
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
"Mereka adalah Kesatria rahasia yang kulatih sendiri selama 6 tahun tapi itu ketika dulu aku di dunia atas"ucap Tasya.
"Ah begitu rupanya"
"Kalian berdiri lah, apa kalian masih mengingat ku?"ucap Tasya tersenyum tipis.
Seribu Kesatria itu berdiri namun masih menunduk.
"Kami selalu menunggu anda Yang Mulia Ratu dan akan selalu mengingat anda" ucap salah satunya. Dia adalah Hongli dan juga Pemimpin dari 1000 Kesatria.
"Sudah jangan terlalu formal, aku dan temanku kemari untuk menjemput kalian. Oh ya dan perkenalan ini adalah Amel, Jiao, Yihua, Jingmi, Quon, Shilin, Shaosheng dan juga Rey. Mereka adalah yang terpilih"ucap Tasya memperkenalkan.
Mereka saling berkenalan, tak lama kemudian Goa tersebut bergetar pelan yang mengejutkan mereka semua yang sedang berbincang.
"Sudah saatnya kita keluar dari Goa ini, Goa ini akan segera tertutup setelah kita membukanya. Oh dan kalian para Kesatria ku tolong masukkan semua harta disini kedalam liontin ini. Ini adalah liotin ruang dimensi tempat kalian tinggal dan harta disini"ucap Tasya menjelaskan.
"Baik Yang Mulia"seru mereka serempak lalu memulai memasukkan harta yang menggunung itu pada liontin ruang dimensi yang telah dibuat oleh Tasya.
Beberapa waktu kemudian mereka selesai memindahkan harta harta tersebut dan 1000 orang Kesatria itu masuk kedalam liontin setelah berpamitan. Tasya memakai liontin itu di leher jenjang nya.
"Ayo keluar dari sini"ucap Tasya seraya pergi dari tempat itu.
"Guru tunggu kami" seru Sheng.
Ke Sembilan orang itu keluar dari goa tersebut dengan teleport. Sampai di tepi danau, danau itu berubah menjadi warna biru kembali.
"Sudah ayo kembali ke penginapan.. Lusa kita akan mengikuti seleksi"ucap Tasya.
"Guru mengapa kita tidak menggunakan teleportasi saja?"tanya Jiao menyadari.
"Haiihh apa kalian tidak tahu jika kita kemari bukan hanya untuk menjemput para Kesatria dan harta saja? kita kemari juga untuk berlatih melawan banyak hewan level tinggi hingga level legenda. Kultivasi kalian sekarang juga meningkat walaupun sedikit dan juga pengalaman bertarung kalian juga semakin tinggi"Jelas Tasya kesal karena kebodohan mereka yang tidak faham.
"Eh? begitu ya hehehe maaf Guru"ucap Jiao cengengesan.
Tasya hanya memutar bola matanya malas. Mereka pun kembali berjalan keluar dari lembah biru dengan banyak serangan serangan dari berbagai Spirit Beast.
Saat keluar dari lembah biru, mereka masing masing mengalami kenaikan tingkat kultivasi, pengalaman bertarung dan mendapat hewan kontrak legenda. Juga banyak mendapatkan kristal inti Spirit Beast.
Dan juga banyak tanaman obat ataupun tanaman racun yang telah di bawa oleh mereka dan ditanam di ruang dimensi oleh Tasya. Dan yang lain juga menempatkan tanaman obat itu pada cincin ruang.
"Kalian sudah tahu kan keuntungan dari lembah biru?"tanya Tasya tersenyum kecil.
"Ya!! Guru benar jika tempat yang berbahaya menyimpan banyak keistimewaan"ucap Yihua berbinar.
"Guru waktu kita tinggal sedikit untuk sampai di Ibu Kota dan ketempat seleksi"ucap Shilin mengingat kan dengan datar.
"Oke kita akan kembali"ucap Tasya lalu mengeluarkan portal menuju hutan dekat Ibu Kota.
Semua masuk ke portal tersebut dan setelah itu portal itu menghilang. Tasya dan yang lainnya setelah sampai di hutan, langsung berteleport ke penginapan.
