Queen Of Life

Queen Of Life
Suwidaksiji


__ADS_3

H A P P Y R E A D I N G


.


.


.


.


"Cih.. jika aku bertemu dengan nya lagi, akan aku pastikan kau hancur ditangan ku" gumam Tasya berdecih.


****


Setelah ia melewati ilusi pertama, Tasya dengan santai melangkah namun lagi lagi ia menutup matanya karena di sekeliling nya terdapat cahaya yang sangat terang.


Saat Tasya membuka mata nya, mata nya berbinar senang karena yang di hadapan nya adalah seorang pria berusia sekitar 20 tahunan. Tak sadar Tasya tersenyum memandang wajah pria di hadapan nya itu.


Kemudian ia berjalan kearah pria itu dengan tersenyum senang. Dia sangat merindukan pria ini! saat ia sampai dua langkah di depan pria itu, Tasya berhenti mengingat jika dia saat ini dalam pengaruh ilusi.


'Aihh betapa bodoh nya aku!!'batin Tasya menepuk kening nya.

__ADS_1


Dengan cepat ia mengeluarkan pedang nya dan mulai menyerang pria di hadapan nya itu.


"Sayang apa yang kau lakukan? kau menyerang ku?" tanya pria itu dengan ekspresi sedih.


"Jangan memanggil ku dengan sebutan itu!! yang bisa memanggil ku dengan sebutan itu hanya Shan Shan ku saja!"ucap Tasya dingin.


"Apa yang kau katakan? aku adalah Shan Shan mu!"ucap Pria itu.


"Aku sangat merindukan mu sayang! mengapa kau tidak mengerti juga? dan kau menyerang ku! aku adalah Suami mu! bagaimana bisa kau melukai suami mu ini? jangan terus menyerang ku sayang! dan peluk lah aku, apa kau tidak merindukan ku?" ucap nya seraya menghindari serangan Tasya.


Sesungguh nya Tasya memang tidak sanggup melukai nya apalagi harus membunuh. Akan tetapi dia memendam rasa itu. Walaupun ia tahu jika pria di hadapan nya itu hanya ilusi, tetapi tetap saja dia merasa sakit di hati nya.


Saat ia melamun, tak sadar jika pria yang mengaku sebagai suami nya ini menggores bahu nya.


"Sayang aku tidak sengaja, berhenti lah menyerang ku dan aku akan mengobati luka mu! ini semua salah ku!!"ucap nya.


"Cukup!! jangan mengaku sebagai diri nya lagi!! dan jangan kau memanggil ku dengan sebutan itu! Menjijikkan!!!"ucap Tasya emosi.


"Aku tidak bisa karena aku mencintai mu"ucap nya tersenyum manis.


Degg

__ADS_1


Ucapan itu mengingat kan Tasya pada saat pertama kali ia bertemu Liu Yaoshan. Ya dulu Liu Yaoshan langsung menyatakan perasaan nya saat ia pertama kali bertemu dengan Tasya.


Tapi siapa tahu jika Liu Yaoshan menyelidiki Tasya sebelum ia bertemu dengan Tasya. Bisa di katakan Liu Yaoshan ini pernah melihat Tasya dan langsung tertarik.


"O- omong kosong!!!"ucap Tasya.


Tasya menghentikan serangan nya dan mundur beberapa langkah. Pria itu tersenyum saat Tasya berhenti menyerang nya.


Pedang yang tadi nya di genggaman oleh nya mulai merosot dan jatuh ke tanah. Dia menunduk dengan senyum menyeringai. Saat ia mendongak, bibir nya mulai membentuk senyum dingin. Namun itu di salah artikan oleh pria di hadapan nya.


Pria itu mengira jika ini akan segera selesai dengan gadis ini luluh pada ucapan ucapan nya.


"Heh sungguh hari ini membuat mood ku hancur!"gumam Tasya.


"Kemarilah sayang! peluk aku"ucap Pria itu merentang kan tangan nya.


Tasya tahu jika saat dia memeluk pria itu maka ia juga akan berakhir dan keluar dari ilusi ini dan selesai! dia tidak lolos seleksi. Huh sangat menyebalkan! pikir Tasya.


"Ya"ucap Tasya tersenyum dingin.


Tasya melangkah lebih cepat kearah pria itu dengan tangan kanan nya yang berada di balik jubah nya. Pria itu tersenyum lebar melihat Tasya yang melangkah untuk memeluk nya.

__ADS_1


Saat Tasya sampai tepat di depan pria itu, ia langsung menusuk jantung pria itu dengan belati yang dia ambil dari balik jubah nya. Beberapa saat kemudian tubuh pria itu mulai menghilang.


__ADS_2