
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
.
Tasya pun mengantar Rin kepada bibi An orang yang mengasuh Rin.
"Bibi maaf" ucap Tasya seraya menepuk pundak bibi An yang sedang kebingungan mencari seseorang.
"Ya?" ucap Bibi An menoleh lalu mendapati nonanya yang berada digendongan Tasya.
"Bibi An!!"ucap Rin lalu turun dari gendongan Tasya dan memeluk bibi An.
"Emmm bibi jangan ceroboh dan jangan sampai kehilangan Rin saat keluar lagi, kau juga harus mengawasinya agar Rin tidak menghilang" ucap Tasya menasehati.
"Terimakasih nona, saya minta maaf telah merepotkan anda" ucapnya lalu menggendong Rin.
"Ya aku pergi dulu, Rin sampai jumpa" ucap Tasya lalu pergi.
"Kakak telimakasih.. Hati hati yaa" teriak Rin.
Tasya saat ini sedang berada di depan toko penjual senjata. Dia memasuki toko itu dan menemui penjaga toko yang sedang tertidur di meja kasir.
"Paman!"seru Tasya yang membangunkan penjaga toko itu.
"Ah maafkan saya nona, apa nona ingin membeli senjata?" ucapnya seraya berdiri dari duduknya.
"Tolong sampaikan surat ini pada pemilik toko ini dan kantong ini juga" ucap Tasya seraya menyerahkan surat dan kantong dari ruang dimensi nya.
"Baik nona" ucapnya seraya menerima barang dari Tasya.
"Baiklah aku pergi dulu, aku akan kembali kesini satu minggu lagi" ucap Tasya lalu berbalik pergi.
__ADS_1
Penjaga toko itu langsung menuju ruangan pemilik toko.
Tok tok tok
"Masuk" ucap seseorang dari dalam.
"Maaf Tuan, ada yang memberikan anda sesuatu" ucap penjaga itu.
"Ya letakkan di meja dan kau boleh pergi" ucap pria paruhbaya yang duduk di kursi kerjanya.
Setelah penjaga toko itu keluar, si pemilik toko langsung membuka surat dari Tasya dan membacanya.
Ya surat itu bukan surat cinta atau sejenisnya tapi surat itu berisi jika Tasya ingin pemilik toko itu untuk membuat kan senjata secara khusus dan menggunakan batu kristal didalam kantong yang bersama surat itu.
Tasya memberi tahu kan identitasnya yang sebagai pemimpin organisasi Black Dragon agar pemilik toko itu membuatnya dengan sangat teliti dan baik.
Ditempat Tasya
"Aku sudah lelah" ucap Tasya seraya berjalan dengan lesu.
Tasya masuk kedalam restoran dan memesan makanan. Jujur saja ia sudah sangat lapar dan ingin makan yang banyak.
"Ya" ucap Tasya lalu memakan semua makanannya.
Setelah selesai makan ia langsung menuju Istana Black Dragon untuk beberapa hal.
"Hormat kami Queen" ucap mereka yang melihat Tasya memasuki Istana dan menuju ruangan pribadinya.
"Panggilkan 5R" ucap Tasya dingin pada salah satu anggotanya.
"Baik queen" ucapnya.
Tasya pun melanjutkan jalanan menuju ruangan miliknya yang berada di sana.
Sesampainya Tasya di ruangan miliknya, ia duduk di kursi kebesaran nya dan menunggu bawahannya.
Tok tok tok
"Masuk" ucap Tasya saat terdengar ketukan pintu.
__ADS_1
"Hormat kami Queen"ucap mereka bersamaan seraya berlutut.
"Ya, bagaimana dengan latihan kalian semua? kulihat kalian masih seperti kurang kerjaan" ucap Tasya dingin yang membuat mereka merinding.
"Anggota kita bertambah jadi kami juga sibuk melatih mereka Queen" ucap Ray menunduk.
"Hmm aku hanya bercanda.. kerja kalian sangat bagus sehingga keungan Istana ini meningkat pesat. Tapi kalian juga harus berlatih lagi agar lebih kuat, aku sudah bilang berapa kali?" ucap Tasya.
"Maaf queen kami mengerti. Kami akan mengikuti apa yang queen perintahkan" ucap Roy menunduk.
"Baiklah kalian boleh keluar" ucap Tasya pada mereka.
"Baik permisi queen" ucap mereka lalu pergi keluar ruangan.
"Huhh" Tasya menghela nafas kasar lalu mengerjakan pekerjaannya yang ada di mejanya.
Disisi lain
Enam orang sedang berbincang bincang seraya berjalan menyusuri pasar.
"Aku tadi melihat Queen bersama anak kecil" ucap Gold.
"Mungkin Queen menemukannya di jalan"ucap Black.
"Ya mungkin" ucap blue.
"Apa queen tidak marah jika kita pergi dengan sangat lama?" ucap Yuan khawatir.
"Tidak apa tenang saja, Queen mungkin hanya akan memarahi kita saja" ucap Felix tenang.
"Tapi jika queen marah, dia akan sangat menyeramkan" ucap White ngeri.
"Sudahlah aku ingin libur satu hari saja, Queen tidak akan marah"ucap Black.
"Baiklah ayo kita cari makan saja sebelahnya kita belanja untuk Queen agar tidak marah." ucap Felix bersemangat.
Tasya memang belum pernah menghukum mereka, mengingat mereka hanya berbuat kesalahan kesalahan kecil.
Tapi mereka belum tahu jika Tasya akan sangat marah jika mereka izin makan tapi sebenarnya bersenang senang menggunakan uang yang diberikan oleh Tasya. Tunggu saja mereka pulang dan bertemu Tasya. Lihat hukuman apa yang akan diberikan pada mereka berenam.
__ADS_1