"Bersiap siaplah.. jangan lama lama"ucap Tasya lalu masuk ke kamarnya.
Tasya didalam kamarnya melepaskan topeng dan jubahnya lalu ke ruang pemandian membersihkan tubuhnya dan setelah selesai, Tasya keluar dari tempat pamandian.
Kemudian Tasya menggunakan topeng dan jubahnya lagi.
"Eh? yang lainnya mana?"tanya Tasya pada Amel saat setelah keluar dari kamar nya.
"Mereka masih belum keluar"jawab Amel.
"Eh mengapa kau lebih dulu keluar dari kamar? apa kau tidak mandi huh?"ejek Tasya.
"Siapa bilang.. udah wangi gini dibilang balum mandi"ucap Amel kesal.
"Kan biasanya kau akan sangat lama jika bersiap"ucap Tasya santai.
"Hei itu kan dulu! sekarang aku bisa lebih cepat wlekk"ucap Amel menjulurkan lidah nya.
__ADS_1
"Huh terserah saja.. oh ya kau tahu? aku pernah di ganggu oleh pria gila yang mengaku sebagai suamiku"ucap Tasya yang entah mengapa teringat dengan pria yang mengganggu nya itu.
"Eh aku juga tapi hanya di ganggu satu kali dan dia mengikuti ku secara sembunyi sembunyi"ucap Amel mengingat ingat.
"Wahh dia bertopeng tidak?"tanya Tasya.
"Iya dia bertopeng coklat dan berjubah hitam"ucap Amel.
"Oh? aku ingin sekali memutilasi orang itu.. tapi akhir akhir ini dia tidak terlihat. Ah apa yang kupikir kan!! mengapa kita membicarakan orang gila itu huh"ucap Tasya kesal.
"Heh kau sendiri yang lebih dulu membahasnya. Tapi bagaimana bisa kita diganggu pria gila? apa dia orang yang sama?"tanya Amel.
"Ntah oah dari ciri cirinya sih beda orang"ucap Tasya berfikir.
"Iya juga sih ta.."
"Guru kapan kita akan ketempat seleksi?"tanya Jiao.
"Eh? kalian sejak kapan disana?"tanya balik Tasya.
"Sudah sejak tadi, Guru saja yang tidak tahu"ucap Jiao.
"Ah itu mari kita berangkat"ucap Amel mengalihkan pembicaraan.
_________
Tasya dan yang lainnya telah berada di tempat seperti stadion.
"Kita akan mendaftar di sana dulu"ucap Tasya menunjuk kearah dimana tempat pendaftaran seleksi.
"Baik"
Saat mereka berjalan dengan Tasya didepan, semua orang menatap mereka dengan pandangan iri, kagum dan lain lain. Mungkin karena mereka ber 9 memakai topeng dan jubah jadi membuat mereka menjadi pusat perhatian dan terlihat misterius.
Setelah mendaftar, mereka langsung duduk kursi penonton.
"Hah menyebalkan! lihat, dua orang itu terlihat tidak seimbang"ucap Sheng melihat ke arah pertandingan.
"Sudahlah jangan emosi hanya dengan melihat itu, oh ya kita dapat giliran paling belakang karena terlambat datang, jadi tunggu saja sambil nonton dan bersantai"ucap Tasya.
"Hah apakah kita nanti menggunakan kultivasi?"tanya Yihua.
Beladiri dengan level 5 sudah pasti mereka akan kalah karena seleksi ini akan mendatangkan orang orang kuat dari satu benua. Akan tetapi Tasya tahu itu dan telah merencanakan sesuatu.
"Tapi.."
Untuk seleksi pertama Tasya dan yang lainnya akan menggunakan beladiri level 5 saja dan untuk seleksi ke dua dan ke tiga, mungkin saja akan menggunakan level yang lebih tinggi karena pasti nya yang bisa melewati seleksi pertama akan sangat kuat.
Mereka juga melihat level kultivasi dari orang orang disini. Kultivasi nya rata rata pada level 6 dan 7 dan mungkin ada dua atau tiga orang level 8 . Paling rendah adalah level 5. Level tersebut sudah bisa dianggap menjadi Jenius langka.
