
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
Kemudian ia merebahkan diri nya di samping Tasya dan memeluk Tasya erat. Tak lama ia langsung terlelap menyusul Tasya kealam mimpi. Haaah bahkan mereka belum mandi sama sekali.
****
Pagi harinya~
Tasya mulai mengerjap kan matanya pelan. Lalu menguap sangat lebar nya tanpa menutupi nya dengan tangan. Sungguh bukan gadis yang anggun.
Ia merasa ada sesuatu yang menimpa perut nya karena sangat berat.
Kemudian ia menatap ke arah perut nya dan mendapati tangan kekar yang telah memeluk nya sangat erat. Ia tahu benar siapa yang sedang memeluk nya.
Dengan perlahan ia mengangkat tangan Liu Yaoshan yang menempel di perut nya lalu melempar nya asal hingga membuat Liu Yaoshan terbangun. Sungguh tak berperasaan.
"Apa yang kau lakukan? Mengapa kau sangat kasar?"ucap Liu Yaoshan dengan suara khas bangun tidur dan cemberut seperti anak gadis.
"Aku akan mandi dulu"ucap Tasya beranjak dari tempat tidur nya yang sangat nyaman itu.
Tapi sebelum ia sempat melangkah, Liu Yaoshan menarik tangan kanan nya hingga jatuh ke atas tubuh Liu Yaoshan.
"Shan Shan! apa yang ingin kau lakukan? Aku akan mandi!"ucap Tasya seraya berusaha lepas dari pelukan Liu Yaoshan.
"Morning kiss" ucap Liu Yaoshan tersenyum lebar menampak kan gigi putih nya.
__ADS_1
"Sejak kapan kau bisa bahasa itu Shan Shan?"tanya Tasya heran.
Diri nya tidak pernah tahu jika Liu Yaoshan bisa berbahasa Inggris. Karena yang ia tahu Liu Yaoshan adalah orang yang tidak peduli dengan bahasa asing.
"Aku sudah belajar bahasa asing saat aku tahu kau reinkarnasi ke masa depan. Dulu aku selalu melihat mu melakukan apapun itu dari cermin sihir ku dan aku juga sering melihat mu menggunakan bahasa ini saat di masa depan"Jelas Liu Yaoshan.
"Haaah baiklah sekarang lepaskan aku Oke"ucap Tasya memohon. Dia akan mencari teratai salju untuk Blue dan tidak ingin kesiangan.
"Ini?"ucap Liu Yaoshan menunjuk bibir nya.
"Baiklah"ucap Tasya kemudian mencium bibir Liu Yaoshan sebentar.
"Sudah kan?"ucap Tasya gemas dengan wajah Liu Yaoshan yang menurut nya imut.
Liu Yaoshan pun melepaskan Tasya. Tasya tidak langsung pergi malah mencubit ke dua pipi Liu Yaoshan gemas kemudian berlari ke kamar mandi. Liu Yaoshan terkekeh geli melihat Tasya.
****
Kini Liu Yaoshan dan Tasya telah keluar dari ruang dimensi nya. Kedua nya menunggu yang lain nya di rumah makan yang berada di lantai satu penginapan.
Mereka mulai memakan makanan yang tersaji di meja makan.
"Kalian akan berlatih di dalam air hari ini. Maaf aku tidak bisa menemani kalian berlatih karena ada suatu urusan. Latihan kalian akan di awasi oleh Black dan Gold"ucap Tasya lalu meminta Black dan Gold segera keluar dari ruang dimensi.
"Berapa lama?"tanya Amel penasaran. Yah sekarang Amel sedang di pangku oleh suami nya, Liu Changhai.
Entah sejak kapan mereka begitu dekat. Dan Liu Changhai ini baru memunculkan diri nya pada teman teman temannya termasuk Tasya. Ah tapi Tasya sedikit memiliki ingatan tentang Liu Changhai ini.
"Mungkin lima hingga enam hari?"ucap Tasya menaikkan bahunya acuh.
"Kakak ipar, kau akan pergi bersama orang itu?"tanya Liu Changhai sedikit kesal dengan Liu Yaoshan.
Bagaiman tidak, dia di tinggal kan di Istana dan mengurus semua pekerjaan nya dan Kakak nya malah enak enakan bermanja ria bersama Kakak ipar nya. Sungguh miris.
__ADS_1
"Kau ikut Shan Shan?"tanya Tasya menoleh ke arah Liu Yaoshan yang berada di samping nya.
"Aku akan ikut bersama mu kemanapun kau pergi"ucap Liu Yaoshan tersenyum lembut.
"Kakak ipar! kau harus memberinya pelajaran, dia telah membuat ku mengerjakan semua pekerjaan nya dan dia malah bersantai dengan mu"ucap Liu Changhai.
"Lalu? Apa peduli ku"ucap Tasya menjulur kan lidah nya.
"Kau jahat sekali Kakak ipar"ucap Liu Changhai cemberut.
Amel yang melihat wajah cemberut Liu Changhai pun menyentil pelan bibir Liu Changhai.
"Istri, apa yang kau lakukan? Bibir suami tampan mu ini terasa sakit"ucap Liu Changhai lebay.
"Aihhh kalian hentikan itu!! kami seperti benda mati jika kalian bersama"ucap Jiao kesal.
"Adik berhati hati lah, kau harus mengabari Kakak setiap hari selama kau jauh dari Kakak"ucap Rey tersenyum lalu mengacak rambut Tasya.
"Iya! tapi bisakah Kak Rey tidak membuat rambut ku yang badasss ini menjadi seperti gembel?"ucap Tasya dengan sangat berlebihan.
"Jangan mengucapkan kata kata aneh mu itu Adik, aku tidak mengerti"ucap Rey malas.
Tasya baru tahu jika kembaran nya ini memiliki sifat malas juga. Sungguh membuat nya menggaruk tengkuk nya.
"Heheh baiklah"ucap Tasya.
"Oh ya, kami akan berangkat sekarang"lanjut Tasya.
"Hei kacang!! kau jaga mereka ya, karena kau lah yang terkuat di disini. Awas saja jika mereka kenapa napa, aku akan menjadikan mu kacang goreng"ucap Tasya pada Liu Changhai.
"Changhai bukan kacang Kakak ipar!"ucap Liu Changhai kesal.
Tasya hanya mengangkat bahu
__ADS_1
nya acuh kemudian melenggang pergi bersama Liu Yaoshan yang sedari tadi diam.