
H A P P Y R E A D I N G
.
.
.
.
Di sebuah ruangan yang cukup besar, ada beberapa tak buku yang berisi buku kuno yang terlihat tua. Pria paruh baya duduk di kursi kebesaran nya. Mata yang terfokus dengan laporan yang ia baca.
Ia menghela nafas panjang dan menopang dagu di atas meja seraya memejamkan matanya.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu terdengar dari balik pintu. Dengan cepat ia mengganti ekspresi menjadi penuh harapan dan binar di mata nya. Dengan suara sedikit keras dan bersemangat ia berkata, "Masuk!"
Tetua pertama masuk kedalam ruangan memimpin 9 orang bertopeng.
"Duduklah"ucapnya dengan senyum tipis nya.
"Mengapa murid baru dari benua tengah menjadi terlambat? Kepala ku sakit ketika mendengar protes dari murid baru benua tengah. Haah.. tolong jelaskan pada ku" ucap nya.
"Tuan Ketua maaf jika masalah ini membuat anda marah. Tolong berikan kami hukuman. Akan tetapi ini hanyalah masalah kecil saja, anda tidak perlu khawatir. Kami bersalah karena telah pergi lebih awal dan tidak memberitahukan pada Tetua hingga mereka menunggu begitu lama. Sekali lagi kami meminta maaf"ucap Tasya dengan sopan.
Seperti yang di katakan Tasya, ini hanyalah masalah kecil. Tapi tampak nya Sang Ketua Sekte tak puas dengan jawaban nya. Ketua terlihat memikirkan sesuatu sebelum berkata.
'Sepertinya Ketua Sekte ini memiliki rencana, kupikir.' Telepati Tasya pa da teman teman nya.
'Emm dia terlihat memiliki sesuatu yang di cemaskan' jawab Quon.
' Aku yakin dia telah tahu tentang kita dan akan memanfaatkan kita. Dengan kata lain, ia akan menggunakan kata HUKUMAN dalam hal itu. Atau mungkin dia akan mengetes kita, seberapa jauh kemampuan kita. Kita harus tetap berhati hati agar tidak merusak rencana' ucap Rey dengan panjang.
__ADS_1
Yang lain segera menyetujui perkataan Rey dan melanjutkan mengobrol ketika Ketua Sekte dan Tetua pertama membicarakan tentang "hukuman". Tidak peduli apa hukuman nya, mereka hanya perlu mengendalikan diri dan kekuatan mereka itu saja.
Mereka yakin Pria tua ini mengetahui sesuatu karena sebelum Pria tua ini menormalkan ekspresi saat mereka masuk ke ruangan, dengan samar terlihat jejak kegembiraan, bersemangat dan keantusiasan nya.
Tapi lihat, ekspresi nya yang menunjukkan kemalasan dan acuh tak acuh. Dia sungguh pintar memainkan ekspresi.
"Baiklah, hukuman ringan untuk kalian" kata Ketua Sekte menghela nafas sekali lagi.
Tetua pertama menghela nafas lega mendengar nya.
"Kalian akan mendapat misi mencari bunga Crystall tujuh kelopak. Bunga ini merupakan hal yang sangat langka, dan dapat digunakan sebagai pil penambah element. Aku dengar, baru baru baru ini bunga Crystall tujuh kelopak telah muncul di pegunungan salju benua utara. Bunga ini mungkin akan diincar oleh banyak ahli dari berbagai penjuru dunia ini"jelas nya seraya mencari sesuatu di dalam rak buku nya.
"Apa untungnya mendapatkan bunga itu?"Tanya Jiao dengan sembrono.
"Tentu saja untuk kita teliti. Untuk membuktikan bunga itu benar benar ada atau tidak dan benar menambah element atau tidak. Dari buku dan rumor, bunga ini dapat menambah element sesuai kelopak nya. Tapi itupun jika tubuh orang tersebut dapat menerima nya. Aku jadi penasaran akan hal itu"
"Oh"mereka hanya ber'oh ria dengan acuh tak acuh.
'Sungguh! Aku ingin menenggelamkan diri ku sendiri saat ini! Ketua Sekte yang maniak barang langka dan penelitian di gabungkan dengan bocah-bocah yang acuh tanpa memikirkan bahaya. Aku seperti hiasan dinding yang tidak dianggap di sini.' Batin Tetua pertama.