Sangat mengagumkan karena sekte Awan memang mencari orang orang yang kuat dan juga oleh karena itu sekte Awan menjadi satu satunya sekte terhebat di dunia bawah ini. Yah ada banyak sekte lain yang dibawah sekte Awan. Tetapi tetap saja sekte Awan berada dalam posisi pertama sekte terhebat.
Ada 5 sekte terbaik didunia bawah. Yang pertama sekte Awan, kedua sekte Lotus, ketiga adalah sekte mawar hitam, keempat adalah sekte Api dan kelima adalah sekte Air.
Back topik~
"Sudahlah tidak apa ok" ucap Tasya.
"Oh ya Kak Rey lihatlah kesana"ucap Tasya menunjuk tempat dimana terdapat orang dari kekaisaran Liu.
"Eh bukan kah itu Ayah dan Kak Shen?"tanya Rey.
"Ya.. mungkin mereka mengawal Kaisar, Para Pangeran dan Putri"ucap Tasya.
"Apa kita akan menemui Ayah?"tanya Rey pada Tasya.
"Mungkin.. tapi nanti saja ketika seleksi murid baru selesai" ucap Tasya tersenyum.
Jujur saja ia telah merindukan Ayah dan Kakak nya itu. Sungguh sangat menyebalkan melihat Kak Shen-nya didekati banyak gadis dari berbagai kalangan. Rey yang melihat Kakak nya itu hanya menahan tawanya. Bagaimana tidak, wajah Shen yang begitu kesal dan sesekali membentak ataupun mengusir para wanita itu.
Pertandingan telah berjalan selama berjam jam dan sekarang adalah giliran Yihua melawan Fang Yin Putri dari Kaisar Fang.
Tasya dan teman temannya tidak menggunakan nama samaran karena menurut mereka itu merepotkan kecuali Amel dan Tasya, Nama kedua nya tidak seperti nama disini jadi menggunakan nama samaran. Tasya menjadi Xinxin dan Amel menjadi Lily.
"Yihua melawan Putri Fang Yin!!"Seru seorang Kasim yang membawakan acara.
"Yihua ingat lah rencana kita"ucap Amel memperingati.
__ADS_1
Yihua mengangguk dan meloncat turun ke arena.
"Hahah penampilan macam apa ini!! mengapa kau memakai topeng hah? apa karena wajah mu yang buruk rupa?"ucap Putri Fang Yin dengan tawa mengejek.
Semua penonton menyetujui perkataan Putri Fang Yin dan ikut tertawa. Tempat yang menyerupai Stadion itu ramai dengan gelak tawa.
"Hah apa kau yakin kau ini seorang Putri? mengapa sifat mu tidak mencerminkan seorang Putri? dan lebih mirip dengan anjing yang suka menggonggong"balas Yihua tak kalah pedas.
"Apa kau bilang!!! dasar kau buruk rupa!!"teriak Putri Fang Yin lalu mengeluarkan pedang yang diselimuti oleh api.
"Hahah sudah tidak sabar rupanya"ucap Yihua seraya mengeluarkan pedang yang dipesan kan oleh Tasya.
"Pertandingan dimulai"seru Kasim membunyikan gong.
Fang Yin mulai menyerang dengan element api miliknya dan Yihua hanya menghindari nya saja dengan sangat santainya.
"Jangan selalu menghindar kau!! dasar kau buruk rupa!!!"ucap Putri Fang Yin geram.
"Kau bukanlah tandingan ku Putri sombong!"balas Yihua dengan sesekali melompat menghindari serangan.
Putri Fang Yin kembali menyerang dengan pedang nya yang dialiri kekuatan spiritual nya. Yihua yang sudah bosan bermain main pun langsung menyerang Putri Fang Yin dengan sangat cepat hingga tidak ada yang menyadari gerakannya.
Putri Fang Yin saat ini sudah penuh dengan luka. Yihua mengayunkan pedang nya lagi yang membuat pedang milik Putri Fang Yin terlempar keluar arena dan dengan cepat mengarahkan pedangnya tepat dileher Putri Fang Yin.
