah dibantu oleh pelayan yang dibawanya dari istana black dragon.
"Queen anda ingin dirias seperti apa?" tanya pelayan.
"Terserah saja tapi jangan terlalu tebal dan jangan taruh perhiasan di kepalaku, cukup kepang satu saja" jawab Tasya malas karena selama ini ia tidak pernah yang namanya berdandan jika bukan karena misinya waktu di dunia modern.
"Baik"ucap mereka berdua serempak.
Tak lama kemudian Tasya selesai berrias ia terlihat sangat cantik walaupun terlihat sederhana. Tak lupa juga Tasya memakai cadar di wajahnya.
"Kalian berdua keluarlah dulu" ucap Tasya datar.
"Baik" ucap mereka lalu berbalik dan pergi.
"Yuan berubah lah menjadi perhiasan" ucap Tasya kepada yuan (tusuk konde).
"Baiklah aku akan menjadi perhiasan" ucap yuan seraya berubah menjadi perhiasan berbentuk merak.
"Hmm mari kita keluar" ucap Tasya seraya berjalan keluar dari kamar nya dan menuju ruang makan untuk sarapan bersama Jenderal Bao dan Bao Shen.
Sesampainya Tasya di ruang makan ia pun duduk disamping kakak nya. Setelah mereka selesai makan..
"Tasya lusa akan ada perjamuan makan malam di istana, kita akan pergi kesana lusa jadi bersiaplah " ucap Jenderal Bao.
"Kan acara nya masih lusa mengapa aku harus bersiap sekarang?" ucap Tasya polos.
"Biasanya para gadis akan bersiap 1 minggu sebelum acara dengan anggota kerajaan" ucap Shen.
"Aku bukan seperti mereka yang suka pergi keistana kekaisaran atau kerajaan, huh aku tidak perduli dengan itu" ucap Tasya kesal.
"Ya ya ya kau memang berbeda dari yang lain" ucap Shen memutar bola matanya.
"Sudahlah mengapa kalian selalu bertengkar" ucap jenderal Bao menengahi.
"Emm Ayah Kakak aku ingin bicara sesuatu yang penting dengan kalian" ucap Tasya serius.
"Ya bicaralah nak"ucap jenderal Bao.
__ADS_1
"Emm sebenarnya aku adalah.."
"Ah ini sudah waktunya ayah pergi, ayah ada rapat di istana pagi ini. Bicara nya bisa dilanjutkan nanti"ucap jenderal Bao seraya berdiri dari duduknya.
"Kakak juga ada latihan dengan pangeran. Kakak pergi dulu, kamu baik baik disini ya" ucap Shen. Mereka pun pergi keistana bersama.
"Haiihh kenapa aku tidak bisa ngomong yang sebenarnya sih tadi"ucap Tasya kesal.
"Oiya aku akan mengunjungi ruang dimensi dulu saha sebelum ke istana awan (Istana Ratu Kehidupan)" ucapnya lalu menghilang.
Sesampainya Tasya di ruang dimensi ia tak melihat para hewan kontrak nya.Tasya pun pergi ke perpustakaan disana dan membaca beberapa buku yang menurut nya penting.
"Hmm dimana hewan kontrak ku? kenapa tidak muncul dari tadi" monolog Tasya setelah membaca semua buku yang diambilnya. Tasya pun keluar dari perpustakaan.
"HELLOOO BLACK! WHITE! GOLD!! BLUE! FELIX!! KALIAN DIMANAAAA YUHUUUUU KALIAN TIDAK MERINDUKAN KU KAH?!! WOYYYY MUNCUL NAPAAA" teriak Tasya dengan kekuatan penuh.
Tak lama kemudian para hewan kontrak itu datang menggunakan wujud manusia dengan wajah kesal.
"Queen mengapa kau berteriak? bukan kah kau sudah lupa dengan kami" ucap Blue dengan wajah kesal nya.
"Ya bahkan kau tidak pernah mengingat kami" sahut Black.
"Ya kau bah..."
"Stoppp!! huh baiklah Queen mu yang cantik ini minta maaf okey sebagai gantinya kalian boleh meminta 1 permintaan" ucap Tasya.
