
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
'Serasa dunia milik berdua'batin Amel memutar bola matanya malas.
Di sisi lain
Enam orang pemuda sedang berjalan jalan dengan santai walaupun mereka menjadi pusat perhatian. Mereka adalah Spirit Beast milik Tasya yang berkeliaran kemana mana.
Para wanita menatap mereka berenam dengan tatapan lapar dan mencoba untuk menarik perhatian dari keenamnya.
"Lihatlah aku begitu tampan sehingga para wanita terpesona dengan ketampanan ku"ucap Felix membusungkan dada nya.
"Yang mereka lihat adalah ketampanan ku ini bukan kau" ucap Gold tersenyum yang membuat para gadis merona.
"Tapi aku lebih tampan dari mu"ucap Felix menatap tajam kearah Gold.
"Bangunlah dari mimpimu itu"ucap Gold membalas tatapan tajam dari Felix.
Keduanya melayang kan tatapan permusuhan yang membuat teman temannya sakit kepala dengan pertengkaran mereka.
"Kalian itu sama sama buruk rupa mengapa harus berdebat"ucap Black melerai yang lebih ke mengejek.
__ADS_1
"Sudahlah lihat aku sangat risih dengan pandangan mereka yang ada disini. Lebih baik kita mencari Queen saja"ucap Blue risih.
"Kau benar disini sangat ramai, kita tidak bisa bergerak bebas disini"ucap Yuan.
Ditempat Tasya
Rey dan Tasya terpisah dari teman temannya, itu karena Tasya yang merengek membeli sesuatu hingga tanpa disadari yang lainnya tidak mengikuti mereka berdua lagi.
Sekarang Tasya dan Rey kembali berjalan beriringan dengan beberapa kantong belanja milik Tasya yang dibawa oleh Rey. Sungguh pria idaman, pikir Tasya tersenyum lalu menggeleng kan kepalanya.
"Kau kenapa?"tanya Rey bingung saat melihat Tasya yang geleng geleng.
"Tidak, tidak apa apa. Kak Rey apa kau ingin sesuatu?"tanya Tasya melihat sekelilingnya dengan berbinar.
"Ya aku ingin membeli pedang untuk jaga jaga jika pedang ku patah atau pun hilang"ucap Rey.
"Jika begitu apakah aku boleh membeli lagi?"tanya Rey dengan memelas. Dia dulunya adalah pengoleksi pedang ber aneka jenis yang ia letakkan di cincin ruang miliknya yang dulu dan cincin itu tertinggal di kediaman Jenderal Bao.
"Baiklah kak Rey.. ayo"ucap Tasya seraya menarik tangan Rey dan masuk ke toko senjata yang lumayan besar.
Terlihat disana banyak sekali senjata dari tingkat rendah hingga tinggi. Di etalase pedang terdapat banyak sekali pedang beraneka warna seperti element.
Tasya dan Rey berjalan dan melihat lihat hingga Pandangan Tasya terpaku pada pedang berkarat yang berada di pojok etalase. Ia mendekati pedang itu dan meninggalkan Rey yang sedang berbinar senang melihat ke arah pedang pedang yang indah.
Tasya berjalan semakin dekat hingga sampai tepat di depan pedang itu. Pedang itu memiliki penampilan yang sangat buruk, di gagang Pedang berkarat itu terdapat ukiran ukiran kuno yang dililit oleh Ular berwarna emas yang telah berkarat. Mata ular itu terlihat menyala yang membuat Tasya terkejut.
"Ini.." ucap Tasya seraya menggerakkan tangannya ke pedang itu. Saat ia hampir saja menyentuhnya dia dihentikan oleh seorang pemilik toko itu.
"Nona apakah kau tertarik dengan pedang itu? pedang itu ditemukan di lembah biru yang terkenal dengan banyak nya hewan Roh tingkat tinggi dan tanaman obat tingkat tinggi juga. Tetapi karena pedang ini telah berkarat dan tampilannya yang terlihat buruk itu jadi tidak ada yang mau membelinya"ucap pemilik toko itu menjelaskan.
__ADS_1
"Aku ingin membelinya berapa yang harus kubayar paman?"ucap Tasya. Ia membeli nya bukan tanpa alasan, Tasya merasa ada sesuatu yang besar di dalam pedang itu.
"Nona kau bisa membayarnya 3 koin perak saja"ucapnya cepat. Pemilik toko tidak mau jika Tasya akan berubah pikiran dan tidak jadi membeli pedang itu.
"Baiklah ini"ucap Tasya seraya memberikan 3 koin perak. Dia bukannya tidak ingin mengeluarkan banyak uang tetapi ia mencoba untuk berhemat.
"Terimakasih nona"ucap pemilik toko senang dan memberikan pedang itu pada Tasya.
"Kak Rey aku sudah menemukan pedang untukmu"seru Tasya kepada Rey yang telah membawa beberapa pedang di tangan nya yang mungkin telah dibeli olehnya.
Rey yang mendengar suara Tasya pun menghampiri nya.
"Ohya? pasti kau memilih kan pedang yang sangat indah untuk kakak mu yang tampan ini"ucap Rey senang.
"Hehe iya"ucap Tasya tersenyum konyol mengingat pedang berkarat yang dia beli untuk Rey.
"Mana?"tanya Rey bersemangat.
"Ini diaaa"ucap menunjukkan pedang berkarat itu pada Rey.
Wajah Rey berubah yang tadinya bersemangat sekarang menjadi jelek. Tasya yang melihat perubahan wajah Rey itu meringis pelan.
"Kau membelikanku pedang berkarat?"tanya Rey dengan wajah kesal nya.
"Emm itu kau tidak tahu, Pedang ini spesial dan orang orang tidak tahu itu. Kita keluar dulu, aku akan memperlihatkan sesuatu"ucap Tasya menarik tangan Rey keluar dari toko dan berhenti di belakang kedai.
"Sekarang tetes kan darahmu pada pedang itu dan setelah itu kau akan tahu kebenaran dari pedang itu"ucap Tasya.
Mendengar itu Rey dengan ragu ragu menggores ibu jarinya dengan belati milik Tasya lalu menetes kan nya diatas pedang itu. Saat itu juga pedang itu bercahaya sangat terang, membuat Tasya dan Rey menutup matanya.
__ADS_1