
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
Keesokan harinya~
Tasya bangun dari tidurnya, dia semalam tidur di Istana Black Dragon karena menyelesaikan pekerjaannya yang menggunung itu.
Pagi pagi sekali ia sudah dibangunkan oleh suara gaduh dari depan kamarnya dan ia terpaksa keluar setelah mengganti pakaian. Ingat dia tidak sempat untuk mandi oke.
"Hei apa yang kalian lakukan di depan kamarku?" ucap Tasya dingin.
Terlihat di sana terdapat 5R dan beberapa pemuda lainnya yang sedang berdebat tentang suatu hal. Saat mereka mendengar suara dingin dari belakang, mereka pun menoleh dan mendapati Tasya yang menatap mereka dingin dengan tatapan membunuh.
"Ah queen, Hormat kami Queen"ucap mereka serempak.
"Apa yang kalian lakukan?"tanya Tasya sekali lagi.
"Queen mereka ingin bertemu dengan anda" ucap Ray pada Tasya.
"Ada apa"ucap Tasya dingin.
"Mereka ingin anda melatih mereka sendiri Queen, tetapi kami menghalanginya dan mereka tetap keras kepala kemari" ucap Roy menjelaskan.
"Huhh sudahlah apa kalian anak baru?"tanya Tasya pada mereka yang sedang menunduk tidak berani saat Tasya datang.
"Benar Queen" ucap mereka.
"Sudahlah kalian akan dilatih siapa saja itu sama, yang terpenting adalah tekad kalian. Walaupun kalian aku sendiri yang melatih tapi jika kalian tidak memiliki tekad juga tidak akan pernah berhasil.
Dan lagi jangan pernah mengganggu tidur ku lagi atau aku akan membuat kalian semua menjadi abu" ucap Tasya dingin lalu kembali kekamar nya dengan sangat kesal.
Lima R yang melihat Queen mereka kesal pun memelototi mereka yang keras kepala tadi. Mereka merasa bersalah dan berjanji dalam hati agar tidak mengganggu Queen mereka lagi.
Tasya dikamarnya pun merebahkan tubuhnya di tempat tidur lagi. Pasalnya dia tertidur 1 jam yang lalu.
Tasya memejamkan matanya dan seketika teringat dengan Amel dan teman temannya. Ia kembali terbangun dan pergi ke mansion sebelumnya, setelah mentelepati 5R.
Dia berteleport dan mendarat di depan mansion. Tasya yang akan masuk kedalam pun melihat teman temannya yang sudah berada di lapangan menunggu kehadirannya.
"Kalian berlatihlah sendiri dulu, aku akan mandi dulu nanti aku akan kembali" seru Tasya lalu masuk kedalam.
Sedangkan teman temannya hanya bingung melihat guru mereka datang dengan wajah masamnya itu.
"Haiss kemana pergi nya mereka berenam, mengapa sangat lama huh. Jika ada mereka pasti aku tidak akan perlu repot repot"ucap Tasya kesal.
__ADS_1
"Awas aja kalau mereka balik" ucap Tasya dengan senyum miring nya.
Setelah Tasya selesai makan makanan yang dibuat robot maid, ia langsung pergi ke lapangan untuk mengawasi latihan mereka.
"Sudah selesai mengitari lapangan rupanya" gumam Tasya seraya menghampiri mereka yang sedang beristirahat.
"Bagaimana latihan kalian kemarin" ucap Tasya santai.
"Baik guru, tapi peperangan sudah dekat. Bukankah kita seharusnya meningkatkan kultivasi kami? jika kami seperti ini, kita bisa terkalahkan dengan telak" ucap Quon khawatir.
"Jangan pikir kan itu dulu, fokus lah dengan latihan saat ini. Jangan pikirkan yang lain dulu"ucap Tasya Tasya menasehati.
"Baik guru" ucap mereka patuh, mereka berfikir mungkin saja guru melakukan ini untuk perkembangan kekuatan mereka dan juga demi kebaikan mereka.
"Lanjutkan latihan, waktu istirahat kalian sudah selesai" ucap Tasya lalu muncullah boneka kayu level 4.
Mereka mulai menyerang boneka yang semakin kuat untuk mereka lawan dengan kultivasi mereka yang sangat rendah itu.
Malam harinya, Tasya menunggu mereka yang saat ini sedang berlatih naik turun bukit dengan beberapa rintangan.
