Queen Of Life

Queen Of Life
Selikur


__ADS_3

Happy reading***


.


.


.


.


.


"Tak apa kalian berkenalan lah. Kita akan menjadi teman sekaligus keluarga" ucap Tasya seraya duduk di tempatnya. Merekapun saling berkenalan dan menjadi akrab kurang dari sehari. Kecuali Shilin, orang yang datang bersama Tasya tadi yang sangat dingin.


______________________________________________________________________》》》》


"Quon kenapa giliran mu sangat lama?" tanya Tasya.


"Aku sudah selesai bertanding saat kau mencari Yihua" jawab quon.


"Menang atau kalah? Kulihat kekuatan mu melemah dan energi mu tinggal 5 persen dari biasanya?" tanya Tasya.


"Itu aku kalah melawan Adikku tadi" ucap Quon menunduk.


"Hmmm tidak apa aku tahu kau sudah berusaha jangan bersedih, mulai besok kita akan berlatih" ucap Tasya.


"Berlatih?" tanya mereka semua kecuali Amel.


"Akan kuberi tahu setelah pertandingan ini selesai." ucap Tasya seraya tersenyum tipis.


Malamnya..


Hari pun mulai petang. Saat ini mereka sedang berada di kantin akademi untuk makan malam.


"Sya kau bilang akan memberi tahu kami?" tanya Jiao.


"Ya.. apa kalian sudah selesai makan?" tanya Tasya.


"Sudah"

__ADS_1


"Baiklah sekarang kalian pegang pundak teman disamping kalian dan membentuk melingkar" ucap Tasya.


Semua melakukan apa yang di ucapkan oleh Tasya. Tak lama kemudian mereka pun sampai.


"Woahh indah sekali" ucap Yihua kagum.


"Ya sangat indah" ucap Jiao.


"Whoaa benda apa itu?"ucap Quon seraya menunjuk mobil yang ter parkir di sana.


"Ya disini banyak benda aneh" ucap Jingmi.


"Dimana ini?" tanya Shaosheng (Shao).


"Di ruang dimensi milikku, baiklah mari kita duduk di bawah pohon besar itu" ucap Tasya seraya menunjuk kearah pohon besar yang dibawah nya ada kursi dan meja.


Mereka pun berjalan kearah pohon besar itu dan duduk di kursi dengan bingung.


"Apakah ini ruang dimensi mu? Banyak sekali bangunan dan benda aneh disini" tanya Jiao.


"Ya kalian tak perlu tahu benda apa yang ada disini" ucap Tasya seraya meletakkan tangannya di atas meja.


"Aiyaaa Shilin berbicara panjang mimpi apakah aku semalam?" ucap Amel dengan ekspresi yang dilebih lebihkan.


"La kau mau ku tendang?" tanya Tasya sinis.


"Ya iyaa maap" ucap nya seraya mengerucutkan bibirnya.


"Tidak ada imut imutnya jika kau seperti itu. Malah jijik tau ga" ucap Tasya mengejek.


"Baiklah dengar kan aku baik baik, kita semua yang ada disini adalah orang yang terpilih untuk melindungi dunia ini dan bertugas untuk menghancurkan kerajaan kegelapan.


Kalian pasti tahu bukan? Dengan kerajaan kegelapan? Ya mereka akan segera berperang dengan kita. Oleh karena itu aku mencari kalian semua yang terpilih. Kalian masih sangat lemah dari yang aku bayangkan, sangat mengecewakan. Kalian lemah dalam keadaan fisik maupun kultivasi" ucap Tasya serius.


"Lalu jika kita lemah mengapa kita yang terpilih?" ucap Quon tak suka dengan kalimat terakhir yang diucapkannya Tasya.


"Itu adalah takdir dan untuk kekuatan, kalian ini sangatlah kuat bahkan bisa melebihi pendekar sakti maupun kaisar. Hanya saja kalian tidak tahu kekuatan apa saja yang ada di dalam tubuh kalian.


Kalian memiliki 2 element dan kekuatan mental kalian juga cukup bagus. Kalian hanya perlu dilatih untuk menjadi yang terkuat. Dan akulah yang akan melatih kalian dengan keras." ucap Tasya.

__ADS_1


"Tapi.."


"Aku tahu kalian ragu, tapi percayalah kalian bisa. Mental kalian kuat karena selalu di tindas maupun dihina. Apa kalian tidak akan menjalankan tugas yang telah dipercayakan pada kalian?" ucap Tasya.


"Aku akan menjalankan tugas dengan baik dan mohon bantuannya guru" ucap Shao seraya membungkuk kearah Tasya.


"Aku juga" ucap yang lain dan mengikuti apa yang dilakukan Shao.


"Tak perlu seperti itu berdiri lah dengan baik. Besok kita akan keluar dari akademi. Apakah kalian ada yang ingin berpamitan dengan keluarga?" tanya Tasya.


"Tidak" ucap mereka tegas.


"Hahaha aku hanya bercanda, aku tahu kalian ingin keluar dari keluarga kalian. Aku akan mengirim surat keluar dari keluarga kalian" ucap Tasya santai.


"Baik guru" ucap mereka serentak kecuali Shilin yang hanya mengangguk.


"Ini sudah larut, kita akan kembali ke asrama. Lakukan seperti tadi menuju kesini untuk kembali ke asrama" ucap Tasya lalu mereka melakukan yang di perintahkan Tasya. Mereka pun berteleport ke lapangan akademi.


"Kalian kembalilah, aku juga sudah lelah sampai jumpa" ucap Tasya seraya pergi ke arah kamar asrama nya.


"Ta kau akan melatih kita dimana?" tanya Amel yang sedang membuntuti Tasya.


"Kau juga akan tahu nanti. Bye byeee" ucap Tasya lalu masuk ke kamar nya. Amel yang kesal pun masuk ke kamarnya yang di sebelah kamar Tasya.


.


.


.


.


.


**Eps 21 selesai..


Jan lupa like komen dan Vote yo...


See youuu👋😉**

__ADS_1


__ADS_2