
Happy reading**
.
.
.
.
Tasya tahu jika mereka berdua akan menurut walaupun harus menghadapi orang orang yang kelaparan. Tasya juga melarang mereka berdua melukai penduduk desa apalagi membunuh. Karena Tasya ke desa itu untuk membantu bukan untuk mengacau. Dan kedua pelayan itu hanya patuh tanpa protes satu kata pun.
______________________________________________________________》》》》
Tak lama kemudian Tasya sampai di gerbang menuju desa dan langsung memasuki desa. Tiba tiba ada beberapa orang berpakaian lusuh dan compang camping menghadang jalan Tasya.
"Ada apa?" tanya Tasya datar.
'Mereka ingin merampokmu queen bodoh' ucap felix kesal.
"Cepat berikan kami makanan dan minuman atau kau akan kami bunuh" ucap salah satu dari mereka.
"Aku tidak memiliki makanan"ucap Tasya santai.
"Jangan berbohong cepat serahkan" ucapnya lagi seraya membawa tongkat kayu untuk memukul.
"Baiklah baiklah, kalian semua akan ku beri makanan tetapi antarkan aku ke rumah kepala desa" ucap Tasya.
"Baiklah jika kau berbohong maka akan kami celakai" ucap salah satunya.
__ADS_1
"Iya terserah kalian saja" ucap Tasya.
Mereka pun mengantarkan Tasya kerumah kepala desa dengan waspada. Sesampainya mereka dirumah kepala desa, Tasya melihat dua pelayannya juga baru saja sampai di sana.
"Kalian cepat juga datang nya" ucap Tasya kepada dua pelayannya.
"Hormat kami queen" ucap mereka serempak.
"Kami bertemu dengan Istri kepala desa jadi kami ikut bersama nya."ucap nya menjelaskan.
"Hmm baiklah lalu dimana Istrinya?"tanya Tasya seraya menoleh kesana kemari.
"Dia disana Queen" seraya menunjuk kearah wanita paruhbaya yang sedang mencuci tanaman obat.
"Baiklah mari kita kesana dulu, sebelum itu kalian berdua berikan makanan ke mereka" ucap Tasya seraya menghadap kearah orang orang tadi.
"Baik Queen " ucap mereka lalu memberikan bekal mereka ke orang orang yang mengantar Tasya.
"Bibi apa benar anda adalah istri dari kepala desa?" tanya Tasya saat sampai di depan wanita itu.
"Iya benar. Ada apakah mencari saya?" ucap wanita tua itu.
"Boleh kah saya bertemu dengan kepala desa? Saya ingin membicarakan suatu hal" ucap Tasya.
"Suami saya sedang sakit nona, jika ada sesuatu yang ingin anda sampaikan, maka beri tahukan saya nanti akan saya sampaikan pada Suami saya".
" Aku bisa menyembuhkan penyakit suami bibi. Tolong izin kan aku untuk bertemu dengan Suami Bibi"ucap Tasya membujuk.
"Tapi tabib disini tidak ada yang bisa menyembuhkan suami saya. Dan nona masih sangatlah muda apakah nona ini seorang tabib?" ucap wanita tua itu.
__ADS_1
"Saya bukan seorang tabib tetapi saya tahu tentang penyakit dan obat obatan" jawab Tasya.
"Baiklah jika begitu mari ikuti saya" ucap Wanita tua itu.
"Baik" ucap Tasya.
Tasya dan pelayannya pun mengikuti istri dari kepala desa masuk kedalam rumah kepala desa. Sesampainya Tasya di kamar kepala desa, Tasya melihat seorang pria tua yang kurus berbaring di atas ranjang dan sesekali batuk.
"Suami saya sudah 1 tahun ini tidak bisa apa apa. Tolong lihat keadaannya nona" ucap wanita tua itu dengan sedih.
"Baiklah" ucap Tasya seraya berjalan ke tempat kepala desa berbaring.
Tasya pun memeriksa nadi kepala desa dengan serius.
"Bolehkah saya tahu mengapa kepala desa bisa seperti ini?"tanya Tasya pada wanita tua itu.
"Saat itu setelah Suami saya pulang dari desa sebelah, ia sudah seperti ini" ucapnya.
"Kemungkinan besar saat Kepala Desa dalam perjalanan pulang dari desa itu, kepala desa diserang oleh seseorang dan terkena goresan pedang di lengannya" ucap Tasya.
"Lalu apa hubungan nya dengan itu?" tanya wanita tua itu lagi.
"Pedang itu telah diolesi oleh racun pelumpuh. Racun pelumpuh adalah racun yang bisa melumpuhkan seseorang setelah beberapa jam terkena racun itu, maka tubuh akan lumpuh dan racun pelumpuh juga tidak ada penawarnya"ucap Tasya menjelaskan.
'Tapi racun apapun itu jika berhadapan dengan ku maka akan bisa diobati' batin Tasya bangga.
"Huhu suami saya setiap hari selalu menangis karena ia tak bisa apa apa. Tolong suami saya nona huhuhu" ucap wanita tua itu seraya menangis.
"Baiklah akan kulakukan sebisaku" ucap Tasya lalu mengeluarkan beberapa pil.
__ADS_1
"Ini adalah pil untuk menahan rasa sakit. Minum kan itu padanya" ucap Tasya seraya memberikan pil itu pada wanita tua.
"Baiklah" ucap wanita tua lalu meminum kan pil itu pada Kepala Desa.