Tasya menunggu di ruang keluarga dengan menonton tv dan merebahkan diri di salah satu sofa yang panjang.
Mungkin kurang lebih mereka selesai berlatih pukul 8 malam. Saat mereka masuk, mereka malah mendapati guru mereka yang dengan santainya menonton tv sedangkan mereka di suruh berlatih keras.
"Guru"seru mereka ber delapan.
"Eh? kalian sudah selesai? aku menunggu kalian dari tadi, sana kalian mandi setelah itu kita makan bersama" ucap Tasya tanpa rasa bersalah dan tanpa menoleh.
Perkataan Rey terpotong oleh enam orang yang datang dengan berteriak keras dari arah pintu utama.
"QUEEN KAMI PULANG!!"teriak mereka berenam di depan pintu seraya berjalan masuk dengan menenteng bungkusan di masing masing tangan mereka.
"Oh kalian baru selesai berlatih?"tanya blue pada teman teman Tasya yang sedang terduduk di lantai dengan keringat yang bercucuran.
"Ya" ucap Amel dengan kesal. Dan yang lain hanya bingung siapa mereka berenam seenaknya saja masuk dan berteriak.
"Ah kalian sudah pulang?" tanya Tasya seraya tersenyum manis.
"Hehe queen kami membelikan mu sesuatu" ucap mereka seraya cengengesan.
"Owhhh" ucap Tasya mengangguk anggukan kepala cantik nya.
"Kalian berenam taruhlah barang barang itu ke ruang dimensi dan kalian ber delapan mandilah dulu"ucap Tasya seraya tersenyum manis kearah spirit beastnya.
'*Aku merasakan firasat ku buruk setelah ini'
'Sepertinya queen akan marah'
'Bagaimana mengatasi queen setelah ini?'
'Ah Queen bahkan tidak bisa disogok dengan barang'
__ADS_1
'Aku menyesal huhuhu'
'Astaga bagaimana ini*'
Batin mereka berenam saling bersahut sahutan. Sedangkan Tasya yang mendengar batin mereka pun hanya tersenyum misterius.
》》》
Dimeja makan saat ini sangat canggung setelah datangnya Spirit Beast milik Tasya yang menunduk dan merasa bersalah.
Mereka yang ada disana sudah tahu jika mereka berenam adalah spirit beast milik Tasya yang levelnya sangat tinggi hingga mereka tidak mengetahui level berapa mereka berenam.
"Emmm Queen ayo makan" ucap Felix saat melihat Tasya hanya diam dan melamun.
"Ya" ucap Tasya lalu mulai memakan bubur ayam di depannya dan diikuti oleh mereka semua yang ada di meja makan.
Mereka makan dengan sangat canggung dan hening. Hanya ada suara sendok dan mangkok yang beradu.
Setelah mereka selesai makan, tidak ada yang beranjak pergi walaupun mereka telah sangat lelah karena pelatihan hari ini dan ingin segera merebahkan diri mereka di tempat tidur mereka yang sangat nyaman.
"Kalian ber delapan boleh istirahat" ucap Tasya pada mereka ber delapan saat melihat wajah lelah mereka.
"Baik terimakasih guru" ucap mereka lalu pergi ke kamar masing masing.
Di meja makan saat ini hanya ada Tasya dan spirit beast milik nya yang diam saja.
"Kalian tidak ingin berbicara?"tanya Tasya datar.
"Queen kami minta maaf, kami janji tidak akan mengulangi lagi" ucap Gold menunduk dan memainkan jarinya.
"Ya queen maaf" ucap mereka serempak.
"Baiklah tapi ada syaratnya, kalian harus dihukum"ucap Tasya seraya tersenyum miring.
"Kami akan melakukan apapun agar kami di maafkan" ucap mereka perasaan nya mulai tidak enak.
"Baiklah hukumannya tidak berat kok" ucap Tasya lagi.
"Kami siap menerima hukuman queen" ucap mereka senang saat mendengar queen mereka tidak menghukum dengan berat.
"Baiklah" ucap Tasya.
Clinggg
Muncullah enam piring berisi cabai? benar itu cabai!! cabai 2kg di masing masing piring dan berwarna hijau hingga merah.
"Habiskan cabai cabai itu, tidak beratkan?"ucap seraya tersenyum manis.
'Hahah rasakan itu, siapa suruh kalian membuat masalah dengan ku' batin Tasya tertawa senang.
"Apa!!" teriak mereka kompak dengan mata melotot.
__ADS_1