"Kau lihat? kau bukan lah lawanku"ucap Yihua tersenyum miring. Putri Fang Yin yang telah banyak kehilangan darah pun tak sadar kan diri.
"Pemenang nya Yihua!!"seru kasim itu.
Disisi lain
"Siapa dia? bagaimana bisa dia mengalahkan Putri Fang Yin si jenius dari kekaisaran Fang tanpa Kultivasi dan hanya menggunakan beladiri level 5?"gumam seorang pria paruhbaya. Dia adalah salah satu tetua dari sekte Awan.
"Bukan hanya dia, lihat lah mereka yang duduk di sebelah pojok. Disana juga ada 8 orang lain yang berjubah dan bertopeng sama dengan Yihua"ucap seorang pria paruh baya di samping nya. Dia adalah salah satu dari tetua Sekte Awan juga.
"Heh aku penasaran dengan kekuatan mereka apalagi yang paling mencolok dari mereka"ucapnya menatap kearah Tasya yang sedang bersantai.
"Kau benar"ucap tetua disamping nya.
Ditempat Tasya~
"Kau sangat keren Yihua" ucap Jiao senang.
"Hah dia itu hanya lah Putri sombong yang manja"ucap Yihua menghela nafas. Dia sangat malas jika berurusan dengan orang yang seperti Putri Fang Yin, yaitu sombong, manja dan hanya bisa menyusahkan saja.
"Sudahlah.. biarkan saja, dia sudah kalah dari kan?" ucap Jiao.
"Ya walaupun dia punya kultivasi yang tinggi tapi dia bukanlah tandingan ku"ucap Yihua.
Pertandingan pun dimulai kembali dan sekarang adalah giliran dari Shaosheng.
"Shaosheng melawan Putri Li Hua!" seru kasim lagi.
Shaosheng yang mendengar namanya di panggil pun segera turun ke arena pertandingan dengan sangat santainya.
Shaosheng sangat kesal karena melawan Putri dari Kaisar Li yaitu Tuan Rumah dari seleksi ini. Putri Li Hua adalah teman dari Putri Fang Yin.
'Pasti dia akan membalaskan dendam temannya itu. mengingat Yihua bersama kami' batin Sheng kesal harus melawan Putri sombong.
"Kau sama saja dengan temanmu!! Putri sombong!"ucap Sheng.
"Kauuu!!" geram Li Hua lalu dengan segera menyerang Sheng dengan element airnya yang bisa dibilang lumayan kuat.
Sheng dengan mudah menghindari nya. Tak mau lama lama Shaosheng langsung berteleport ke belakang Putri Li Hua dan meletakkan pedang nya di leher Li Hua.
Hal itu membuat orang yang berada disana bersorak dan kagum sekaligus takut karena orang yang menguasai teleportasi hanya orang orang tertentu bahkan Kaisar saja belum tentu bisa menguasai teleportasi.
"Pemenang nya Shaosheng!!"Seru Kasim keras.
Saat Shaosheng sampai di tempat duduknya.
"Sheng! kau terlalu cepat mengakhiri pertarungan tadi, aku belum puas tahu"ucap Yihua mengerucut kan bibirnya kesal. Memang Yihua lah yang paling suka bermain main terlebih dulu diantara mereka ber 9.
"Aku sangat malas bermain main"sahut Sheng seraya duduk dengan tenang.
"Ini sudah mulai sore, mungkin sebentar lagi akan di lanjut kan besok? mengingat peserta nya yang sangat banyak"ucap Tasya.
"Ya mungkin saja"
__ADS_1
Benar perkataan Tasya, setelah beberapa pertandingan termasuk Jingmi dan Quon. Pertandingan pun di lanjut kan besok. Masih sangat banyak peserta yang belum bertanding karena yang mengikuti adalah puluhan ribu orang.
Tasya dan yang lain nya hanya menghela nafas panjang. Ya mereka bertujuan untuk menyelesaikan seleksi pertama dihari ini juga agar tidak perlu repot repot bolak balik.