Ketua Sekte memberikan peta dan sebuah cincin kuno yang terlihat seperti sampah dimata mereka bersembilan. Ya cincin kuno itu adalah cincin ruang dengan luas 3×3 meter.
"Ini adalah peta untuk menuju ke sana dan ini cincin ruang yang telah aku isi dengan keperluan kalian selama di perjalanan nanti"
"Tidak diperlukan"ucap Amel mengembalikan cincin ruang itu dan mengambil peta dari tangan Ketua Sekte.
Cincin kuno dengan luas 3m×3m? Itu sangat kecil! Bagaiman bisa mereka menggunakan cincin sampah itu ketika mereka mempunyai cincin ruang yang bahkan sangat luas dan cincin dimensi tempat mereka berlatih? Itulah pemikiran mereka mengenai cincin kuno itu.
"Hei cincin ini walau terlihat kuno, ini tetap lah langka! Kalian akan kesulitan jika tidak membawa ini"ucap Ketua Sekte kesal.
"Tidak perlu!! Dan apakah kami akan pergi bersembilan? Hanya memastikan"Tanya Shaosheng.
"Tidak, kalian akan menjadi dua kelompok. Satu kelompok mencari bunga Crystall tujuh kelopak dan satu kelompok lagi menangkap buronan Sekte Awan. Biar ku jelaskan tentang ini.."
__ADS_1
"Buronan ini telah melarikan diri dari penjara bawah tanah ketika kami mengadakan seleksi murid baru. Ini adalah gambar dari orang itu dan ini adalah barang yang ia tinggalkan. Kalian bisa melacaknya dari barang yang ia tinggalkan karena aura nya pasti tertinggal di barang ini"jelas Ketua Sekte.
Tetua pertama melotot tak percaya. Apa ini? Mereka hanya membuat mereka terlambat datang ke Sekte Awan, tapi Ketua Sekte menghukum mereka dengan sangat keterlaluan! mereka hanya bocah dan baru saja masuk ke Sekte Awan.
Baru saja Tetua pertama ingin mengajukan protes tapi telah di dahului oleh Jiao.
"Level berapa? Dan sekuat apa dia?"Tanya Jiao santai.
Sebenarnya dia sangat senang karena ini adalah misi nya yang pertama tapi juga kesal karena merasa di manfaatkan untuk bunga Crystall tujuh kelopak yang merupakan calon bahan penelitian nya dan penasaran nya.
"Dia berada di level 7 tingkat 8"
Tetua pertama lagi lagi melotot tak percaya. Perbedaan tingkat begitu penting dalam pertarungan. Apalagi perbedaan suatu level. Bahkan satu level saja sangat jauh perbedaan kekuatan nya.
"Tidak tidak, Tuan Ketua anda terlalu berlebihan. Mereka hanya murid baru yang akan menimba ilmu di Sekte Awan. Bukankah anda telah berkata untuk menghukum mereka dengan hukuman ringan? Hukuman yang anda berikan ini sangat.."
"Kalian kembali lah ke asrama dan bagi kelompok, lusa kalian akan pergi menjalankan misi"potong Ketua Sekte.
"Tuan Ketua ini.."ucap Tetua pertama menggantung setelah kepergian 9 orang itu.
Ketua Sekte tersenyum ringan menanggapi hal itu. Ia hanya ingin tahu seberapa kuat nya mereka karena ia telah mengawasinya selama seleksi, selain keinginan nya untuk mencari bunga itu dan menangkap buronan Sekte Awan.
"Jangan khawatir aku telah menuliskan pesan ku di kertas peta dan di balik gambar buronan itu"ucapnya santai.
Pesan yang ia tulis yaitu, "Kalian hanya perlu menekan dan menyalurkan sedikit qi pada tanda petir yang berada di bawah tulisan ini ketika kalian menyerah atau butuh bantuan"
"Tuan Ketua, mereka--"terpotong lagi dan lagi.
"Diam dan tunggu! Pergilah"ucap Ketua Sekte memotong ucapan Tetua pertama lagi.
Dengan perlahan Tetua pertama keluar dari ruangan menyusul Tasya dan teman teman nya. Sungguh!! ia sangat khawatir dengan mereka. Andai Ketua Sekte mendengarkan nya.
Sangat menyebalkan jika mereka sama sama keras kepala. Baru kali ini ia menemukan hal semacam ini.
__ADS_1