"Kalau begitu.."
"Aku mau ikut dengan mu" ucap mereka serempak.
"Hah? tapi jika kalian ikut itu akan membuat masalah" ucap Tasya heran karena mereka meminta ikut keluar dimensi dan mengikuti nya.
"Aku bisa menjadi perhiasan" ucap Gold dan Blue.
"Aku bisa menjadi kucing"ucap Felix.
"Haisss tapi aura ka.."
"Kami bisa menghilangkan aura"ucap mereka bersamaan.
"Kalian dari tadi kayak lagi paduan suara aja dah. Kalau kalian memaksa baiklah" ucap Tasya seraya memutar bola matanya dengan malas.
"Queen kau yang terbaik" ucap felix.
"Ya emang aku yang terbaik" ucap Tasya dengan bangga.
"Ohiya kalian kemana aja emang kenapa tidak pernah muncul?" lanjut Tasya.
"Kami berkultivasi di air terjun" ucap blue.
"Owhhh yaudah kalian berubah lah sekarang, aku akan keluar" ucap Tasya seraya membenarkan cadar nya.
"Baik" ucap mereka lalu berubah dan menghilangkan aura mereka.
"Huh kalian berlima juga punya teman baru. Dia adalah Yuan si tongkat sihir" ucap Tasya.
"Iya sudah tahu" ucap mereka berlima serempak.
__ADS_1
"Haiiss yaudah lah" ucap Tasya seraya menghilang dan kembali ke tempat semula sebelum pergi ke ruang dimensi dengan hewan kontrak nya yang menjadi perhiasan.
Black dan White berubah menjadi gelang, Gold menjadi kalung, Blue menjadi perhiasan dan Felix berubah menjadi rubah ekor satu seperti kucing.
Tasya pun pergi ke luar kediaman diikuti dua pelayan dibelakang nya. Tasya berencana ingin berjalan jalan di kekaisaran.
Tasya pergi ke desa terpencil yang tanpa dipedulikan oleh kaisar Liu karena letaknya yang berada di perbatasan kekaisaran lain.
"Seperti desa mati" gumam Tasya saat melihat desa yang sangat kotor dan tandus. Orang orang di sana berbaju lusuh dan banyak yang kelaparan.
' *Yuan dimana kepala desa mereka?' batin Tasya.
'Kepala desa sekarang dalam keadaan sakit' jawab Yuan.
'Ya dan rumahnya berada di tengah tengah desa' sahut felix.
'Yaudah mari kita kesana menggunakan teleport jika kita berjalan itu akan berbahaya karena orang yang kelaparan rela melakukan apapun demi mendapat makanan' batin Tasya.
'Kau benar itu akan berbahaya'sahut Yuan*.
Tasya pun berteleport.
"Ehh kita dimana?" tanya Tasya saat mendarat di sungai tanpa air.
"Aiyaa aku lupa aku kan tidak tau wujud dari tempat nya. Terus aku kesana masa iya jalan" gumam Tasya kesal.
'*Ya kau harus berjalan dan menghadapi para manusia yang kelaparan' ucap Gold dengan santai.
'Yailaahhh merepotkan' batin Tasya kesal.
'Jangan kesal dulu kita kesini untuk membantu bukan untuk kesal' sahut Black.
'Baiklah baiklah kalian menang huh' batin Tasya seraya berjalan menuju rumah Kepala Desa*.
Dua pelayan milik Tasya juga di perintahkan oleh Tasya untuk mencari rumah Kepala Desa tanpa Tasya.
Tasya tahu jika mereka berdua akan menurut walaupun harus menghadapi orang orang yang kelaparan. Tasya juga melarang mereka berdua melukai penduduk desa apalagi membunuh. Karena Tasya ke desa itu untuk membantu bukan untuk mengacau. Dan kedua pelayan itu hanya patuh tanpa protes satu kata pun.
.
.
.
.
.
.
**Eps 26 selesaiii~
Maaf thor banyak tugas jadi jarang up..
Semangat ya yang lagi belajar online 🔥🔥🔥
Jangan lupa like komen dan Vote yoo~
__ADS_1
See youuuuuu👋😉**