
Happy reading**
.
.
.
.
.
"Baiklah kalian cepat tes kekuatan di bola kaca ini dulu lalu akan kuberi kan lembaran soal dan terakhir kalian harus tes beladiri" ucap nya seraya memberikan bola kaca itu ke depan mereka.
_________________________________________________________________ใใใใ
" Baiklah"ucap tasya lalu menyalurkan energi nya ke bola itu.
Setelah mereka selesai tes, merekapun menuju kamar nya masing masing.
Letta dan amel hanya memperlihatkan 1 element saja. dan jiao memperlihatkan element apinya karena element yang satu nya belum aktif.
Esok Harinya**
Mereka bertiga telah bisa memulai pelajaran. Amel dan Jiao dikelas yang sama dan tasya di kelas lain.
"jika ada apa apa langsung telepati saja"ucap tasya seraya berjalan ke kelasnya. Amel dan Jiao hanya mengangguk saja.
Dikelas Tasya
tok tok tok
"masuk" ucap guru didalam
"eh ini murid baru ya?, kalau begitu silahkan perkenalkan dirimu" ucap guru lelaki itu. saat melihat seorang gadis menggunakan cadar.
"hm Tasya" ucap tasya dingin
"ah baiklah silahkan duduk di samping Quon, quon angkat tangan" ucap guru itu lalu orang yang bernama quon itu pun mengangkat tangan.
"hai namaku quon salam kenal semoga kita bisa berteman baik" ucap nya kekanakan.
"hm" dehem tasya.
Istirahat pun tiba quon mengajak tasya ke kantin dan bertemu dengan amel yang bersama Jiao.
__ADS_1
"Ta tumben lo mau temenan ma laki" ucap amel melirik quon
"dia bagian dari kita"ucap tasya santai
"wihh cepet amat lo nemuin satu" ucap amel kagum
"masih ada 4 yang blom ketemu" ucap tasya
"hah? maksudnya apa?"ucap quon bingung.
"kau mulai sekarang teman kami, anggap saja seperti keluarga" ucap tasya yang membuat quon senang
"terimakasih kalian sudah menerimaku, semua orang membenciku keluarga ku juga membenciku karena aku lemah dan saat aku di keluarga ku selalu ditindas dan dihina" lirih quon
"kita semua sama jadi jangan bersedih lagi. kau sudah punya kami"ucap amel
"hm sudahlah ayo kita kekelas ini sudah masuk"ucap tasya seraya berdiri
Saat selesai pelajaran mereka ber empat pun berkumpul di bawah pohon dekat lapangan latihan.
"besok akan ada lomba antar kelas apa kita akan ikut?" tanya Jiao
"aku sangat malas jadi aku tidak ikut" ucap tasya malas
"jika kau ingin maka ikutlah, kami juga mau melihat kemampuan mu itu" ucap tasya datar
"baik"
"kalian berdua ikut?"tanya tasya pada amel dan Jiao.
"tidak"ucap mereka serempak
Esok Harinya
Pertandingan pun dimulai dan mereka berempat sedang duduk di kursi penonton.
"menurut mu siapa yang akan menang"tanya jiao saat melihat ke lapangan pertandingan
"tidak tahu mungkin saja rambut coklat itu yang menang, kekuatanya lebih besar dari si rambut hitam" ucap quon menebak
"jangan melihat orang dari seberapa kuat orang itu tapi lihatlah dari kegigihan nya"ucap tasya seraya melihat pertarungan tak seimbang itu.
Saat si rambut coklat menyerang bertubi tubi, si rambut hitam tidak bisa menangkis ataupun melawan, hingga si rambut hitam terlempar menabrak tembok pembatas dan memuntahkan seteguk darah.
"huh huh menyerahlah dasar lemah" ucap si rambut coklat itu.
__ADS_1
"akh.. ak.. aku tak akan pernah uhuk.. menyerah di tangan mu uhuk uhuk" ucap si rambut hitam dengan susah payah
"sialan"ucap rambut coklat mulai menyerang rambut hitam lagi.
Sampai si rambut coklat itu kehabisan energi nya untuk menyerang si rambut hitam. si rambut hitam telah jauh dari kata baik keadaan nya.
"uhuk.. uhuk.. ak.. aku akan mengalahkan mu"ucap si rambut hitam seraya bangkit.
Si rambut hitam pun mengangkat tangannya dan tiba tiba angin mengelilingi tubuhnya lalu menembak kan angin itu pada si rambut coklat dan bumm.. suara ledakan terjadi di arena pertandingan.
Si rambut coklat terlempar ke tembok pembatas sampai tembok itu retak. Si rambut coklat pun pingsan karena kehabisan energi dan terkena kekuatan dari si rambut hitam.
Saat ini angin masih belum berhenti mengelilingi sirambut hitam dan mulai bertambah besar.
"gawat element nya akan meledak di dalam tubuhnya jika kita tidak menghentikan nya" ucap amel
Semua yang berada disana mulai memasang pelindung untuk menghindari kekuatan itu. Para tetua pun mulai menghentikan si rambut putih namun itu semua percuma.
"ya kau benar" ucap tasya lalu menghilang dan muncul di depan si rambut hitam. Tasya pun melawan kekuatan yang di keluar kan oleh si rambut hitam lalu merangkul si rambut hitam dan berteleport ke hutan.
Tasya yang melihat si rambut hitam itu belum menghentikan kekuatan nya pun langsung menyentuh dahi si rambut hitam dan mengalir kan energinya agar kekuatan itu berhenti.
Saat kekuatan itu berhenti si rambut hitam pun pingsan.
"hmm tidak heran kekuatan nya sangat besar" ucap tasya tersenyum tipis
"aku menemukanmu" lanjut tasya seraya mengangkat si rambut hitam hitam dan menghilang.
.
.
.
.
.
.
**Eps 18 selesai๐ค
jan lupa vote, komen dan like yo
See you๐๐**
__ADS_1